Kasus Penganiayaan

Suami Cemburu Lampiaskan Kemarahan hingga Bacok Anaknya Sendiri karena Istri Diajak Liburan Bos

Editor: Glendi Manengal
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi penganiayaan

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kasus penganiayaan yang dilakukan orang tua ke anaknya.

Diketahui korban menjadi pelampiasan pelaku.

Hal tersebut dikarenakan pelaku cemburu dengan istrinya yang diajak liburan bosnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Senin 3 Januari 2022, Ini Daftar Daerah yang Diperkirakan Hujan Seharian

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Besok Senin 3 Januari 2022, Ini Daftar Wilayah Potensi Dilanda Cuaca Ekstrem

Baca juga: Ramalan Zodiak Keuangan Besok Senin 3 Januari 2022, Ada yang Harus Ekstra Hati-hati dengan Uangnya

Kasus penganiayaan terjadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Diketahui yang menjadi pelakunya adalah pria 39 tahun bernama Sutrimo.

Sementara korbannya merupakan anak dari pelaku sendiri, SRS (13).

SRS menjadi bahan pelampiasan emosi sang ayah karena pelaku cemburu kepada istrinya, Siam (39).

Sutrimo tak terima istri diajak liburan oleh bosnya.

Seorang saksi bernama Slamet, mengatakan, peristiwa terjadi di rumah mereka.

Lokasinya di Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Rabu (30/12/2021) sore.

Saat itu, Slamet tengah bekerja membantu pembangunan musala di depan rumah Sutrimo.

Slamet melihat Sutrimo emosi dan membawa parang.

 "Kejadiannya di depan rumah, warga banyak, saat itu, karena di depan rumahnya lagi ada renovasi musala dan sebelah rumahnya ada pengajian. Kalau tidak banyak warga, ya bisa meninggal itu anaknya," ujarnya.

Menurut Slamet, warga mengetahui jika cekcok suami istri terjadi sejak bertahun-tahun lalu.

Bahkan, Siam berulang kali pulang ke rumah orangtuanya yang kebetulan tidak jauh dari rumah mereka.

"Istrinya bekerja di Semarang, suaminya cemburu, istrinya diajak bosnya, mungkin jalan-jalan karena liburan," ujarnya.

Slamet mengatakan, sebelum kejadian, Sutrimo mengamuk dan berteriak-teriak di depan rumah.

Kemudian, Sutrimo masuk ke dalam rumah dan membakar dapur rumah.

Dia juga melarang warga masuk ke rumah untuk memadamkan api.

Namun, melihat api sudah mulai membesar, warga langsung berdatangan memadamkan api menggunakan peralatan yang ada di sekitar.

Sebelumnya, pelaku juga membawa parang untuk membacok kubah musala yang ada di depan rumah Sutrimo.

Selain itu, Sutrimo juga merubuhkan pegangan jembatan kecil di depan rumah menggunakan parang.

"Anaknya (SRS) itu mungkin sedang mengingatkan orangtuanya tapi korban malah disuruh sujud dihadapannya."

"Pelaku teriak sujud, (anak) sujud langsung lah dibacok pipinya. Kalau (parangnya) tajam, sudah mati itu," jelasnya.

Melihat kejadian itu, warga langsung meringkus Sutrimo dari belakang.

Parang yang dibawa Sutrimo kemudian dirampas.

Kemudian, warga mengikat tangan Sutrimo menggunakan tali.

Warga juga segera melarikan SRS ke RSUD Kalisari Batang.

Danramil Warungasem Letda Inf Kris Dwi membenarkan kejadian itu.

Saat ini, kasusnya sedang ditangani kepolisian.

"Kejadian pembacokan saat ini masih didalami Polsek Warungasem," terang Danramil Warungasem, Letda Inf Kris Dwi.

(TribunBanyumas.com/Dina Indriani)

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Ayah di Batang Tega Bacok Anak Kandung, Berawal Rasa Cemburu pada Istri

Berita Terkini