Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Asteroid Besar Meluncur Menuju Bumi: Berapa Besar Peluang Terjadi Tabrakan?

Peluangnya terus meningkat bahwa sebuah asteroid yang cukup besar untuk memusnahkan sebuah kota akan bertabrakan dengan Bumi dalam tujuh tahun.

Editor: Arison Tombeg
ratpack223/kompas.com
TABRAKAN - Foto ilustrasi asteroid mendekati bumi. Peluangnya terus meningkat bahwa sebuah asteroid yang cukup besar untuk memusnahkan sebuah kota akan bertabrakan dengan Bumi dalam tujuh tahun. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peluangnya terus meningkat bahwa sebuah asteroid yang cukup besar untuk memusnahkan sebuah kota akan bertabrakan dengan Bumi dalam tujuh tahun, menurut NASA.

Namun peluang terjadinya dampak nyata masih cukup kecil.

NASA pertama kali menemukan "2024 YR4," asteroid selebar 130 hingga 300 kaki, pada bulan Desember 2024, dan mendapati bahwa asteroid itu hanya memiliki sekitar 1 persen peluang untuk menabrak Bumi pada lintasannya, afiliasi NewsNation di Los Angeles, KTLA, melaporkan.

Pada tanggal 27 Januari, asteroid tersebut melampaui peluang 1 persen untuk menghantam Bumi, sebuah “ambang batas penting,” menurut Laboratorium Propulsi Jet NASA dikutip The Hill.

“Saat ini, tidak ada asteroid besar lain yang diketahui memiliki kemungkinan dampak di atas 1 persen,” kata NASA dalam siaran pers .

Pada tanggal 7 Februari, peluang asteroid tersebut untuk menghantam planet kita meningkat menjadi 2,3 persen, dan pada tanggal 18 Februari, ada  peluang sebesar 3,1 persen  bahwa 2024 YR4 akan menghantam Bumi pada tanggal 22 Desember 2032. Ini berarti peluangnya sekarang adalah satu berbanding 32.

Ada 96,9 persen kemungkinan asteroid itu akan meleset dari Bumi, meskipun NASA mengatakan asteroid langka ini kini memiliki risiko signifikan, menilainya pada Skala Torino 3, yaitu pemeringkatan dampak potensial.

"Jika terjadi kemungkinan yang tidak terduga bahwa YR4 2024 berada di lintasan tumbukan, tumbukan tersebut akan terjadi di suatu tempat di sepanjang koridor risiko yang membentang melintasi Samudra Pasifik timur, Amerika Selatan utara, Samudra Atlantik, Afrika, Laut Arab, dan Asia Selatan," kata JPL dalam sebuah rilis.

NASA mengatakan Teleskop Luar Angkasa James Webb akan mengamati asteroid tersebut pada Maret 2025 “untuk menilai ukuran asteroid dengan lebih baik.” (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved