Kanal

Pengen Cari Ikan, Warga Bolmong Ini Malah Dapat Buaya

Buaya yang ditangkap jadi tontonan warga Bolmong, Sulawesi Utara. - TRIBUN MANADO/MAICKEL KARUNDENG

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Masyarakat Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, khususnya di Desa Solog, Kecamatan Lolak dibuat heboh dengan tertangkapnya seekor buaya berukuran besar, Sabtu (08/09/2018) kemarin sore.

Minggu (09/09/2018) pagi tadi, TribunManado.co.id menuju rumah warga yang menangkap buaya tersebut di Desa Solog.

Saat tiba di rumah warga tempat di mana buaya diikat, masyarakat sekitar mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga orang tua sedang berkerumun melihat buaya dengan ukuran yang cukup besar.

Bahkan para anak-anak dan orang dewasa dengan santai duduk diatas buaya tersebut serta bergantian mengambil gambar melalui smartphone.

Hairil Paputungan yang menangkap buaya tersebut menceritakan kejadian menegangkan kala itu.

"Sabtu sore sekitar pukul 15.00 Wita, saya bersama tiga orang warga Solog sedang mencari ikan di sungai Ongkag. Tiba-tiba ada yang menabrak perahu kami. Ternyata setelah kami amati ada seekor buaya di dekat perahu," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut dan sudah mengancam keselamatan, kami akhirnya menyeterum air dekat perahu dengan menggunakan aki.

Selang beberapa menit, akhirnya buaya itu lemas dan kami menarik buaya tersebut ke darat.

Paputungan menambahkan, sempat takut melihat buaya tersebut di sekitar perahu dan mulai menyerang perahu.

Setelah buaya itu lemas, kami dan beberapa warga mengikat buaya tersebut kemudian diangkut menuju rumah warga.

Ia bersama rekan lainnya mengaku belum ada rencana apapun mengenai buaya tersebut.

"Buaya sudah mati sejak semalam, kemungkinan mati akibat lemas. Kami juga tak tahu mau diapakan buaya ini," ungkapnya.

Ukuran buaya kurang lebih panjang 4 meter dengan berat badan sekitar 300 kilogram.

Warga lainnya, Rudi berkata bahwa di sungai Ongkag memang ada banyak buaya.

"Beberapa tahun yang lalu pernah ada tertangkap lagi oleh warga Solog. Saat itu buaya ingin bertelur dan naik ke darat. Karena warga takut bisa menyerang warga, maka dibuatlah perangkap untuk menangkapnya," jelasnya.

Ia menambahkan, Sungai Ongkag memang terdapat buaya.

Kalau menyerang manusia kadang sekali terdengar.

"Yang saya tahu sejak dulu pernah ada warga diserang buaya, namun karena ia tahu cara melepaskan diri dengan cara mencungkil mata buaya dan akhirnya terlepas," ungkapnya.

Sampai saat ini, warga sekitar desa dan dari luar desa terus berdatangan melihat buaya tersebut. (Tribunmanado.co.id/Maickel Karundeng)

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado

Berita Populer