Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minahasa Sulawesi Utara

Ini Daftar Nama 32 Paskibraka Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara

Berikut daftar nama 32 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Ventrico Nonutu
Diskominfo Minahasa
PASKIBRAKA - Sebanyak 32 Paskibraka dikukuhkan oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Senin (11/8/2025). Berikut daftar nama Paskibraka Kabupaten Minahasa. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut daftar nama 32 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Mereka dikukuhkan oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Senin (11/8/2025). 

Paskibraka Minahasa ini akan bertugas pada HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2025.

Siapa saja mereka?

Berikut selengkapnya:

1. Pritha Rantung

2. Joy Remanda Mawey

3. Queenaya Reshifa Saean

4. Syalomitha Yesiana Tinggogoy

5. Veronika Preyce M. Sondakh

6. Preysi Karunia Pesik

7. Natania Claresta Engka

8. Prayshe Emily Lengkong

9. Fansya Palit

10. Karunia Christania Rotti

11. Natasya Christiani Batas

12. Miravel Ferennike Mokoginta

13. Keytha Angelie Makarages

14. Queensi C. J. Korengkeng

15. Virsby Rahel A. Derek

16. Jasmine Agnes Kumontoy

17. Riedel Harley Ponto

18. Celose Vivo S. Mapaliey

19. Alvaro Samuel Nayoan

20. Efrael Yesyayahu Palit

21. Matthew S. Lombogia

22. Gracio Marvel Pondaag

23. Ripaldy Marfen Worang

24. Shordy Erland Maseou

25. Prilliant Sumarauw

26. Valen Crisatian Rono 

27. Praiseven D'wayne Paat 

28. Nabil Faturrahman Armen 

29. Gabriel Tualangi 

30. Muhammad Fadel Manti 

31. Zevillia Kaparang 

32. Ismail Rifki Tilola

Sejarah Paskibraka

Melansir kompas.com yang mengutip Lampiran I Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 14 Tahun 2017, Paskibraka memiliki sejarah panjang yang bermula dari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia berkumandang lalu dikibarkan kebangsaan yang dipimpin oleh Latief Hendraningrat.

Bahkan saat Ibu Kota Negara dipindah dari Jakarta ke Yogyakarta, Bendera Merah Putih tetap gagah berkibar.

Jelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-2, Presiden Soekarno memanggil ajudannya, Mayor (L) Husein Mutahar untuk mempersiapkan upacara kenegaraan.

Upacara sedianya dilakukan di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta pada 17 Agustus 1946.

Mayor Husein Mutahar kemudian berpikir bahwa pengibaran Bendera Pusaka sebaiknya dilakukan oleh anak muda untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa.

Kemudian ditunjuk 5 orang, yang terdiri dari 3 pemuda dan 2 pemudi sebagai perwakilan daerah yang akan mengibarkan Bendera Pusaka pada saat upacara tersebut.

Selepas upacara tersebut yaitu tanggal 19 Desember 1948, meletuslah Agresi Militer II dimana Mayor Husein Mutahar dipercaya untuk menyimpan Bendera Pusaka.

Karena berhasil menjaga Bendera Pusaka, Mayor Husein Mutahar kemudian diganjar Bintang Maha Putera pada tahun 1961.

Kemudian pada 1967, Mayor Husein Mutahar dipanggil Presiden Soeharto untuk menangani kegiatan pengibaran Bendera Pusaka.

Dengan pengalaman saat pengibaran di Yogyakarta, dibentuklah 3 kelompok formasi pengibaran 17-8-45 yang merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI.

Pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1967, dilakukanlah pengibaran dengan formasi tersebut dengan melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan anggota Pandu/Pramuka.

Baru pada tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar Bendera Pusaka mulai dilakukan oleh para pemuda utusan provinsi.

Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh eks-anggota pasukan tahun 1967.

Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar Bendera Pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja putra dan putri.

Panggilan yang digunakan untuk petugas pengibar Bendera Pusaka dari tahun 1967 - 1972 adalah Pasukan Pengerek Bendera Pusaka.

Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan akronim untuk Paskibraka, yaitu PAS berasal dari pasukan, KIB berasal dari kibar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendera, dan KA berarti Pusaka.

Mulai saat itu, anggota pengibar Bendera Pusaka disebut dengan Paskibraka.

(TribunManado.co.id)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved