Sulut Maju

Warga Pulau Gangga Senang Listrik 1x24 Jam Segera Hadir: Terima Kasih Banyak Pak Gubernur Sulut YSK

(Dok: Istimewa)
APRESIASI: Andre Daniel salah satu perwakilan masyarakat Pulau Gangga saat bertemu Gubernu Sulut Yulius Selvanus Komaling. Warga Pulau Gangga kini berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena sudah mendengar setiap doa masyarakat terlebih doa untuk supply listrik 1x24 jam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Upaya Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menghadirkan listrik 24 jam penuh di Pulau Gangga, Minahasa Utara, Sulut mendapat apresiasi dari masyarakat.

Pasalnya, kebutuhan listrik ini telah menjadi kerinduan lama dari masyarakat setempat.

Andre Daniel salah satu perwakilan masyarakat Pulau Gangga sangat berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena sudah mendengar setiap doa masyarakat terlebih doa untuk supply listrik 1x24 jam.

"Masyarakat sangat berterima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara Bapak Yulius Selvanus Komaling yang sudah sangat peduli dengan keadaan masyarakat kepulauan terlebih Pulau Gangga," jelasnya

Selain itu katanya, ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada Pimpinan PLN Wilayah Sulutenggo Darmawan Prasodjo dan Tim PLN yang sudah menyetujui dan membantu dalam proses instalasi supply listrik 1x24 jam.

"Terima kasih kepada semua pihak baik Forkopimda Pemprov Sulut, pihak TNI dan Porli yang terlibat dalam proses ini," jelasnya 

APRESIASI: Andre Daniel salah satu perwakilan masyarakat Pulau Gangga saat bertemu Gubernu Sulut Yulius Selvanus Komaling. Warga Pulau Gangga kini berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena sudah mendengar setiap doa masyarakat terlebih doa untuk supply listrik 1x24 jam.
APRESIASI: Andre Daniel salah satu perwakilan masyarakat Pulau Gangga saat bertemu Gubernu Sulut Yulius Selvanus Komaling. Warga Pulau Gangga kini berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena sudah mendengar setiap doa masyarakat terlebih doa untuk supply listrik 1x24 jam. ((Dok: Istimewa))

Ia juga berterima kasih kepada semua media.

"Terlebih khusus kepada pihak Media Tribun Manado yang selalu mensupport pemberitaan yang ada, sukses selalu," jelasnya

Dia pun berharap masyarakat agar pasokan listrik 1x24 jam dapat direalisasikan secepatnya.

"Harapan masyarakat agar Pak Gubernur Yulius Selvanus Komaling dapat mengunjungi Desa Gangga Satu. Terimakasih dan Tuhan Memberkati Torang Semua," jelasnya

YSK memastikan masyarakat nelayan yang baru-baru ini berjasa dalam penyelamatan korban tragedi KM Barcelona 5A itu akan segera menikmati listrik 24 jam penuh. 

Janji ini bukan datang tanpa alasan, melainkan berawal dari keberanian warga yang rela mengorbankan waktu, tenaga dan nyawa demi menolong sesama.

“Awalnya saya ingin memberikan penghargaan kepada mereka yang sudah menolong korban KM Barcelona 5A. Mereka berjasa besar. Tapi kemudian saya menerima surat terbuka dari warga, yang meminta sesuatu yang lebih berarti bagi kehidupan mereka, listrik 24 jam,” ungkap Gubernur YSK saat ditemui usai koordinasi dengan GM PLN Suluttenggo, Rabh 23 Juli 2025.

Permintaan tulus itu mengubah arah kebijakan. 

Bukan sekadar piagam penghargaan, pemerintah memilih menghadirkan sesuatu yang benar-benar akan mengubah kehidupan masyarakat nelayan di sekitar pulau gangga. 

Setelah berkoordinasi dengan General Manager PLN Suluttenggo, Gubernur YSK memastikan pasokan listrik 24 jam akan terwujud sebelum 17 Agustus.

“Masyarakat Pulau Gangga dan Talise akan terang benderang. Pemerintah provinsi akan mendukung penuh prosesnya,” tegas Gubernur YSK.

Bagi warga, janji ini bukan sekadar fasilitas, tapi bentuk penghargaan sejati. Listrik 24 jam akan membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kualitas hidup para masyarakat nelayan.

"Jadi apa yang diinginkan masyarakat kami akan dengar, dan kami berikan sesuai keinginan masyarakat," jelas Gubernur YSK.

Keluh Kesah Warga Pulau Gangga Minut: Listrik Hanya 12 Jam, Hasil Laut Terpaksa Dijual Murah

Musibah terbakarnya KM Barcelona VA di Perairan Talise, Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara, Minggu (20/7/2025) lalu, membuka mata dan telinga publik akan pergumulan masyarakat di Pulau Gangga dan Pulau Talise.

Bertahun-tahun, masyarakat di dua pulau ini akrab dengan layanan listrik terbatas.

Hanya 12 jam setiap hari.

Terbatasnya listrik membuat masyarakat tak bisa memaksimalkan potensi ekonomi yang dimiliki.

Christian Aroh, warga Desa Gangga I, Kecamatan Likupang Barat, mengungkapkan bahwa selama ini mereka hanya menikmati listrik 12 jam sehari.

"Dari jam 1 siang sampai 1 malam. Setelah itu mati (padam), " kata Aroh kepada Tribunmanado, Kamis (24/7/2025).

Katanya, karena kondisi tersebut masyarakat Gangga yang sebagian besar nelayan tak bisa memaksimalkan potensi ekonomi yang ada. 

Mereka tak bisa menahan ikan tangkapan dalam waktu yang lama karena tidak adanya cold storage.

"Karena tidak ada es, ikan harus segera dijual. Sebagian besar ke Likupang. Harga murah kasiang dorang (mereka) jual di Likupang. Sebab tidak bisa disimpan lama," jelas sosok yang diketahui menjabat sebagai Perangkat Desa Gangga I.

Persoalan lainnya, kata Aroh, sulitnya mendapatkan bahan bakar.

Sebagian besar nelayan mengakses BBM ke Likupang. 

"Kalaupun ada 13 ribu per liter, itu pun jarang," katanya. 

Diungkapkannya, karena listrik yang terbatas aktivitas masyarakat juga terbatas.

Misalnya kegiatan pelayanan publik, seperti administrasi kependudukan, tidak bisa maksimal karena listrik baru menyala jam 1 siang. 

Ia menyebut pihaknya sudah beberapa kali bermohon ke PLN UID Suluttenggo terkait masalah listrik ini.

"Kami sudah pernah menyampaikan permohonan tapi ditolak dengan alasan untung rugi," ungkap Christian. 

Mewakili masyarakat Gangga, ia berharap Gubernur Sulawesi Utara memperhatikan suara masyarakat di pulau-pulau kecil. 

Selain Gangga, kondisi serupa juga berlaku di Pulau Talise dan Pulau Mantehage yang berdekatan. (ren/ndo)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.