Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Bahan di Manado

Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Pinasungkulan Manado Kamis 28 Agustus 2025

Sejumlah bahan seperti cabai rawit merah, cabai keriting, dan tomat alami penurunan harga.

Tayang:
Tribun Manado/Petrick Sasauw
HARGA BAHAN - Lapak pedagang di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (28/8/2025). Berikut daftar harga bahan pokok di Pasar Pinasungkulan Kamis 28 Agustus 2025. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut info harga bahan pokok di Pasar Karombasan, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (28/8/2025).

Sejumlah bahan seperti cabai rawit merah, cabai keriting, dan tomat alami penurunan harga.

Hal ini membawa sedikit angin segar bagi para pembeli.

Harga rata-rata cabai rawit merah turun dari Rp 46 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu per kilogram. 

Hal serupa terjadi pada cabai keriting, yang kini harganya stabil di Rp 24 ribu per kilogram, turun dari harga sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga tomat juga mengalami penurunan tipis dari Rp 6 ribu menjadi Rp 5 ribu per kilogram.

Menurut Burhan, salah satu penjual, penurunan harga cabe sedikit meningkatkan daya beli.

"Banyak orang yang beli, karena harganya lebih murah," kata dia saat di wawancara di lokasi pasar.

Menurutnya faktor harga cabe turun karena pasokan yang cukup melimpah dari petani.

Berikut daftar harga bahan pokok di Pasar Pinasungkulan Karombasan 28 Agustus 2025:

 * Beras premium: Rp 17 ribu

 * Beras medium: Rp 15 ribu

 * Jagung pipilan kering: Rp 8 ribu

 * Bawang merah: Rp 54 ribu

 * Bawang putih: Rp 38 ribu

 * Cabe rawit merah: Rp 45 ribu

 * Cabe keriting: Rp 24 ribu

 * Daging sapi: Rp 128 ribu

 * Daging ayam: Rp 34 ribu

 * Telur ayam: Rp 33 ribu

 * Minyak goreng kemasan (Minyak Kita): Rp 16 ribu per liter

 * Minyak goreng curah: Rp 16 ribu per liter dan Rp 20 ribu per kilogram

 * Gula pasir: Rp 20 ribu

 * Tepung terigu curah: Rp 10 ribu

 * Tepung kompas: Rp 12 ribu

 * Tepung gatot: Rp 12 ribu

 * Garam sawi: Rp 2 ribu per 200 gram

 * Tomat: Rp 5 ribu

 * Buncis: Rp 18 ribu

 * Kentang: Rp 18 ribu

 * Wortel: Rp 18 ribu

 * Kubis/kol: Rp 10 ribu per buah

 * Sawi putih: Rp 16 ribu per buah

 * Daun bawang: Rp 5 ribu per ikat

 * Ikan cakalang: Rp 30 ribu

 * Ikan oci/tude: Rp 33 ribu

 * Pangan lokal hewani (daging babi): Rp 90 ribu

Penyebab Harga Bahan Berubah

Harga bahan bisa berubah karena berbagai faktor ekonomi dan alam, seperti peningkatan permintaan (misalnya menjelang hari raya) dan penurunan penawaran (akibat cuaca ekstrem atau gangguan rantai pasokan) yang menyebabkan inflasi.

Selain itu, biaya produksi yang lebih tinggi (bahan baku, energi, tenaga kerja), fluktuasi nilai tukar, kebijakan pemerintah (pajak, subsidi, impor), serta kondisi ekonomi global juga memengaruhi harga bahan secara signifikan.  

Faktor Permintaan dan Penawaran

Peningkatan Permintaan:

Permintaan yang lebih tinggi dari kapasitas produksi dapat menyebabkan kenaikan harga, seperti yang terjadi menjelang hari besar keagamaan atau dalam periode tertentu seperti pemilu.  

Penurunan Penawaran:

Gangguan pasokan akibat cuaca ekstrem (seperti El Nino), bencana alam, kekurangan tenaga kerja, atau masalah logistik dapat mengurangi jumlah bahan yang tersedia di pasar, sehingga harganya naik.  

Biaya Produksi dan Distribusi  

Biaya Produksi:

Kenaikan harga bahan baku, pupuk, energi, dan upah tenaga kerja akan meningkatkan biaya produksi dan berdampak pada harga akhir produk di pasaran.

Biaya Transportasi:

Masalah dalam rantai distribusi atau peningkatan biaya bahan bakar dapat menyebabkan kenaikan harga bahan, terutama pada komoditas yang perlu didistribusikan jarak jauh.

Faktor Eksternal dan Kebijakan

Inflasi:

Tingkat inflasi yang tinggi secara umum akan mendorong kenaikan harga barang dan jasa, termasuk bahan baku.  

Perubahan Iklim:

Cuaca ekstrem dan perubahan iklim dapat mengganggu produksi pertanian, mengakibatkan penurunan pasokan dan lonjakan harga.  

Kebijakan Pemerintah:

Kebijakan seperti pembatasan impor, perubahan subsidi, pajak, atau regulasi lain dapat memengaruhi harga bahan.  

Nilai Tukar Mata Uang:

Pelemahan nilai mata uang lokal terhadap mata uang asing, seperti dolar AS, akan membuat harga bahan impor menjadi lebih mahal.  

Kondisi Ekonomi Global:

Harga beberapa komoditas, seperti gula, bisa dipengaruhi oleh kondisi di tingkat global, contohnya pembatasan ekspor dari negara produsen besar seperti India. 

(TribunManado.co.id/Pet)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved