Breaking News
Minggu, 31 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut, 2 Remaja Putri Tewas, Motor Tabrak Mobil Muatan Besi

Terjadi kecelakaan maut di wilayah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh pada hari Minggu malam.

Tayang:
Prohaba.co
KECELAKAAN MAUT: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dusun Gabungan, Gampong Tampak, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Di tempat inilah terjadi kecelakaan tunggal yang menyebabkan tewasnya dua remaja putri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di wilayah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh pada hari Minggu malam.

Insiden nahas itu melibatkan kendaraan truk dengan sepeda motor.

Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan 2 orang tewas.

Baca juga: Kecelakaan Maut, Kakak Adik dan Keponakan Tewas, Motor Ditabrak Mobil

Musibah kecelakaan merupakan suatu insiden yang dihindari semua orang.

Untuk itu diimbau agar selalu waspada dan berhati-hati ketika berkendara di jalan raya.

Patuhi peraturan yang telah ditetapkan pihak berwajib dan taati rambu-rambu lalu lintas.

Jangan lupa untuk selalu menjaga keselamatan bersama agar terhindar dari marabahaya.

Dua siswi SMA di Kabupaten Aceh Timur, Salsa Aulia Putri (18) dan Nabila Putri (19) yang mengendarai sepeda motor meninggal dunia usai menabrak dari belakang mobil Daihatsu Hiline yang bermuatan besi.

Kecelakaan yang dialami dua remaja putri, warga Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, itu diduga karena kurangnya penerangan lampu jalan dan tidak adanya tanda peringatan dari mobil Daihatsu Hiline yang sedang parkir di badan jalan tersebut.

Kecelakaan tragis itu terjadi di jalan lintas Kampung Beusa-Lokop, tepatnya di Dusun Gabungan, Gampong Tampak, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 21.00 WIB.

Berdasarkan laporan yang diterima Prohaba, Senin (12/5/2025), Salsa mengendarai sepmor Yamaha NMAX BL 3915 DBF dengan membonceng Nabila.

Keduanya diketahui tidak mengenakan helm saat kejadian dan belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Sementara itu, mobil barang Daihatsu Hiline tanpa nomor polisi yang membawa muatan pipa besi diketahui dalam kondisi rusak dan terparkir di badan jalan tanpa menyalakan lampu hazard.

Selain itu, sopirnya juga tidak memasang rambu-rambu peringatan.

Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Mahyudin (44), seorang petani asal Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Sepmor yang melaju dari arah Lokop menuju Gampong Beusa itu langsung menabrak bagian belakang mobil barang tersebut.

“Pengendara tewas di tempat akibat luka berat di bagian kepala, sedangkan orang yang bonceng sempat dibawa ke Puskesmas Ranto Peureulak.

Namun, korban meninggal dalam perjalanan karena luka berat di bagian dada,” ungkap Kombes Pol M Iqbal Alqudusyi, Dir Lantas Polda Aceh, dalam laporan resminya.

Saat ini pihak kepolisian dari satlantas Aceh Timur sedang melakukan penyelidikan terkait kecelakaan yang menewaskan dua remaja putri berstatus siswi tersebut.

Sopir lari

Sementara itu, sopir mobil Daihatsu Hiline, Mahyudin (44), warga Kecamatan Peureulak, kabur seusai mobilnya yang bermuatan besi ditabrak dari belakang oleh dua pelajar yang naik sepmor, pada Minggu (11/5/2025) malam.

Kedua pelajar itu masing-masing bernama Salsa Aulia Putri (18) dan Nabila Putri (19).

Musibah itu terjadi di Gampong Tampak, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, pada Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. 

Kasat Lantas Aceh Timur, AKP Hardi SH menerangkan bahwa sopir mobil barang itu langsung meninggalkan lokasi dengan meninggalkan mobil yang dia kemudikan, tanpa memberikan bantuan kepada kedua korban.

“Sedangkan kondisi mobil Daihatsu Hiline itu tidak mengalami kerusakan,” ungkapnya. 

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksisaksi, dan mengamankan barang bukti berupa kedua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan.

Kerugian materiel dalam insiden ini ditaksir mencapai Rp10 juta.

Saat ini, kasus kecelakaan lalu lintas tersebut masih dalam penanganan Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Timur untuk proses hukum lebih lanjut.

Pihak Satlantas juga sudah mendatangi rumah Mahyudin untuk dimintai keterangan, tetapi ia tidak ditemukan di rumahnya.

“Kami akan mencoba melakukan pemanggilan lagi,” ujarnya.

10 Cara Menghindari Kecelakaan Saat Berkendara

Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya.

1. Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.

2. Kurangi potensi distraksi saat berkendara.

3. Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.

4. Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah pindah jalur.

5. Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.

6. Antisipasi blindspot pada kendaraan.

7. Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.

8. Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.

9. Jangan lawan arus.

10. Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.

(Prohaba.co)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

Kecelakaan Lalu Lintas Lainnya

WA TribunManado.co.id : KLIK

Tayang di Prohaba.co

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved