Jumat, 15 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadhan 2025

Keistimewaan Bulan Ramadhan : Meraih Ampunan dan Keberkahan Ilahi

Berpuasa akan memberi manfaat yang banyak ketika dilakukan dengan tepat, bukan sekedar menahan lapar dan haus saja.

Tayang:
Kolase/Tribunmanado.co.id
PROF. Dr. ANDI M. IDRIS TUNRU, M.Ag. 

Oleh:

PROF. Dr. ANDI M. IDRIS TUNRU, M.Ag.
Ketua KKT-Jeneponto/WKT. KKSS
Dosen IAIN Manado

BULAN Ramadhan adalah bulan yang Istimewa, mulia dan agung. Keistimewaan bulan ramdhan dibandingkan dengan bulan lainnya memiliki keunikan dan makna yang sangat tinggi.

Nilai yang Istimewa dalam kehidupan adalah kesehatan, ampunan dari kesalahan termasuk dosa, juga dapat menjadi orang tajir (kaya) dan sukses sesuai petunjuk agama.  

Beberapa penelitian menemukan bahwa rutin berpuasa dapat meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan risiko penyakit jantung koroner, dan dapat membantu menurunkan tekanan darah, dan kadar kolesterol.

Berpuasa akan memberi manfaat yang banyak ketika dilakukan dengan tepat, bukan sekedar menahan lapar dan haus saja.

Ibadah puasa menjadi kebutuhan dalam hidup kita mesti diimbangi dengan berolahraga dan tidak hanya tidur saja.

Keistimewaan bulan suci ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Manusia tidak pernah lupa dan lupuk dari kesalahan.

Kesalahan yang dilakukan  bahkan dosa, inilah yang membuat kehidupan ini terganggu  dan tidak waras.

Memasuki bulan suci ramadhan mari kita tingkatkan ibadah kita dari tahun ke tahun dan berdoa meminta ampunan atas dosa-dosa yang telah kita perbuat.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang merugi. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Sungguh celaka seorang yang berjumpa dengan bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan itu berakhir dalam keadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala belum mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Tirmidzi)

Keistimewaan Bulan suci Ramadhan membuat manusia menjadi tajir (kaya) dan sukses.

Puasa mendidik manusia untuk menahan diri untuk makan, minum dan melakukan hubungan dengan istri yang halal sesuai petunjuk agama.

Semua nikmat yang diberikan Allah SWT. kepada manusia hanya sedikit, yang sedikit inilah yang patut dsyukuri. Bentuk rasa Syukur untuk menjadi orang tajir (kaya) dan sukses adalah bersedekah (memberi), tidak dapat dikatakan kaya tanpa mengkayakan orang lain dan tidak dapat disebut orang sukses tanpa mensukseskan orang lain.

Pesan Ramdhan ini, luar biasa, karena usia menusia punya limit/batas, semakin tua kita semakin lemah, begitu pentingnya generasi kedepan sebagai pelanjut untuk diberi perhatian dalam pendidikan, dikader dan dibesarkan Yakini Andalah yang sukses dan  terstimewa kedepan.

Secara akademik, Bulan Ramadhan  memiliki nilai-nilai yang lebih istimewa dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain.

Mengapa Bulan Ramadhan dinamai bulan istimewa atau tertinggi? Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang kesembilan pada bulan Qamariyah. Dalam hukum  matematika, angka tertinggi adalah angka 9 (sembilan).

Setelah Ramadhan diiringi dengan bulan syawal atau bulan kesepuluh. Angka sepuluh merupakan kesempurnaan, itulah sebabnya umat Islam seluruh penjuru dunia mengomandangkan takbir Allahu akbar 3X pada bulan Syawal yang merupakan bulan kemenangan dan saling memaafkan diantara umat manusia sungguh sangat paripurna. 

Bulan Ramadhan senantiasa dirindukan kedatangannya dan tidak ingin dilepas kepergiannya. Bulan Ramadhan adalah bulan yang oleh Rasulullah dalam sabdanya disebut sebagai شهرعظيم dan شهر مبارك. Mengapa Rasulullah menyebutnya dengan dua nama itu.

Kata “azhim” dapat diartikan dengan “yang agung, yang mulia, dan yang memiliki darajat yang tinggi dan istimewa”, sedangkan “mubarak”, dapat diartikan dengan “yang penuh keberkatan dan penuh kebesaran”, karena sesuatu yang dikatakan berkah adalah sesuatu yang menurut pandangan mata kita adalah kecil, tetapi mempunyai nilai yang amat besar; menurut penilaian kita tidak bermakna, tetapi menurut pandangan dan penilaian Allah SWT adalah besar. Keberkahan yaitu sesuatu yang menurut bentuknya kecil, tetapi manfaat, pengaruh, dan dampaknya sangat istimewa.

Mari kita lihat di mana keistimewaan, keagungan dan keberkatan bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan disebut bulan yang istimewa karena di dalamnya terdapat banyak keutamaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan yang lain.

