Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Akitab

Bacaan Alkitab Keluaran 17:1-7, Renungan: Kalau Ada Damai Sejahtera

Satu hal yang sangat serius apabila bawahan sampai berani adu mulut dengan pimpinannya.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Istimewa
ALKITAB: Ilustrasi Alkitab. Bacaan Alkitab Keluaran 17:1-7 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bacaan Alkitab kali ini diambil dalam Kitab Keluaran 17:1-7.

Renungannya berjudul kalau ada damai sejahtera.

Diambil dalam buku moment of inspiration LPMI.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Keluaran 15:22-27, Kalau Ada Sukacita

“Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: “Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum.”

Tetapi Musa berkata kepada mereka: “ Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai Tuhan?” (Keluaran 17:2)

Pertengkaran yang ada di sinetron sangat berbeda dengan kehidupan nyata.

Pertengkaran di sinetron dapat diprogram, sementara di dunia real itu spontan bersifat natural.

Satu hal yang sangat serius apabila bawahan sampai berani adu mulut dengan pimpinannya.

Tetapi haruskah itu terjadi pada orang yang hatinya dipenuhi damai sejahtera?

Eirene adalah kata Yunani yang berarti damai sejahtera.

Yang ironis ada banyak orang bernama Eirene tetapi tidak ada damai sejahtera, bahkan mereka tidak tahu arti namanya itu.

Begitu pula orang sering menyebutkan Syalom (kata Ibraninya damai sejahtera), namun hati mereka penuh kekecewaan dan kekacauan.

Secara manusia, mungkin Musa sering mengeluh juga, betapa beratnya memikul tanggung jawab pelayanannya.

Dia tentu berusaha agar bersikap tenang dan damai di dalam situasi yang bergejolak itu.

Namun tampaknya ia terpancing juga dengan sikap mereka.

Membina kelompok kecil saya, dua tiga orang, harus belajar tahan diri menghadapi beragam karakter.

Apalagi Musa, menangani jutaan orang, tiap hari rasanya damai sejahtera itu pergi menjauh, kecuali kejengkelan yang bercokol di hati.

Maka sering orang berkata, “Lebih gampang berkhotbah di depan seribu orang (mass evangelism), daripada mengajar dua tiga orang yang tidak disiplin dan suka melawan.

Namun bagaimanapun, seorang pemimpin akan terus menjaga hatinya, karena dari situ akan terpancar kehidupan yang penuh damai sejahtera (Amsal 4:23).

Allah berjanji pada umat Israel memberi mereka damai sejahtera (Bilangan 6:26).

Bahkan damai sejahtera Kristus itu perlu menempati posisi ‘memerintah’ di hati kita (Kolose 3:15).

Seorang hamba Tuhan menyebut damai sejahtera itu sebagai ketenangan kasih.

Kita tidak pernah lupa gambaran lingkaran kanan, dalam Empat Hukum Rohani bukan?

Kalau Kristus yang bertahta, hasilnya adalah keserasian dengan rencana Allah (cf. Yohanes 14:27).

Lingkaran mana yang mencerminkan kehidupan kita?

Inspirasi: Exodus bagi Israel, lepas dari genggaman tangan Firaun.

Exodus bagi kita berarti keluar dari atmosfir ketegangan, untuk menikmati ketenangan dan keharmonisan di dalam Dia.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved