Laporan wartawan Tribun Manado Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rayakan hari ulang tahun yang ke 57, Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut gelar seminar Manado bersyukur di Aula Kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Manado.
Ibadah di pimpin oleh pendeta Samson Dabbas dari Nigeria . Hal tersebut dilakukan karena dirinya tidak menginginkan sebuah pesta mewah, melainkan doa yang membawa berkat bagi lingkungan Pemkot Manado.
Kehadiran para pimpinan agama se Kota Manado menjadi sebuah suguhan spesial bagi orang nomor satu di Kota Manado ini. "Saya berharap seminar ini jadi berkat bagi warga kota manado,"kata Vecky.
Dirinya sempat kaget karena di depan panggung sudah tersedia kue ulang tahun yang bebentuk kemeja putih biru baju kebanggaan sebagai pemimpin kota. Dirinya tidak mengetahui jika sambutan tersebut seluar biasa itu. "Saya kira hanya seminar, kan tadi malam sudah rayakan saat ibadah KKR,"Kata Vecky.
Dirinya tidak mengiginkan perayaan yang megah, melainkan sebuah kebaktian pembangunan rohani. Apalagi bagi dia dampaknya luar biasa bagi banyak orang, dan positif bagi dirinya sebagai seorang pemimpin serta keluarganya. "Sepesialnya yaitu kehadiran Pendeta Samson yang banyak memberikan pesan postif pada saya,"katanya.
Kehadiran Pendeta ini memang sudah direncanakan ketika sehari sebelum dirinya dilantik. Saat itu bertemu di Gereja Bethani Wanea Plasa pada ibadah kerohanian. Dirinya menawari Pendeta untuk memimpin ibadah syukuran kembalinya dia ke posisi awal sebagai nahkoda Kota Manado. "Pendeta tepati janji, janjinya memimpin ibadah di hari ulang tahun saya,"kata Vecky.
Sementara itu Istrinya Paula Runtuwene mengatakan, suaminya lebih banyak mendapatkan kejutan di rumah oleh anak - anaknya. "Itu ide anak - anak saya, suami tidak mau menonjolkan hal - hal yang mewah,"kata Paula.
Paula mengakui suaminya seorang religius yang mengedepankan manat - amanat yang di berikan Tuhan untuk memimpin Kota Manado. Apalagi saat ini banyak yang lebih penting untuk dibenahi dibandingkan merayakan pesta besar. "Saya punya doa khusus bagi dia, dan itu hal yang paling spesial,"kata Paula.
Sementara itu Pendeta Samson Dabbas dalam khotbahnya menekan agar pemimpin itu berjalan seperti Yesus. Harus memimpin Kota Manado menjadi baru, bebas dari kejahatan, penuh kemakmuran, memunculkan perkembangan, dan penuh cinta kepada masyarakat. "Anda itu seumpama garam dunia, bisa membuat asin dan berguna bagi masyarakat,"ucap Pendeta menggunakan bahasa Inggris.
Jika itu terjadi hal yang manis akan dia dapatkan. Apalagi dirinya menginginkan seorang pemimpin mengikuti jalan Tuhan, karena dipilih untuk mengembalakan banyak orang ke jalan yang benar. "Setiap pemimpin hebat sebelumnya menjadi murid setia. Mereka dibentuk dan dipersiapkan untuk menjadi orang besar,"kata Pendeta.
Menurut Pendeta, pemimpin hebat itu seperti seorang Abraham, yang ditunjuk langsung oleh Tuhan untuk melanjutkan misinya karena punya kejujuran dan keadilan. Apalagi banyak dicontohkan ada pemimpin yang memulai sesuatu dengan baik tapi menutupnya dengan buruk, atau sebaliknya memulai dengan buruk dan menutupnya dengan baik. "Lupakan masa lalu, bekerja dalam kesatuan akan diberkati hingga berhasil. Masa depan lebih hebat dari masa lalu,"jelas Pendeta.
Mengakhiri ibadah ini, para kepala SKPD tampil didepan kemudian diberkati oleh Pendeta, dengan maksud agar tugas - tugas kedepan bisa berjalan dengan baik sesuai kehendak Tuhan. Kemudian ucapan selamat secara bergantian.
Baca tanpa iklan