Di dalam bulan ramadhan kita melaksanakan puasa wajib selama sebulan penuh, di dalam bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk abadi bagi kaum muslimin, Khusus di dalam bulan Ramadhan terdapat sebuah malam, yang disebut lailatul qadar, khusus di dalam bulan Ramadhan terdapat shalat tarawih, dan di dalam bulan Ramadhan kita diwajibkan membayar zakat.

Bulan Ramadhan memiliki tiga keistimewaan, yaitu bulan yang pada awalnya Allah menurunkan rahmat-Nya kepada mereka yang berpuasa, pada pertengahannya Allah memberikan pengampunan atas segala dosa mereka, dan pada akhirnya Allah membebaskan mereka dari siksaan api neraka.

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan karena hanya di dalam bulan ini sesuatu amal ditingkatkan derajatnya lebih tinggi dibandingkan dengan amalan yang sama yang dilakukan di bulan-bulan lain selain bulan Ramadhan.

Sebuah amalan sunnat yang dilakukan pada bulan ini nilainya sama dengan amalan wajib yang dilaksanakan di bulan-bulan lain, sebuah amalan wajib yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan nilainya dibandrol sama dengan 70 puluh kali amalan yang sama di luar bulan Ramadhan.

Amalan ibadah yang dilakukan pada malam qadar nilainya dibandrol sama dengan amalan yang sama yang dilakukan selama seribu bulan (setara dengan 83 tahun 4 bulan).

Memberikan makan pembuka puasa kepada orang yang berpuasa pahalanya akan diambil 100 persen dari pahala orang yang diberikan makan itu, tanpa dikurangi sedikit pun dari 100 persen pahala yang seharusnya didapatkan oleh yang diberi makan itu.  

Disamping keistimewaan di atas, kita bisa melihat lagi kemuliaan  bulan Ramadhan yang lain yaitu: 

1. Kejujuran, bulan puasa merupakan bulan kejujuran karena sangat personality (pribadi) tidak boleh dusta karena seluruh ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadhan hanya Allah-lah yang dapat mengetahui termasuk berpuasa.

Apakah kita termasuk orang yang telah menunaikan ibadah puasa yang sesungguhnya (jujur). Orang yang jujur selalu mendapat ketenangan dalam hidupnya dan dirindukan oleh Allah SWT. Lebih-lebih lagi manusia. Dan itu telah di contohkan oleh Rasulullah SAW. 

Orang yang jujur selalu menyelesaikan masalah sesuai hukum-hukum agama. Sebaliknya orang yang dusta selalu mendapat kesusahan sepanjang hidupnya termasuk di hari kemudian (akhirat), karena selalu menyalahi hukum-hukum agama dan alam baik dalam dirinya termasuk lingkungan sosialnya. 

2. Tanggung Jawab, puasa ditunaikan sebulan penuh maka manusia beriman wajib bertanggung jawab menunaikan ibadah tersebut. Artinya puasa adalah amanah Allah yang harus kita laksanakan sebulan penuh secara bertanggung jawab. Kita tidak boleh satu hari bahkan setengah hari untuk tidak berpuasa. Dengan rasa tanggung jawab kita kerjakan puasa sesuai dengan tuntunan agama karena puasa itu tidak saja menahan diri dari makan dan minum pada waktu siang hari tetapi juga menahan diri untuk tidak melakukan kebohongan, kedustaan, mencela dan sebagainya karena perbuatan ini bisa membatalkan pahala puasa kita. 

3. Jiwa Pemaaf. Dalam bulan suci Ramadhan Allah Swt. Memaafkan dosa-dosa hambanya yang sungguh-sungguh bertobat. Dengan jiwa pemaaf seseorang yang berpuasa akan selalu bersedia memberi maaf dan menghapus luka-luka di hatinya.

4. Semangat Kebersamaan. Dalam Bulan suci ramadhan ini umat Islam didik untuk menunaikan ibadah secara bersama-sama yang tidak didapatkan pada bulan lain, seperti buka puasa tidak boleh dimajukan atau diundur, harus tepat waktu dan ditunaikan secara berbarengan atau sama-sama. Allah Swt. menyenangi dan mencintai hamba-hambanya yang rukun, kerja sama yang baik dalam rangka memajukan Islam.

Dengan keistimewaan bulan ramadhan tersebut maka dapat dipahami bahwa melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan merupakan suatu metode pelatihan untuk pengendalian diri yang bertujuan untuk meraih ampunan dan keberkahan Ilahi dalam hidup ini.

Keberkahan ini selalu dirindukan oleh manusia yang membawa efek dalam  kehidupan yang  lebih aman, nyaman, damai tentaram dan bahagia bersama keluarga, tetangga, dan handaitolan.

Puasa yang baik akan memelihara diri, keluarga,  dan asset kita  sehingga kehidupan yang kita Jalani selalu berada di Jalan Tol dengan Cahaya Ilahi.

Dengan Keistimewaan Ramadhan kita dapat tingkatkan kualitas keimanan, ketaqwaan dan keilmuan sesuai petunjuk al -Qur’an sehingga kehidupan ini lebih tercerahkan dan bermakna dengan membawa efek dalam memajukan kota Manado khususnya dan Sulawesi Utara pada umumnya menjadi kota sentra peradaban manusia yang religious. Wallahu ‘alam bishawab. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved