Bacaan: Ibrani 12:7-11
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita (Ibrani 12:11).
TRIBUNMANADO.CO.ID - Semak "gorse" adalah semak belukar yang diimpor dari Eropa dan kini tumbuh liar di Barat Laut Samudra Pasifik. Semak ini memiliki pucuk yang lebat berwarna hijau tua, dan pada musim semi menampakkan lambaian bunga-bunga kuning yang harum dan mempesona. Namun, yang paling dikenal oleh para pencinta alam dan nelayan adalah duri-durinya yang tajam. Yang menarik, bunganya mekar tepat pada duri-durinya.
Misionaris sekaligus artis Lilias Trotter menulis, "Sepanjang tahun, duri-duri itu semakin keras dan tajam. Ketika musim semi tiba, duri-durinya tidak luruh maupun melunak. Tidak ada perubahan sama sekali. Tetapi di bagian tengahnya tampak dua bulatan berbulu halus berwarna cokelat, yang mulanya kelihatan seperti bintik, dan pada akhirnya merekah -- tepat pada duri yang ada -- menjadi bunga keemasan yang berkilau indah."
Demikian pula dengan penderitaan yang menyertai ganjaran dari Allah. Ketika kita berada di tengah situasi yang tampaknya tidak berpengharapan dan sangat berat untuk ditanggung, secercah kehidupan kecil yang muncul akan segera merekah. Terimalah masalah yang paling berat, posisi yang paling sulit dalam hidup. Di situlah Allah dengan anugerah-Nya akan membuat keindahan-Nya tampak di dalam diri kita.
Tidak ada ganjaran yang tampak menyenangkan pada saat diberikan, "namun ketika itu berlalu, kita dapat melihat bahwa ganjaran tersebut menghasilkan buah kebaikan yang sejati dalam karakter orang-orang yang telah menerimanya dalam roh kebenaran" (Ibrani 12:11, Alkitab versi Phillips) -- (David Roper).
TANGAN ALLAH YANG MENDISIPLIN ADALAH TANGAN YANG PENUH KASIH
Selamat sIANG sahabat Kristus......
Adakah seorang anak yang tidak pernah dihajar atau dididik oleh orangtuanya? Setiap anak pasti mengalami didikan dari orangtua dengan harapan dia memiliki karakter yang baik seperti yang mereka harapkan dan suatu saat kelak menjadi seorang yang berhasil.
Adakalanya orangtua harus bertindak tegas dan kalau perlu menghajar anaknya bila mereka mulai memberontak atau keluar jalur. Kepada orangtua dituliskan : "Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya." (Amsal 13:24). Begitu pula dalam kehidupan rohani, sebagai anak-anak-Nya kita pun harus mau dididik oleh Tuhan. Kita tahu bahwa selain Pribadi yang Pengasih dan Penyayang, Tuhan adalah Pribadi yang Maha adil. Dia akan menegur dan mendidik kita, bahkan tak segan-segan "menghajar" kita apabila kita melakukan kesalahan atau dosa. Tujuan-Nya mendidik dan menghajar kita adalah agar kita semakin bertumbuh ke arah yang benar-benar sesuai firman-Nya. Maka "....janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." (Ibrani 12:5b-6).
Ada banyak cara Tuhan mendidik dan menghajar kita, salah satunya melakui sakit penyakit, krisis keuangan atau mungkin kesulitan hidup lainnya. Dengan diijinkan-Nya masalah itu terjadi kita semakin mengerti dan peka akan kesalahan yang kita perbuat, sehingga kita tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan segera berbalik ke jalan-Nya yang benar. Tuhan akan mendidik kita sedemikian rupa agar kita dapat tetap berada di dalam rencana-Nya.
Jadi, jika saat ini kita menerima didikan Tuhan berupa hajaran-hajaran keras bukan berarti Tuhan tidak mengasihi kita, justru menunjukkan bahwa Dia menganggap kita sebagai anak yang sangat Dia kasihi. "Tetapi, jikalau kamu ebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang." (Ibrani 12:8).
Didikan dan hajaran Tuhan membuktikan Dia sangat mengasihi kita, maka dari itu jangan mengeluh dan memberontak!
Baca tanpa iklan