Breaking News
Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Paus Fransiskus Sakit

Isi Pesan Paus Fransiskus yang Dikirimkan dari Rumah Sakit, Minta Umat Mendoakannya

Dalam penanganan intensif, Paus Fransiskus mengirimkan pesan dari rumah sakit, yang dirilis oleh Vatikan pada Minggu (23/2/2025).

Tayang:
HO/Wartakota
PAUS FRANSISKUS SAKIT: Isi Pesan Paus Fransiskus yang Dikirimkan dari Rumah Sakit, Minta Umat Mendoakannya. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Vatikan pada Minggu (23/2/2025), Paus Fransiskus sedang dirawat di rumah sakit setelah mengalami masalah kesehatan yang memerlukan oksigen beraliran tinggi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Paus Fransiskus saat ini dalam kondisi sakit. 

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Vatikan pada Minggu (23/2/2025), Paus Fransiskus sedang dirawat di rumah sakit setelah mengalami masalah kesehatan yang memerlukan oksigen beraliran tinggi.

Meskipun demikian, sumber-sumber Vatikan menyebutkan bahwa kondisi beliau tidak mengalami krisis lebih lanjut.

Paus tetap sadar, makan secara normal, dan uji klinis sedang dilakukan untuk memantau kondisinya lebih lanjut.

Baca juga: Kondisi Terkini Paus Fransiskus Diungkap Vatikan: Bapa Suci Tetap Waspada

Dalam penanganan intensif, Paus Fransiskus mengirimkan pesan dari rumah sakit, yang dirilis oleh Vatikan pada Minggu (23/2/2025).

Sumber-sumber Vatikan yang dikutip Sky News menyatakan bahwa Sri Paus masih membutuhkan oksigen beraliran tinggi, namun tidak mengalami krisis lebih lanjut.

Pemimpin Gereja Katolik sejak 2013 itu juga makan secara normal, dan uji klinis sedang dilakukan untuk memastikan kondisinya.

Selama lebih dari seminggu, Paus berusia 88 tahun itu dirawat di rumah sakit Gemelli, Roma, untuk mendapatkan perawatan pneumonia dan bronkitis kronis.

Pagi ini waktu setempat, Vatikan menyampaikan pemberitahuan terbaru bahwa Paus menjalani malam yang tenang.

Ia tidak bisa memimpin doa Angelus untuk dua pekan beruntun karena sedang beristirahat, katanya.

Sebagai gantinya, Bapa Suci menyiapkan kata-kata untuk dibacakan saat doa Angelus Minggu dikumandangkan.

"Saya dengan yakin melanjutkan perawatan di Rumah Sakit Gemelli, menjalani perawatan yang diperlukan; dan beristirahat sebagai bagian dari terapi," tulisnya, dikutip dari Sky News.

"Saya dengan tulus berterima kasih kepada para dokter dan petugas kesehatan di rumah sakit ini atas perhatian yang mereka berikan kepada saya, dan dedikasi mereka dalam melayani orang sakit," lanjutnya, dalam pesan yang dikirim dari RS.

"Dalam beberapa hari terakhir saya menerima banyak pesan kasih sayang, dan saya secara khusus terharu oleh surat-surat dan gambar-gambar dari anak-anak."

"Terima kasih atas kedekatan ini, dan atas doa-doa penghiburan yang saya terima dari seluruh dunia! Saya mempercayakan kalian semua kepada perantaraan Maria, dan saya meminta kalian untuk mendoakan saya."

Menurut sumber-sumber Vatikan, pesan itu ditulis selama beberapa hari terakhir.

Pada Sabtu (22/2/2025) malam, Vatikan mengatakan bahwa Paus berada dalam kondisi kritis setelah krisis pernapasan berkepanjangan, sehingga membutuhkan aliran oksigen tinggi.

Ia juga menjalani transfusi darah setelah tes menunjukkan trombositopenia, yang berhubungan dengan anemia.

Jutaan orang di seluruh dunia khawatir dengan kesehatan Paus yang semakin memburuk. Kondisinya menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan pengunduran dirinya. Vatikan belum mengomentari hal tersebut.

Dokter pada Jumat (21/2/2025) mengatakan, Paus asal Argentina itu belum pulih dari bahaya, dan diperkirakan akan tetap di RS setidaknya seminggu lagi.

Adapun Paus Fransiskus memiliki riwayat penyakit pernapasan. Sebagian paru-parunya diangkat akibat radang selaput dada saat masih muda.

Ia juga pernah mengalami pneumonia akut pada 2023.

Masuk RS karena Bronkitis

Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit karena infeksi saluran pernapasan, sehingga tak bisa memimpin doa Angelus mingguan setelah misa Minggu (16/2/2025).

Sri Paus masuk RS Gemelli di Roma sejak Jumat (14/2/2025). Keesokan harinya, Vatikan menyampaikan bahwa kondisinya membaik.

Namun, oleh karena kambuhnya bronkitis yang diderita Paus berusia 88 tahun itu, kebaktian untuk Sabtu dan Minggu harus dibatalkan.

"Paus Fransiskus beristirahat sepanjang malam ini. Ia tidak menunjukkan gejala demam," kata Vatikan, dikutip dari kantor berita AFP.

Hasil tes mengonfirmasi diagnosis bahwa Paus Fransiskus mengalami infeksi saluran pernapasan.

"Tes laboratorium hari ini menunjukkan perbaikan dalam beberapa nilai," tambahnya.

Dokter kemudian menyarankan Paus beristirahat total, sehingga tak bisa memimpin doa Angelus dan sebagai gantinya mengirim teks untuk dipublikasikan.

"Paus Fransiskus menerima banyak pesan kedekatan dan kasih sayang, serta mengungkapkan rasa terima kasihnya, sekaligus meminta untuk terus berdoa baginya," kata Vatikan.

Sebelum dirawat di rumah sakit, Paus Fransiskus tampak terengah-engah saat membaca pidato dengan suara keras, lalu menugaskan petugas Vatikan untuk membacakan atas namanya.

Di rumah sakit, Paus asal Argentina itu menempati kamar khusus dengan kapel prbibadi.

Sebagian paru-paru Paus Fransiskus diangkat saat masih muda. Belakangan ini, ia mengalami masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir di tengah jadwalnya yang padat.

Paus bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu pernah dibawa ke rumah sakit karena bronkitis juga pada Maret 2023, lalu menderita penyakit itu lagi beberapa bulan kemudian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved