TRIBUNMANADO.CO.ID - Disaat yang lain tengah menjalankan hari raya idul fitri dengan tenang bersama keluarga.
Warga kampung ini tengah berjuang tak bisa rayakan Idul Fitri dengan tenang karena bencana Banjir.
Bahkan ternyata bukan baru Idul Fitri kali ini, tapi ini tahun lalu juga warga kampung Aur harus merasakannya untuk kedua kali.
Baca juga: Kumpulan Nama Bayi Perempuan Islami, Terbaru, Modern dan Punya Arti Bermakna
Baca juga: Hikmah di Balik Larangan Mudik 2021 Kita Jadi Pemenang Lindungi Orang-orang Tercinta Kita
Baca juga: Siapa Itu Hamas? Dibentuk Khusus Bebaskan Palestina dari Israel, Memerintah di Jalur Gaza
Foto : Ratusan rumah warga terendam banjir di hari pertama Lebaran Idul Fitri di Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (13/5/2021). (Tribun-medan.com/Goklas) (Tribun-medan.com/Goklas)
Warga Kampung Aur merasakan pahitnya melewati Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Kamis (13/5/2021).
Mereka harus merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan kepungan banjir.
Berdasarkan amatan wartawan Tribun Medan pada Pukul 02.30 dini hari ini, luapan air Sungai Deli tersebut telah merendam rumah-rumah warga.
Warga pun tampak kebingungan.
Menurut penduduk Kampung Aur, Ayu, air Sungai Deli mulai meluap sejak Rabu Pukul 24.00 WIB.
Diperkirakan luapan air yang mengakibatkan banjir tersebut merupakan banjir kiriman.
"Karena tadi, di sini hujannya hanya sebentar," ujar Ayu.
Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya yang rumahnya memiliki loteng.
Banjir dengan kondisi saat hari raya Idul Fitri, telah mereka rasakan kali kedua.
"Ini sudah kedua kali saat Lebaran," ujarnya.
Berdasarkan amatan Tribun Medan, semakin pagi, luapan air semakin naik.
Rumah-rumah warga semakin terendam.
Tanggapan Warga
Ratusan rumah warga terendam banjir di hari pertama Lebaran Idul Fitri di Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (13/5/2021).
"Tadi sekitar pukul 12.00 WIB mulai naik. Ya ini karena sungai Deli menguap. Kira-kira airnya sedada orang dewasa," kata seorang warga, Ayu saat berbincang dengan Tribun Medan .
Ayu menuturkan menjelaskan tahun 2020 juga terjadi banjir di hari pertama lebaran sampai seleher orang dewasa.
Foto : Ratusan rumah warga terendam banjir di hari pertama Lebaran Idul Fitri di Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (13/5/2021). (Tribun-medan.com/ Goklas) (Tribun-medan.com/ Goklas
Kondisi ini pun membuatnya was-was.
Apabila air naik terus menerus maka ia terpaksa harus mengungsi ke jalanan.
Ayu bilang dalam satu bulan ini banjir yang melanda baru pertama.
Sepengetahuannya banjir karena hujan gunung yang datang dari arah Karo.
Sebab, tidak ada hujan lebat yang terjadi dalam beberapa waktu dekat.
"Padahal di sini tidak ada sampah yang menumpuk. Kanal itu sebenarnya kalau sering dipantau tidak mungkin air menguap.
Tapi karena kanalnya belum siap direnovasi. Makanya kalau hujan dikit banjir," ujarnya.
Ayu menuturkan banjir kurun seminggu sempat melandan Kampung Aur tiga bulan lampau.
"Kalau saat itu, kami sampai kayak gelandangan tidur di pinggir jalan.
Barang - barang juga rusak dan terpaksa kami angkat sampai ke jalan," sebutnya.
Ayu bilang biasanya air surut sampai sore.
Dia pun merasa sedih karena nanti menjalani salat ied dengan tidak bahagia.
Padahal ibadah itu hanya dilakukan sekali dalam setahun.
"Harapannya kalau bisa jangan sampai banjir lagi. Untuk pemerintah dipantau untuk masalah kanal biar airnya tidak menguap lagi sampai ke sini," katanya.
"Kalau memnag banjirnya tidak kunjung surut sampai pagi, paling warga banyak yang Salat ied ke Masjid Bengkok," tutupnya.
Videonya
(cr8/tribun-medan.com)
(jun-tribun-medan.com