TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ketua BPMS GMIM Pdt Dr Henny Weliam Boots Sumakul, ThM mengharapkan agar jemaat-jemaat menaruh perhatian dalam pembinaan dan pengembangan musik gerejawi.
"BPMJ bersama Pelsus dimintakan menganggarkan untuk pembinaan dan pengembangan musik gerejawi seperti mengikutsertakan pelatihan pemain piano, keyboard, prokantor, kantoria dan vokal," kata Sumakul kata memberi materi dalam Workshop Kesenian GMIM di Sion Matungkas, Wilayah Tatelu, Sabtu (14/3/2015).
Lebih lanjut Sumakul mengatakan setidaknya setiap jemaat memiliki lebih dari satu pemain piano, keyboard sehingga tidak terjadi saat ibadah pagi lagu-lagu diiringi dengan piano atau keyboard, kolintang, band sedangkan ibadah subuh tidak diiringi. "Jangan terkesan ibadah pagi mendapat perhatian padahal sama-sama ibadah. Puji-pujian menjadi bagian penting dalam peribadatan jemaat," katanya.
Workshop yang berlangsung tanggal 12-14 Maret 2015 diawali ibadah dipimpin Pdt Arthur Rumengan dan ibadah penutup Pdt Anthonius Dan Sompe, MTeol. Peserta mengakui keikutsertaan mereka sangat membrikan manfaat positif. Workshop ini dibuka Bupati Minut Sompie Singal MBA Kamis (12/3) dan ditutup Asisten Bend Komisi P/KB SG Pnt Ir Joppi Lengkong, Sabtu (14/3).
Selain Sumakul, 225 peserta dibekali fasilitator, yakni teolog dan pakar musik gerejawi, di antaranya, Pdt Arthur Rumengan, Pdt Dan Sompe, Prof Dr Perry Rumengan MSn, Dra RA Hartati MSn, Pnt Dr Meiny Kaunag, MPd, Drs Joppy Sajow, Ir Wenny Pantow, Ir James Paulus MSi dan Steven Damal.
Ketua Komisi P/KB GMIM, Pnt Stefanus Liow berharap akan semakin meningkatkan kualitas peribadatan, kualitas paduan suara, vokal grup dan penjurian festival makin profesional. "Semuanya demi terciptanya persekutuan, puji-pujian dan pelayanan berkualitas nan profesional," tukas Liow. (tribunmanado/fernando lumowa)
Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado online.
Baca tanpa iklan