Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Paskah di Sulut

Perayaan Paskah Berpotensi Jadi Wisata Berkelanjutan di Sulawesi Utara, Ini Alasannya 

Perayaan Paskah di Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Minahasa, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata berkelanjutan.

Tribun Manado
POTENSI - Teddy Tandaju, Business Coach sekaligus Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika De La Salle Manado. Menurut Teddy, momen Paskah di Minahasa menawarkan keunikan yang jarang ditemukan di daerah lain di Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perayaan Paskah di Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Minahasa, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata berkelanjutan.

Hal ini disampaikan oleh Teddy Tandaju, Business Coach sekaligus Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika De La Salle Manado.

Menurut Teddy, momen Paskah di Minahasa menawarkan keunikan yang jarang ditemukan di daerah lain di Indonesia. 

Selain perayaan liturgi di gereja, berbagai denominasi gereja juga menggelar atraksi budaya.

Seperti pembangunan taman-taman Paskah miniatur yang menggambarkan perjalanan Yesus Kristus selama Pekan Suci, pawai, lomba seni, olahraga, hingga pertunjukan Jalan Salib hidup.

“Ini merupakan potensi wisata alternatif yang dapat menarik kunjungan turis lokal, nasional, bahkan internasional,” kata Teddy, Senin (21/4/2025).

Ia menambahkan, kreativitas jemaat dalam mendekorasi taman Getsemani, bukit Golgota, hingga kubur kosong dengan pencahayaan warna-warni menciptakan daya tarik visual tersendiri, terutama saat malam hari. 

Atraksi ini disebut dapat memperkaya destinasi wisata Sulawesi Utara yang selama ini lebih dikenal lewat wisata bahari seperti Bunaken.

Selain itu, fenomena sosial seperti memadainya gereja-gereja saat Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah) hingga Paskah, serta tradisi berpakaian khusus ke gereja, menurut Teddy, dapat menjadi bagian dari paket wisata berbasis budaya dan religi.

Ia juga menyoroti adanya peluang untuk menggabungkan fenomena alam bulan purnama yang kerap terjadi selama masa Paskah dengan konsep festival, serupa dengan "Mooncake Festival" dalam tradisi Tionghoa.

Teddy mengusulkan agar pemerintah daerah, pelaku wisata, serta pemangku kepentingan lainnya mengembangkan program "Visit Sulawesi Utara – Special Easter Time" untuk mempromosikan momen Paskah sebagai atraksi wisata tahunan. 

Ia menekankan pentingnya sinergi antar stakeholder dan strategi komunikasi pemasaran yang efektif untuk menjangkau pasar wisatawan.

“Ini peluang besar untuk membentuk new branding pariwisata Sulawesi Utara, sekaligus menggerakkan Community Based Tourism berbasis kearifan lokal,” ujar Teddy.

Perayaan Paskah di Minahasa berlangsung dalam rentang waktu cukup panjang, mulai dari Rabu Abu, Tri Hari Suci, hingga beberapa minggu setelah Hari Paskah

Tradisi ini dinilai dapat mendukung pengembangan wisata berkelanjutan di Sulawesi Utara.

(TribunManado.co.id/Pet)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved