Cerita Alkitab

Kisah Nuh, Seorang Yang Berkenan Kepada Tuhan, Taat Membangun Bahtera

Editor: Rhendi Umar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Alkitab

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di dalam Alkitab dikenal dengan sosok bernama Nabi Nuh. 

Dia adalah salah seorang tokoh besar dalam Alkitab.

Nama Nuh berasal dari Ibrani yang berarit menentramkan,berhenti, atau istirahat.

Nuh adalah orang yang hidup berkenan di mata Tuhan sehingga dipilih untuk membangun kapal dengan tujuan menyelamatkan keluarganya dan berbagai macam pasangan hewan dari air bah.

Bahkan, begitu hebatnya air bah tersebut hingga seluruh dunia tenggelam dan seluruh makhluk di dalamnya mati, kecuali Nuh dan keluarganya serta hewan yang ada di dalam kapalnya.

Nuh memiliki tiga orang anak yang diberi nama Sem, Ham, dan Yafet.

Salah satu anaknya dikutuk olehnya.

1. Sem

Nama anak-anak Sem yang tercatat dalam Kejadian 11 adalah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud, dan Aram.

Dalam Kejadian 11:10-26 dapat kita lihat nama-nama keturunan Sem, lebih tepatnya dari Arpakhsad, hingga Terah, ayah dari Abram yang kemudian Tuhan beri nama Abraham.

Dalam Kejadian 9:26-27 dikatakan “terpujilah TUHAN, Allah Sem”.

Implikasi yang dapat kita tarik di sini adalah bahwa dari keturunan Sem, nama Allah akan dipermuliakan.

2. Yafet

Anak-anak Yafet menurut Kejadian 10 adalah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh, dan Tiras.

Salah seorang keturunan Yafet, lebih tepatnya anak Yawan yang memiliki nama Tarsis, dipercaya menurunkan namanya kepada sebuah kota bernama Tarsis di Spanyol.

Kejadian 10:5 mencatat bahwa dari keturunan Yafet berpencarlah bangsa-bangsa daerah pesisir.

Setelah peristiwa runtuhnya menara Babel, keturunan Yafet menyebar ke Eropa Timur dan bagian utara Asia. 

Nama Yafet sendiri dalam bahasa Ibrani memiliki arti luas atau perluasan. Hal ini menarik karena dalam berkat yang diucapkan Nuh pada ayat yang kita kutip di atas, Nuh memberkati Yafet dengan perluasan daerah kediamannya. Selain itu, Yafet juga mendapat hak untuk diam dalam daerah milik Sem.

3. Ham

Anak-anak Ham adalah Kush, Misraim, Put, dan Kanaan.

Sayangnya Ham melakukan kesalahan terhadap ayahnya, Nuh, sehingga Nuh melayangkan kutuk terhadap Kanaan.

Nabi Nuh berprofesi sebagai petani anggur. Suatu hari, ia minum anggur hingga mabuk dan telanjang dalam kemahnya.

Ham, anak bungsu Nuh, melihat hal tersebut dan menceritakannya pada kedua kakaknya, Sem dan Yafet.

Keduanya Sem dan Yafet melakukan hal yang menyiratkan bentuk penghormatan kepada ayah mereka: sambil berjalan mundur, mereka memasuki kemah Nuh dan menutupi tubuh Nuh yang telanjang dengan selimut tanpa melihatnya.

Dikatakan selanjutnya dalam perikop tersebut bahwa setelah mengetahui hal tersebut – perbuatan terpuji yang dilakukan Sem dan Yafet serta perbuatan yang tidak menghormati yang dilakukan oleh Ham – Nuh mengeluarkan kutuk bahwa Kanaan akan menjadi hamba Sem dan Yafet. 

Berkat dan kutuk yang diucapkan oleh Nuh tersebut kemudian menjadi kenyataan.

Bangsa Israel kemudian mengusir orang Kanaan dari tanah mereka sendiri dan menikmati hasil tanah dan pekerjaan orang Kanaan.

Berita Terkini