Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tren Penipuan Sepatu Kets yang Perlu Diwaspadai

Merek sepatu kets populer seperti Under Armour dan Nike mengandalkan penjualan yang kuat untuk rilis terbaru seperti warna Curry 12 'Spark' .

Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Reuters/Edgar Su
PENJUALAN - Ilustrasi penjualan sepatu. Merek sepatu kets populer seperti Under Armour dan Nike mengandalkan penjualan yang kuat untuk rilis terbaru seperti warna Curry 12 'Spark'. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Merek sepatu kets populer seperti Under Armour dan Nike mengandalkan penjualan yang kuat untuk rilis terbaru seperti warna Curry 12 'Spark' (untuk menghormati perjalanan Steph yang terkenal sebagai juara bersama Davidson College) dan Air Jordan 1 Low klasik dalam warna biru UNC Tar Heel.

Rilisan baru dan edisi khusus merupakan peristiwa besar dalam jagat sepatu kets, baik bagi para penggemar berat maupun konsumen umum yang terobsesi melacak tanggal rilis dan ketersediaan, mengantre bermil-mil untuk mendapatkan produk baru, dan membayar harga premium untuk model dan warna edisi terbatas. Sayangnya, rilisan sepatu kets baru juga bisa menjadi keuntungan besar bagi para penipu yang mendapat untung dari pasar penjualan kembali sepatu kets.

Prospek untuk mendapatkan sepatu edisi terbatas baru-baru ini memicu aksi kejahatan lama di Amerika Barat. Dalam serangkaian setidaknya 10 pencurian kereta api sejak Maret tahun lalu, para penjahat berhasil membawa lari hampir 2 juta dolar dalam bentuk sepatu olahraga yang didambakan, termasuk ribuan pasang model sepatu kets yang belum dirilis.

Kurang berani tetapi sama-sama mengganggu bagi para pengecer, kerumunan yang tidak tertib dan penjual kembali yang tidak diinginkan terkadang memerlukan intervensi penegakan hukum seperti yang dilaporkan pada peluncuran Bode x Nike Astro Grabbers yang sangat dinantikan musim semi lalu.

Tanggal peluncuran yang besar secara daring dapat memicu lonjakan besar dalam penipuan. Analisis data transaksi Riskified menunjukkan bahwa peluncuran sepatu kets NBA All-Star pada akhir pekan menciptakan puncak penipuan, dengan upaya penipuan meningkat +41 persen dibandingkan dengan rata-rata tahunan.

Penyalahgunaan edisi terbatas sangat menantang bagi pedagang daring karena penipu dapat menggunakan bot dan pengambilalihan akun (ATO) untuk melakukan pembelian ilegal berskala besar.

Pengembalian replika sepatu kets palsu juga telah menjadi skema umum, yang memaksa pedagang untuk melakukan verifikasi yang memakan waktu lama untuk mengonfirmasi keaslian produk.

Baik pencurian itu terjadi secara daring, di dalam toko, atau saat dalam perjalanan, penjahat yang menjual kembali sepatu kets dengan harga tinggi merampas barang yang diinginkan pelanggan sah, mengambil keuntungan dari kantong pengecer, dan merusak reputasi merek.

Sayangnya, masalah ini tidak kunjung hilang. Pasar sepatu kets terus berkembang dan beragam, dengan semakin banyaknya merek yang kini dianggap sebagai mode, bukan sekadar alas kaki. Para penipu juga semakin canggih, dan mereka memiliki akses yang belum pernah ada sebelumnya ke sumber daya dan panduan daring untuk mendapatkan uang dari sepatu kets curian atau menjual sepatu palsu.

Dengan pasar penjualan kembali yang berkembang pesat dan menguntungkan, industri sepatu kets secara konsisten merupakan bagian yang paling berisiko dari perdagangan elektronik fesyen dalam hal penipuan. Penipuan sepatu kets mengikis profitabilitas pedagang, reputasi merek, dan kepercayaan pelanggan, serta menghambat peluang penjualan utama seperti March Madness dan final NBA. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved