Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Amsal 14:34-35, Hidup Benar dan Berakal Budi
Sebab semua anak bangsa, terutama pemimpin bangsa terus berjuang dan menerapkan kebenaran dan keadilan, maka damai dan sejahteralah bangsa kita.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul hidup benar dan berakal budi.
Bacaan Alkitab diambil dalam Amsal 14:34-35.
Di bulan Agustus ini, bangsa kita tercinta sedang memperingati dan merayakan hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yang ke 80 tahun, pada 17 Agustus.
Baca juga: Renungan Harian Kristen 1 Samuel 26: 1-25, Merdeka dari Ajudan Sesat
Para pejuang atau pahlawan kusuma bangsa telah mengorbankan segalanya agar negeri kita berdiri sendiri, berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya.
Bangsa kita berdiri di atas kaki sendiri, terbebas dari penjajahan.
Di atas kemerdekaan inilah bangsa ini harus dibangun dalam kebenaran dan keadilan menurut hukum atau peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam sistim hukum dan ketatanegaraan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
Dalam banyak kesempatan, anak bangsa terus menyuaraka pentingnya mengedepankan kebenaran dan menegakkan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebab semua anak bangsa, terutama pemimpin bangsa terus berjuang dan menerapkan kebenaran dan keadilan, maka damai dan sejahteralah bangsa kita.
Ya, kita semua dituntut untuk menyatakan kebenaran dan tidak membelokkan yang salah sebagai kebenaran dan menjadikan keadilan sebagai tameng pelindung kejahatan.
Raja Salomo memiliki kesaksian ketika menjadi seorang raja berhikmat yang disegani segala bangsa di zamannya, bahwa jika raja atau para pemimpin bangsa berlaku benar dengan menegakkan keadilan dan hukum sesuai kebenarannya, maka bangsa itu akan menjadi bangsa yang besar dan terhormat.
Sebaliknya, jika pemimpin dan rakyatnya mengabaikan kebenaran dengan membenarkan yang salah yakni melakukan kejahatan, maka itu akan menjadi noda bagi bangsa.
Hal ini akan menghilangkan rasa percaya rakyat kepada pemimpin dan membuat bangsa itu dipandang rendah, karena suka mempermainkan kebenaran.
Sebab menurut Salomo, jika raja dan pemimpinnya bertindak bijaksana, menggunakan akal budinya dengan melakukan yang baik dan benar, itu mendatangkan ketenteraman dan kenyamanan bagi seluruh rakyatnya dan bangsa itu dihargai serta dihormati oleh bangsa-bangsa lain.
Sebab lebih baik seorang hamba yang berakal budi dari pada seseorang yang congkak dan membuat malu. Sebab itu merusakkan dirinya sendiri dan membuat dia menderita oleh perbuatannya itu.
Jadi raja Salomo mengingatkan semua orang, tak terkecuali para pemimpin bangsa untuk hidup dalam kebenaran dan menggunakan akal Budi dalam prilaku hidupnya setiap hari.
Orang yang hidup benar, Allah berkenan memberkati, dan meninggikan derajat atau kehormatan kepadanya, termasuk kepada bangsa yang dipimpinnya.
Tetapi siapapun yang hidup berkanjang dalam dosa, menanggung noda dan kehinaan di antara sesamanya dan binasa dalam kekekalan.
Tegas bahwa untuk suatu bangsa diberkati, maka pemimpin dan rakyatnya harus hidup dalam kebenaran dan menggunakan akal Budi, kebijaksanaan dan hikmat.
Jangan bebal dan fasik, sebab itu menghancurkan nama baik bangsa sendiri termasuk diri sendiri.
Orang bebal akan menanggung akibatnya, baik dari pemimpin atau pemerintahnya, maupun ganjaran dari Allah setimpal dengan kesalahan, kebebalan dan kebodohannya.
Suatu bangsa akan menjadi besar dan termasyur jika pemimpin dan rakyatnya hidup dalam kebenaran dan akal budi yang baik, sehingga mereka akan menuai kasih karunia dari Allah dan penghormatan dari bangsa atau orang lain.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.
Raja berkenan kepada hamba yang berakal budi, tetapi kemarahannya menimpa orang yang membuat malu." (ay 34-35)
Sahabat Kristus, kita tentu tidak ingin hidup menanggung noda dan celaan dari orang lain.
Maka jauhilah dosa perbuatan bebal fasik dan segala kejahatan dalam bentuk apapun. Hilangkan dari hati, pikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan kita.
Tetapi hendaklah kita sebagai warga negara yang baik maupun pemimpin yang baik, hidup dalam kebenaran dan akal budi yang baik dalam Tuhan.
Hiduplah dalam kebenaran, dengan akal budi, hikmat dan kebijaksanaan dalam Tuhan. Ini adalah jaminan keamanan, kenyamanan dan kedamaian serta mengalirnya kasih karunia berlimpah dari Tuhan untuk kita, dan keselamatan kekal menjadi milik kita.
Terpujilah nama Tuhan Yesus Kristus kekal selamanya. Amin
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Threads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Pakatuan Wo Pakalawiren, Renungan Lansia GMIM 17-23 Mei 2026, Takhtamu Ya Allah Tetap Selamanya |
|
|---|
| Bina Remaja GMIM, Renungan 17-23 Mei 2026, Ibrani 1:5-14, Takhtamu Ya Allah Tetap Untuk Seterusnya |
|
|---|
| Pelita, Renungan P/KB GMIM 17-23 Mei 2026, Ibrani 1:5-14, Takhtamu Ya Allah Tetap Untuk Seterusnya |
|
|---|
| Upus Ni Mama, Renungan W/KI GMIM 17-23 Mei 2026, Takhtamu Ya Allah Tetap Untuk Selamanya |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Sabtu 16 Mei 2026, 1 Korintus 2:1-5, Iman Berdiri di Atas Kekuatan Allah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Alkitab-drgregher.jpg)