Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Beras

Daftar Harga Beras di Manado Sulut, Semua Jenis Naik, Jadi Segini

Berikut ini daftar harga beras di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mulai naik

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Erlina Langi
Dok. Tribun Manado/Edi
HARGA BERAS - Illustrasi harga beras. Daftar harga beras di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (3/7/2025) naik 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini daftar harga beras di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (3/7/2025).

Beberapa waktu terakhir ini, harga beras mulai naik.

Seorang penjual mengakui harga beras melonjak.

"Rata rata naik Rp 1000, bahkan ada yang naik Rp 1500," kata dia.

Sebut dia, kenaikan tersebut sudah sejak beberapa pekan lalu.

Kendati naik, ujar dia, minat pembeli tak surut.

"Kalau pembeli biasa saja, tak ada penurunan," katanya.

Amatan Tribunmanado.com, Kamis (3/7/2025) di Pasar Bersehati, harga beras semua jenis naik.

Daftar harga beras di salah satu stand yang menjual beras

- Harga beras Membrano kota super Rp 16.500

- Kemudian Serayu kota super Rp 16.500

- Superwin kota super Rp 16.500.

- Sementara beras jenis Sultan dijual seharga Rp 16.000. 

- Begitupun Superwin, Membramo dan Serayu.

- Dia stand lainnya, beras jenis Dua Merpati dijual seharga Rp 17.000.

- Sedang beras pulo Rp 18.000.

Donald salah satu pembeli mengeluhkan tingginya harga beras.

"Beras terus saja naik, sudah beberapa pekan ini terus naik," kata dia.

Meski demikian, dirinya tidak membatasi konsumsi beras.

Namun ia berharap agar harganya tidak terus baik. (Art)

Daftar harga beras di Fresmart per Kamis (3/7/2025)

Dua Merpati Beras 5 Kg: Rp. 83.490

Jeruk Long Grain Beras 5 Kg: Rp. 82.190

Fortune Long Grain Beras Premium 5 Kg: Rp. 82 190

Sania Long Beras Premium 5 Kg: Rp. 74.590

Bunaken Indah Long Grain Beras Premium Skg: Rp. 81.590 (Lin)

Penjelasan Aprindo soal Kenaikan Harga Beras

Harga beras di Manado, Sulawesi Utara melambung. 

Saat ini harga sudah di atas Rp 80 ribu untuk kemasan 5 kg. 

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sulawesi Utara angkat bicara soal kenaikan harga beras

Ketua DPD Aprindo Sulawesi Utara, Robert Nayoan mengungkapkan, tren kenaikan harga beras sudah berlangsung sejak awal Juni.

Harga beras mengalami kenaikan  bertahap. 

Katanya, peritel melakukan penyesuaian harga ke konsumen karena mengikuti harga dari pemasok beras. 

"Kami  tidak mungkin menjual dgn harga HET yang ditetapkan pemerintah karena harga masuk (HPP) sudah lebih tinggi dari HET," kata Najoan kepada Tribunmanado.com, Selasa (01/7/2025) 

Dengan kondisi yang ada saat ini, Aprindo punya dua pilihan, yakni pertama menjual dengan HET tapi karena pemasok tidak mengikuti HET, stok beras akan kosong. 

Kedua, menjual sesuai harga pasar agar barang tetap tersedia dan dapat diakses masyarakat. 

"Jika memaksakan ikut HET, ritel akan membatasi stok karena HPP tinggi dan itu bisa menimbukan gejolak di tengah masyarakat," ujarnya lagi. 

Karena itu, Aprindo menilai perlu ada komunikasi dan langkah nyata para pihak menghadapi kenaikan harga beras ini.

Para pihak perlu duduk semeja ditengahi oleh regulator, akar masalahnya di mana. 

"Bisa ditanyakan ke pemasok kenapa harga naik, beras diambil dari produsen siapa. Kenapa harga naik sepihak dan seterusnya sampai jalur distribusi paling bawah, yakni petani," jelasnya. (Ndo)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved