Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan di Bolmong

Sosok Taufik Lukum, Pengacara Asal Manado Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tuyat Bolmong

Taufik Lukum warga Manado yang tewas kecelakaan di Bolmong Sulut dikenal sebagai sosok yang baik hati dan mudah bersosialisasi dengan siapa saja.

|
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
Istimewa
LAKA LANTAS: Taufik Lakum salah satu korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Desa Tuyat, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Selasa (25/2/2025). Taufik Lakum dalam kesehariannya dikenal sebagai seorang pengacara. Ia dikenal baik dan suka bersosialisasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Taufik Lukum adalah salah satu korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Desa Tuyat, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Selasa (25/2/2025).

Insiden yang melibatkan mobil pick-up dan truk tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Sementara enam orang lainnya yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke RSUP Prof. Kandou untuk mendapatkan perawatan.

Taufik diketahui merupakan seorang advokat yang tinggal di Kelurahan Banjer, Kecamatan Tikala, Kota Manado.

Ia dikenal sebagai pribadi yang baik dan sering membantu banyak orang.

Seperti yang diungkapkan oleh Inar, salah satu keluarga almarhum.

"Dia bekerja sebagai pengacara dan memang sering membantu orang," ujar Inar saat ditemui di rumah duka pada Rabu (26/2/2025).

Menurut Inar, Taufik adalah sosok yang sangat baik hati dan mudah bersosialisasi dengan siapa saja.

"Hari ini, teman-teman sesama advokatnya datang berkunjung ke rumah duka," tambahnya.

Meskipun keluarga sangat terpukul dengan kejadian ini, mereka berusaha untuk menerima kenyataan dan mengikhlaskan.

"Kami harus belajar ikhlas. Semoga semuanya bisa dilewati dengan sabar," pungkasnya.

Kesaksian Korban Selamat

Salah satu di antara korban selamat kecelakaan maut di Desa Tuyat, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, bernama Anto Uli (46) menceritakan detik-detik sebelum peristiwa nahas itu terjadi.

Anto mengatakan, rombongan mereka berjumlah sembilan orang dan berangkat dari Gorontalo menuju Kota Manado menggunakan mobil pick-up. 

Sebelumnya, saat perjalanan dari Manado ke Gorontalo, ia yang mengemudikan kendaraan hingga sampai di tujuan. 

Anto mengaku sudah terbiasa mengemudi jarak jauh antarprovinsi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved