Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Kerja

Polisi Ungkap Penyebab Seorang Tukang Bangunan di Manado Sulawesi Utara Bisa Terjatuh hingga Tewas

Insiden ini terjadi di lokasi pembangunan gedung di Kelurahan Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 14.30 Wita.

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
Polsek Mapanget
KECELAKAAN KERJA - Kecelakaan kerja terjadi di lokasi pembangunan gedung usaha di Kelurahan Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 14.30 Wita. Korbannya berinisial RB (59).  

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang pria berinisial (RB) (59) asal Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, mengalami kecelakaan kerja.

Insiden ini terjadi di lokasi pembangunan gedung di Kelurahan Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 14.30 Wita.

Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono mengungkapkan korban diketahui bekerja sebagai tukang bangunan di proyek milik JRS yang sedang membangun bengkel suku cadang.

Diduga kuat korban tersengat aliran listrik sebelum akhirnya jatuh dari ketinggian hingga tewas.

Hal itu dikuatkan dengan keterangan saksi mata, lelaki NM (35), yang juga merupakan rekan kerja korban, saat kejadian mereka sedang memasang atap spandek di bagian depan bangunan.

Korban RB saat itu berada di sisi kiri atap yang berdekatan dengan jaringan gardu listrik bertegangan tinggi. 

Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah gardu, disusul dengan jatuhnya korban ke lantai dengan posisi kepala membentur permukaan keras.

"Saksi bersama para pekerja lainnya segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS Sentra Medika Minahasa Utara.

Namun sayangnya, sesampainya di rumah sakit, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia," jelas Iptu Agus, Rabu (7/5/2025).

Polsek Mapanget yang menerima laporan langsung mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pengumpulan keterangan dari para saksi, serta memeriksa kondisi korban di rumah sakit. 

"Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan pihak kepolisian telah membuat administrasi penolakan autopsi sesuai prosedur," pungkasnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>

Simak Berita di Google News Tribun Manado di sini >>>

Baca Berita Update TribunManado.co.id di sini >>> 

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved