Taman Unik di Prancis: Burung Gagak Ditugaskan Angkat Sampah

Editor: Lodie_Tombeg
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Burung gagak


TRIBUNMANADO.CO.ID, LES EPESSES - Gurung gagak bertugas mengangkat sampah di taman Prancis. Sebuah taman bersejarah di Prancis memiliki "karyawan" yang berbeda dari biasanya, yang bertugas memungut sampah-sampah kecil yang ditinggalkan oleh pengunjung.

Taman Puy du Fou, yang berlokasi di Les Epesses, Vendee, Prancis barat, mempekerjakan enam ekor burung terlatih.

Enam makhluk berbulu itu memiliki tugas khusus, yakni memungut dan mengumpulkan sampah-sampah kecil, seperti puntung rokok maupun bungkus makanan, yang banyak ditinggalkan para pengunjung taman.

Burung-burung sejenis gagak Eurasia itu kemudian akan mengumpulkan sampah-sampah itu pada kotak khusus, yang secara otomatis akan mengeluarkan pakan burung setiap kali ada sampah yang dimasukkan ke dalamnya.

"Tujuan utamanya sebenarnya bukan hanya untuk kebersihan, karena sebagian besar pengunjung sudah memahami dan ikut menjaga kebersihan taman," kata Kepala Pengelola Taman Puy du Fou, Nicolas de Villiers.

"Tapi sekaligus ingin menunjukkan bahwa alam dapat mengajarkan kepada kita pentingnya menjaga kebersihan lingkungan," lanjutnya dilansir AFP.

Nicolas menambahkan, burung-burung tersebut yang masih masuk dalam keluarga burung gagak, terkenal dengan kepandaiannya.

"Burung-burung itu bahkan senang berinteraksi dengan manusia, membangun ikatan melalui permainan," kata Nicolas.

Saat ini baru seekor burung yang resmi "bertugas" di taman tersebut. Namun ke depan direncanakan akan ada setidaknya enam ekor burung yang bekerja mengumpulkan sampah.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa burung gagak memiliki tingkat kecerdasan tinggi dibandingkan burung-burung lainnya. Gagak juga memiliki kemampuan dalam mengingat.

Taman Puy du Fou telah menarik lebih dari 2 juta pengunjung setiap tahun, menjadikannya taman hiburan paling populer kedua di Perancis setelah Disneyland Paris.

Gagak membeli tiket kereta (Kompas.com)

Burung Gagak di Jepang Curi Kartu Kredit untuk Beli Tiket Kereta

Burung gagak merupakan salah satu burung yang terkenal dengan kecerdasannya.

 
Namun, tak pernah ada yang menyangka jika jenis burung ini cukup pintar untuk membeli tiket kereta di mesin penjualan.

Fenomena ini terekam di Stasiun Kinshicho, Tokyo, Jepang. Seekor burung gagak tertangkap basah mencoba membeli tiket kereta di mesin penjualan hanya sesaat setelah mencuri sebuah kartu kredit dari seorang wanita.

Mulanya, pada video yang diunggah oleh pengguna twitter @kinoshi42155049 memperlihatkan seekor gagak yang memeriksa mesin tiket.

Sesaat setelahnya, burung itu melompat ke pelanggan di mesin tiket sebelahnya dan mencur kartu kredit perempuan tersebut ketika kartu itu keluar dari mesin.

Sayangnya, gagak tersebut seperti tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan kartu tersebut.

Kemungkinan burung hitam ini hanya menginginkan kartu itu karena stiker hologramnya yang mengkilap. Kemudian, burung itu mengembalikan kartu tersebut ke pemiliknya.

Dilansir dari Science Alert, Kamis (10/05/2018), meski tidak benar-benar membeli tiket dengan kartu kredit itu, tapi video tersebut membuktikan bahwa gagak dapat dengan mudah memahami konsep barter.

Dalam video tersebut, gagak telah menunjukkan bahwa mereka bisa merenvakanakan masa depan dan barter untuk barang-barang yang mungkin diperlukan untuk memperoeh makanan berkualitas tinggi.

Fenomena semacam ini juga pernah menginspirasi Josh Klein, seorang penemu di AS untuk membuat mesin penjual makanan untuk burung gagak.

Mesin ini beroperasi dengan cara mengeluarkan kacang ketika burung memasukkan koin.

Gagasan awalnya adalah untuk melatih gagak liar untuk menemukan koin yang hilang dan ditukarkan dengan makanan.

Uniknya, cara Klein ini berhasil.

Tentu saja, sebelumnya, dasar-dasar penggunaan mesin ini telah diperlihatkan kepada burung gagak. Tapi ini menjadi sebuah bukti bahwa gagak liar bisa mengatasi masalah mereka sendiri.

Burung gagak bahkan mampu membuat alat sendiri dari tongkat untuk mendapatkan makanan yang sulit dijangkau dengan paruh mereka. Tak hanya itu, mereka menyimpan alat tersebut untuk dipergunakan lagi.

Dalam video tersebut memang tidak ada bukti yang menunjukkan gagak mengerti apa itu kartu kredit atau bagaimana mesin tiket bekerja.

Hanya saja, berdasarkan apa yang kita ketahui tentang kecerdasan gagak, tidak ada salahnya untuk mencoba mencari tahu.

Puluhan Burung Camar Mabuk

Para ahli dibuat terkejut dengan adanya laporan tentang puluhan burung camar laut tidak dapat terbang dan berperilaku seperti orang mabuk di Inggris.

 
Aktivis dari The Royal Society for Prevention of Cruelty to Animals (RSCPA) yang bermarkas di Inggris dan Wales, mengatakan, burung-burung tersebut mengalami keracunan limbah alkohol dari pabrik minuman keras lokal.

Mereka mencurigai, burung camar tersebut minum alkohol sisa yang dibuang di pantai lokal.

Dokter hewan dari RSPCA, David Couper, mengatakan, kondisi puluhan burung yang diselamatkan itu kondisinya memprihatinkan.

"Burung-burung tersebut tampak kebingungan dan sulit untuk berdiri tegak. Sejumlah video yang kami ambil menunjukkan kondisi salah satu burung yang mirip dengan perilaku seperti orang sedang mabuk berat," katanya.

Couper mengatakan, sebagian besar burung camar tersebut ditemukan di wilayah Devon dan wilayah Dorset di Inggris, dilansir dari UPI, Jumat (6/7/2018).

Sementara itu, enam petugas pemadam kebakaran mencoba menyelamatkan seekor burung camar yang panik dan terjatuh dari atap.

Saat hendak ditangkap, burung tersebut justru mencoba lari dan nyaris menabrak salah satu wajah petugas.

Setelah berhasil ditangkap, burung camar tersebut muntah yang disertai bau bir menyengat. 

Dalam sebuah penelitian tahun 2015, perilaku burung yang mabuk ternyata memiliki kemiripan dengan manusia. Misalnya, kicauannya tampak tenang tetapi perilakunya akan kacau.

Selain itu, para aktivis mengatakan bahwa burung-burung itu telah minum alkohol lebih banyak dari manusia. Bahkan, jumlah tersebut dianggap sudah berbahaya bagi manusia.

Ditambah lagi, burung-burung tersebut ternyata tidak ingin berhenti untuk minum alkohol kecuali ada yang bisa diminum.

Menariknya, burung-burung yang mabuk itu lebih bisa mengontrol diri daripada manusia saat terpengaruh alkohol, dikutip dari Techtimes, Sabtu (7/7/2018).

Meski begitu, RSPCA mendesak pabrik dan produsen alkohol untuk tidak membuang limbah alkohol ke lokasi yang jauh dari jangkauan hewan liar.

"Burung-burung ini jelas terpapar minuman keras saat mencari makan dan membuat mereka tersiksa karena pengaruh alkohol," kata Clara Scully, relawan dari RSPCA. Saat ini, pengalangan dana untuk menyelamatkan burung camar laut di Inggris terus digalakkan. *

Artikel ini telah dimuat di kompas.com dengan judul: Taman di Perancis Rekrut Burung sebagai Pemungut Sampah

Berita Terkini