Sulut Maju
Gubernur Sulut YSK Temui Anak Kembar Korban Selamat KM Barcelona, Mereka Berani Loncat ke Laut
MANADO, TRIBUN - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK) menyambut kedatangan ratusan penumpang, KM Barcelona VA yang tiba di Pelabuhan Manado, Minggu (20/7/2025) sekira Pukul 20.55 Wita.
Para penumpang ini adalah korban selamat pada kecelakaan KM Barcelona.
Kapal motor tersebut terbakar di Perairan Pulau Talise, Minahasa Utara (Minut) pada Minggu (20/7/2025) siang.
Saat kapal pengangkut para korban akhirnya sandar di dermaga Pelabuhan Manado, Tangis dan pelukan pecah.
Para penumpang yang sebagian besar kelelahan dan trauma langsung diarahkan ke ruang tunggu untuk menerima makanan, pakaian dan penanganan medis.
YSK menyapa satu per satu korban, dari anak-anak hingga orang tua, menepuk bahu mereka, mendengarkan cerita singkat tentang perjuangan bertahan hidup di laut, dan memberikan penguatan.
“Kami pemerintah akan fokus mengevakuasi, mengurus mereka yang meninggal, serta memulihkan kondisi mental dan trauma korban. Ada yang masih terpisah dari keluarga, jadi prioritas kami adalah menyatukan mereka dan memastikan semua dalam keadaan aman," ujar YSK.
Menurut data sementara, 198 korban selamat telah dievakuasi ke Manado, sementara tiga korban meninggal dunia sedang dibawa untuk penanganan lebih lanjut.
Di antara kerumunan, Hendrika seorang ibu asal Pulau Merampit, Talaud, memeluk erat kedua anak kembarnya, Rani dan Rini.
Mereka menjadi saksi hidup betapa maut begitu dekat saat kapal KM Barcelona VA terbakar saat itu.
“Saya bersama dua anak saya hanya dapat satu pelampung. Mereka berpegangan pada saya saat melompat ke laut. Kami terapung sekitar 15 menit sebelum diselamatkan kapal lain,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.
“Saya bersyukur Tuhan menolong kami. Dan perhatian Gubernur YSK yang menunggu kami sampai tiba di pelabuhan membuat kami merasa tidak sendirian menghadapi musibah ini. Perhatian pemerintah kepada kami sungguh luar biasa sehingga kami sangat bersyukur di tengah musibah ini Kasih Tuhan terus menolong kami," tukasnya bersyukur.
Malam itu, Pelabuhan Manado menjadi saksi kepedulian seorang pemimpin yang enggan pulang sebelum memastikan warganya aman.
Bagi para korban, perhatian dan kehadiran Gubernur YSK bukan sekadar formalitas, tetapi penguatan nyata di tengah trauma. (Ren)
Kronologis dan Data Korban
Kapal Motor (KM) Barcelona 5 rute Manado - Talaud, Sulawesi Utara, terbakar, Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 12.00 WITA
Sejumlah penumpang sedang makan siang saat kebakaran. Api diduga bermula dari salah satu kamar penumpang.
KM Barcelona 5 berangkat dari Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, menuju Pelabuhan Manado, Minggu (20/7/2025) dini hari.
Kapal sempat singgah di Pelabuhan Lirung untuk memuat penumpang lainnya. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Manado sekira pukul 02.00 Wita.
Saat terbakar, kapal tersebut berada di perairan antara Pulau Talise dan Pulau Gangga, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Berjarak kurang lebih 60 km dari Pelabuhan Manado.
Jumlah penumpang KM Barcelona 5 masih simpang siur. Awalnya disebut membawa sekitar 280 penumpang.
Namun berdasarkan jumlah korban yang dievakuasi, diperkirakan jumlah penumpang lebih 400 orang.
Di Pelabuhan Serei, Bakamla RI mencatat 293 penumpang dievakuasi.
Di Pelabuhan Munte, tercatat 87 korban dievakuasi dengan selamat.
Sedangkan di Pelabuhan Manado, sekitar 150 orang dievakuasi langsung oleh pihak KM Barcelona.
Evakuasi dilakukan oleh unsur gabungan. Terdiri atas Bakamla, Basarnas, Kodim Bitung, Koramil Likupang, Polsek Likupang, Brimob Polda Sulut serta warga Pulau Talise dan Pulau Gangga yang menjadi sukarelawan.
*Korban Meninggal*
Hingga berita ini dimuat, ada tiga korban meninggal yakni:
1. Asna Lapae (50), perempuan
2. Zakaria Tindiuling, laki-laki
3. Juliana Humulung (40)
Semuanya berstatus pasien rujukan yang sedianya akan dibawa berobat ke Kota Manado. Satu di antaranya sedang hamil.
Penumpang lainnya selamat. Saat kapal terbakar, para penumpang masih sempat mengenakan live jacket. Lalu melompat ke laut.
Tim evakuasi kemudian bergerak ke lokasi kejadian membantu menyelamatkan korban.
Sebagian lainnya dibantu warga sekitar Pulau Talise dan Pulau Gangga.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling menegaskan bahwa Pemprov Sulut menyiagakan fasilitas kesehatan seperti ambulans dan rumah sakit di setiap posko evakuasi.
"Masyarakat Sulawesi Utara berdukacita atas peristiwa ini," ujar YSK yang langsung ke posko evakuasi korban KM Barcelona 5. (*)