Sulut Maju

YSK Dukung 3 Atlet Hapkido, Siap Raih Medali Emas dan Harumkan Sulawesi Utara

Rhendi Umar/Tribun Manado
PRESTASI - Tiga atlet Hapkido Sulut Karin Tanwijaya, Kezia Tesalonika Umboh, dan Andreas Waturandang bertemu Gubernur Sulut YSK di Lantai 6 Kantor Gubernur Sulut. Ketiga atlet sebut siap raih medali emas dan harumkan Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sulawesi Utara kembali mengukir prestasi gemilang di panggung internasional. 

Tiga atlet Hapkido Sulut Karin Tanwijaya, Kezia Tesalonika Umboh, dan Andreas Waturandang sukses meraih medali emas dalam Southeast Asia Hapkido Championship 2025 yang digelar di Yogyakarta dan diikuti oleh 14 negara.

Karin tampil mencengangkan dengan menumbangkan dua juara PON XXI Aceh 2024, sementara Kezia tampil dominan menaklukkan atlet Malaysia dan Thailand dengan skor telak. 

Andreas menghadirkan partai paling dramatis saat menyingkirkan atlet Thailand dengan skor tipis, sebelum akhirnya menghabisi wakil Kamboja di final dengan skor 17–1.

Prestasi ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK), yang menyambut ketiga atlet di Kantor Gubernur, Kamis 26 Juni 2025.

Usai bertemu, Andreas menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Gubernur YSK.

"Kita disambut dengan baik oleh pak Gubernur Sulut dan mendapat dukungan penuh kedepan. Pesan pak Gubernur, tetap berlatih secara disiplin agar lebih berkembang. Target saya kedepan ada di kejuaraan dunia, juga tentunya PON selanjutnya di NTT dan NTB," ungkapnya saat diwawancarai.

Sementara itu, Plt Kepala BPSDM Audy Pangemanan yang juga Ketua Cabor Hapkido Sulut menegaskan bahwa dukungan Gubernur bukan sebatas moral, karena beliau juga merupakan Pembina Hapkido Pusat.

"Support dari pak Gubernur sangat luar biasa dan untuk diketahui pak gubernur juga merupakan pembina Hapkido pusat. sehingga ini peluang besar bagi semua atlit Hapkido agar tetap semangat dan rajin berlatih untuk lebih berprestasi kedepan," katanya.

Ia menambahkan, target kedepan ketiga atlit ada di kejuaraan Asia dan kejuaraan dunia.

"Semoga ini bisa membawa nama Sulut ke tingkat nasional dan internasional, karena kita semua orang Sulut adalah petarung," tukasnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa Sulut bukan hanya mampu bersaing, tapi juga mendominasi di arena internasional membuktikan semboyan bahwa masyarakat Sulut adalah petarung sejati. (Ren)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.