Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Kisah Para Rasul 9:36-43, Post Mortem Apostolus

Saat pemakaman, sambutan dari pimpinan tempat beliau bekerja (tidak seiman) sangat mengejutkan dan mengharukan.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Meta AI
ALKITAB: Ilustrasi Alkitab. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul post mortem apostolus.

Bacaan Alkitab diambil dalam Kisah Para Rasul 9:36-43.

Renungan diambil dalam moment of inspiration LPMI.

Baca juga: Renungan Harian Kristen 2 Timotius 3:15, Sola Scriptura dan Sola Fide

“Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.” (Kisah Para Rasul 9:40)

Seorang majelis gereja di sebuah desa wafat.

Saat pemakaman, sambutan dari pimpinan tempat beliau bekerja (tidak seiman) sangat mengejutkan dan mengharukan.

“Kami mengucapkan turut berdukacita dan menyampaikan penghargaan sekaligus keprihatinan.

Penghargaan karena almarhum adalah pribadi yang penuh dedikasi dan jujur.

Keprihatinan, karena sulit menemukan pengganti beliau yang penuh integritas di bidang keuangan.”

Meskipun kematian tiba, namun kesaksian anak Tuhan akan terus bergema.

Dalam kisah di atas, kita melihat kematian dan kebangkitan Tabita yang istimewa.

Setelah semua prosesi dijalankan, jenazah justru ditempatkan di lantai atas yang biasanya adalah aula untuk persekutuan para murid (ay 37 b).

Penempatan jenazah dan pemanggilan rasul Petrus ke Yope adalah indikasi harapan imaniah para murid di Yope agar ada mujizat (ay 38 b).

Saat itu para janda menunjukkan hasil karya pelayanan Tabita pada Petrus (ay 39 b).

Petrus memerintahkan mengosongkan lantai atas untuk berlutut berdoa, akhirnya Tuhan mendengar dan Tabita hidup kembali (ay 40).

Mujizat ini menguatkan iman para murid.

Tuhan pun memperluas dampaknya untuk hal yang lebih besar, yaitu seluruh Yope mendengar Injil dan banyak orang menjadi percaya (ay 42).

Inilah Post Mortem Apostolus, karya kerasulan (Petrus) paska kematian Tabita.

Dia dihidupkan lagi oleh Tuhan, dan hal itu memberikan dampak spiritual yang luas.

Kitapun memiliki peluang yang sama dengan Tabita untuk melihat dan mengalami karya keselamatan Allah.

Saat bertekun untuk memberikan yang terbaik pada-Nya melalui kapasitas dan kompetensi kita, Tuhan berkuasa melipatgandakan dampak karya itu untuk kemuliaan Nama-Nya.

Tuhan mengubah banyak jiwa yang antipati pada Kabar Baik akan menjadi netral dan yang hatinya netral makin terbuka pada Kristus.

Kiranya Tuhan berkenan mengerjakan perkara besar melalui hidup dan profesi kita, walaupun sangat sederhana. 

Inspirasi: Hendaklah seluruh proses kehidupan sampai Tuhan memanggil kita pulang ke sorga, karya kita diberkati bagi kemuliaan nama-Nya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved