TRIBUNMANADO.CO.ID- Indonesia Police Watch (IPW) mendesak pemerintah dan
Polri tegas memberantas narkoba. Ketua Presidium IPW Neta S Pane meminta
agar aparat tidak memberikan toleransi terhadap barang haram tersebut.
Hal itu berkaca pada kasus rencana pembunuhan terhadap Briptu Joko
Fabrianto di Pekanbaru, Riau pada 12 Novemver 2012. Diduga Joko hendak
dihabisi teman-temannya sesama polisi karena mengetahui jaringan narkoba
di lingkungan kepolisian.
"Kasus Pekanbaru menunjukkan
bahwa mafia narkoba sdh masuk megerogoti kalangan kepolisian, sampai
kemudian anggota polisi tega hendak menghabisi koleganya, sesama
polisi," kata Neta, Kamis (15/11/2012).
Neta mengatakan kasus
tersebut harus membuat pejabat kepolisian mewaspadai bahaya manuver para
mafia narkoba yg akan mengancam institusinya. Ia menuturkan dalam
pemberantasan mafia narkoba diperlujan langkah terpadu dan serius dari
pemerintah. "Para bandar harus dihukum berat. Terpidana mati narkoba
harus segera dieksekusi agar ada efek jera. Polisi-polisi yang terlibat
narkoba harus dihukum mati," katanya.
Neta meminta secara
berkala dilakukan tes urine di internal kepolisian. Polisi yang positif
narkoba, kata Neta, segera dipecat dan dijatuhi hukuman, termasuk
hukuman mati bagi yang terlibat dalam peredaranan narkoba.
"Polri jangan kompromi dengan anggotanya yang terlibat narkoba. Sikap
kompromi hanya akan membuat Polri dipecundangi dan digerogoti terus
menerus oleh mafia narkoba, yang akhirnya akan membuat sesama polisi
saling bantai seperti yang terjadi di Pekanbaru," tukasnya.
IPW: Polisi Terlibat Narkoba Harus Dihukum Mati
Editor: Andrew_Pattymahu
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Baca tanpa iklan