Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Program MBG Ringankan Orang Tua dan Bantu Anak Lebih Semangat Belajar

Program Makan Bergizi Gratis bantu ringankan rutinitas orang tua dan tingkatkan semangat belajar anak.

Penulis: Fransisca Andeska | Editor: Content Writer
Istimewa
MAKAN BERGIZI GRATIS - Anak-anak menikmati sajian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproses dengan standar kebersihan tinggi, mulai dari dapur hingga distribusi ke sekolah. Dengan menu bergizi yang hadir setiap hari, siswa lebih semangat belajar, tidak mudah lemas, sekaligus membantu meringankan pengeluaran dan rutinitas orang tua dalam menyiapkan bekal. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian dinanti-nanti oleh anak-anak setiap harinya. Sejak dini hari, relawan di dapur SPPG Purbalingga Wetan sudah menyiapkan hidangan untuk puluhan sekolah.

Dalam praktiknya, satu SPPG bisa melayani belasan sekolah sekaligus, dari TK sampai SMA. Proses memasak dimulai jauh sebelum matahari terbit, sekitar pukul 03.00 untuk kebutuhan TK dan SD, lalu berlanjut pukul 07.00 untuk jenjang SMP dan SMA. Ritme kerja ini berjalan setiap hari agar ribuan porsi makanan bisa sampai tepat waktu.

Dampak program ini pun makin terasa hingga ke rumah-rumah. Kepala SD Negeri 2 Purbalingga Wetan, Suparwoto, menyebutkan bahwa banyak orang tua kini merasa lebih ringan karena tidak perlu lagi menyiapkan bekal setiap pagi. Anak-anak yang sebelumnya sulit sarapan pun mulai terbiasa makan, bahkan lebih bersemangat berangkat sekolah.

“Anak-anak yang tadinya enggan sarapan, sekarang sudah terbiasa makan. Mereka jadi lebih semangat sekolah. Bagi orang tua, ini juga meringankan karena tidak harus lagi menyiapkan bekal setiap hari,” jelas Suparwoto.

Baca juga: Dapur MBG Gunakan AI dan Sistem Masak Massal, Pastikan Ribuan Porsi Makanan Siswa Aman & Higenis

Ia pun berharap program ini terus berlanjut dengan menu yang makin variatif biar selera makan anak makin naik dan kesehatan mereka makin meningkat.

Sementara itu di Bogor, kisah Reni (40), orang tua murid SDN Baranangsiang 01, menjadi cermin manfaat MBG dalam keseharian keluarga. Sejak MBG hadir, Reni tidak perlu lagi bangun subuh dan memasak bekal.

“(Sebelumnya) Aku bangun dari jam 4 harus masak nasi apa, kecuali kayak sarapan pagi. Makanya ini ada MBG, alhamdulillah, ngebantu gitu. Jadi lebih nyantai-nyantai, lebih ringan juga,” ujar Reni.

Ia pun bercerita bahwa perubahan itu membuat anaknya lebih antusias berangkat sekolah karena setiap hari mendapat makanan bergizi yang membuat tubuh tidak mudah lemas. Menurutnya, keberadaan menu makan siang yang rutin dan bergizi ikut mendorong semangat belajar anak di sekolah.

“Ada sih pengaruhnya, jadi anak juga kalau mau sekolah kan jadinya dia lebih semangat ya. Karena ada makan siang, nggak terlalu lemas lah gitu,” ucap Reni.

Tak hanya soal waktu, manfaatnya juga terasa di pengeluaran harian. Dengan makan siang gratis di sekolah, biaya untuk bekal dan jajan anak ikut terpangkas. Anak Reni pun kini cukup makan dari menu MBG tanpa perlu membeli jajanan tambahan.

“Kalau bagi saya ngebantu, ngebantu banget. Soalnya saya anak bukan cuma satu yang sekolah, jadi ngebantu banget kalau menurut saya. Jadi kita nggak dobel gitu, nggak harus di sekolah jajan, di rumah jajan, jadi jajannya cukup di rumah saja,” jelas Reni.

Senada dengan Reni, Agus (51) menambahkan bahwa program ini juga mengurangi total pengeluaran untuk jajan anak di sekolah.

“Ya setidaknya mengurangi jajan, lebih hemat. Jajan masih suka tapi paling yang di luar menu MBG seperti snack, wajar ya,” jelas Agus.

Melihat berbagai kisah dari lapangan, penerapan MBG bukan hanya tentang membagikan makanan gratis, tetapi membangun ekosistem yang lebih sehat, baik dari sisi proses maupun dampaknya ke keluarga. Standar dapur yang makin ketat, distribusi yang tertata, sampai perubahan nyata di rutinitas orang tua dan semangat belajar anak-anak, semuanya menunjukkan bahwa program ini bergerak ke arah yang lebih matang.

Harapannya, inovasi yang sudah berjalan di berbagai daerah terus diperluas agar semakin banyak siswa merasakan manfaat makan bergizi yang aman, higienis, dan konsisten setiap hari. Dengan begitu, tujuan besar MBG untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda bisa benar-benar terwujud.

Baca juga: Dari Pasar ke Dapur MBG: Kisah Pedagang Sayur Sukses Dapatkan Penghasilan Stabil

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved