Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Obor Pemuda GMIM, Renungan Selasa 29 Juli 2025, 2 Tesalonika 1:4-5, Bermegah

Obor Pemuda GMIM, renungan Selasa 29 Juli 2025. Pembacaan alkitab terdapat pada 2 Tesalonika 1:4-5.

Editor: Chintya Rantung
Chintya Rantung/Tribun Manado
OBOR PEMUDA GMIM - Renungan Selasa 29 Juli 2025. Pembacaan alkitab terdapat pada 2 Tesalonika 1:4-5. Tema perenungan adalah Bermegah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Obor Pemuda GMIM, renungan Selasa 29 Juli 2025.

Pembacaan alkitab terdapat pada 2 Tesalonika 1:4-5.

Tema perenungan adalah Bermegah.

Khotbah:

Ada beberapa pertanyaan yang muncul dari jemaat termasuk tentu para pemuda tentang keberadaan aras wilayah di teritori pelayanan GMIM.

Ada orang berpikir sebaiknya aras pelayanan dari jemaat langsung ke Sinode saja. Padahal salah satu maksud dibentuk wilayah se GMIM untuk membuat jemaat seputaran yang dekat secara jarak semakin mengenal dan erat persatuannya.

Di lain pihak, keberadaan wilayah membuat jemaat-jemaat se-wilayah berkegiatan pelayanan bersama dan saling berbagi pelayanan dan tentu saja keteladanan, berlomba-lomba untuk pelayanan yang baik.

Kepada jemaat di sekitaran Tesalonika, mungkin menunjuk pada jemaat Akhaya dan Makedonia, Paulus bermegah tentang jemaat Tesalonika.

Bermegah menurut Paulus ialah dengan senang hati ia menghargai jemaat Tesalonika dan berbicara yang baik tentang mereka, tentu pertama- tama untuk kemuliaan Allah dan selanjutnya untuk menggairahkan dan membesarkan hati jemaat Tesalonika.

Paulus bermegah karena ketabahan dan juga iman jemaat Tesalonika yang malah semakin bertambah dalam segala penganiayaan dan penindasan yang mereka derita.

Ketabahan itu membuahkan pekerjaan yang sempurna ketika ketabahan itu meluas dalam segala pencobaan. 

Ada banyak penganiayaan yang harus ditanggung oleh jemaat demi kebenaran. Mereka juga menghadapi berbagai kesukaran di dalam kehidupan yang penuh kesukaran.

Namun mereka menanggung semua ini dengan iman yang melihat Dia, Tuhan Yesus Kristus. Mereka menanggungnya dengan ketabahan bukan dengan sungut-sungut. Teladan ini menguatkan jemaat di sekitarnya. Jemaat akan berlomba-lomba untuk kebaikan dan kekudusan di hadapan Tuhan.

Dalam pelayanan bersama dengan jemaat di sekitar termasuk dalam lingkup wilayah, lomba-lomba yang sering diadakan haruslah membuat semua termotivasi untuk memuliakan Tuhan.

Jangan sebaliknya, kegiatan gereja yang dilombakan antar jemaat, membuat perpecahan dan malah merenggangkan satu dengan yang lain.

Kita belajar melalui jemaat Tesalonika bahwa teladan yang baik seharusnya menyemangati yang lain. Amin.

Sumber: sobatobor.com

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved