LHKPN
Daftar Bupati Perempuan Terkaya di Banten Hasil Pilkada 2024
Pilkada Serentak 2024 di Banten melahirkan tiga kepala daerah perempuan yang terpilih untuk memimpin di tingkat kabupaten/kota.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini simak Daftar Bupati Perempuan Terpilih di Banten Hasil Pilkada 2024.
Pilkada Serentak 2024 di Banten melahirkan tiga kepala daerah perempuan yang terpilih untuk memimpin di tingkat kabupaten/kota.
Para pemimpin perempuan ini terdiri dari Bupati dan Wakil Bupati, yang mencerminkan keterwakilan perempuan dalam pemerintahan di Banten.
Baca juga: Daftar UMP dan UMK 2025 se-Banten, Daerah Mana Tertinggi?
Baca juga: Daftar Bupati Perempuan Terkaya di Jawa Timur Hasil Pilkada 2024
Selain rekam jejak politik dan komitmen mereka untuk membangun daerah, laporan harta kekayaan yang dilaporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjadi sorotan, menegaskan transparansi dan integritas mereka.
Berikut adalah daftar nama kepala daerah perempuan terpilih di Banten, beserta data harta kekayaannya yang telah dilaporkan melalui situs resmi LHKPN.
Dengan latar belakang yang beragam, para pemimpin perempuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan daerah yang mereka pimpin.
Simak Daftar Kepala Daerah Perempuan Terpilih se-Banten:
1. Bupati Kabupaten Pandeglang
Dewi Setiani
Harta kekayaan Rp 1.233.885.528
2. Bupati Kabupaten Serang
Ratu Rachmatuzakiya
Harta kekayaan Rp 19.607.953.063
3. Wakil Bupati Kabupaten Tangerang
Intan Nurul Hikmah
Harta kekayaan Rp 8.114.800.000
Sosok Intan Nurul Hikmah
Intan Nurul Hikmah telah lama dikenal di dunia politik dan sosial di wilayah Kabupaten Tangerang.
Wanita yang lahir pada 31 Maret 1976, merupakan sosok yang memiliki kedekatan erat dengan masyarakat setempat, baik melalui perjalanan hidup pribadi maupun kiprah politiknya.
"Saya lahir di Tangerang 31 maret 1976, hanya bebeda 3 tahun dengan abang saya, dan beda 5 tahun dengan adik saya," kata Intan Nurul Hikmah kepada TribunTangerang.com, dikutip, Kamis (28/11/2024).
Di dunia pendidikan, Intan Nurul Hikmah menempuh pendidikan D3 di Australia dan melanjutkan ke S1 di Universitas Paramita 1.
Sebelum benar-benar terjun ke dunia politik, ia bekerja di sektor swasta, membangun karir secara mandiri tanpa bantuan nama besar orang tua.
"Saya tidak langsung terjun ke dunia politik, saya kerja di perusahaan swasta, tapi saya senang, karena tidak masuk kerja dibantu orang tua, karena berat bawa nama orang tua," kata Intan.
Sampai akhirnya, panggilan politik datang, ia memutuskan untuk terjun langsung, berjuang membawa perubahan bagi Kabupaten Tangerang.
"Ibu saya minta "gimana kalau kamu ngikutin jejak Mama" pak Zaki Iskandar belum mau jadi politisi masih pengusaha," kata Intan Nurul Hikmah menceritakan.
"Saya tanya ke ibu "kenapa mah, saya paling gak paham, ibu saya selalu ngurusin rakyat, saya lihat kenapa mama ngurus masyarakat," imbuhnya.
Setelah melihat kehidupan ibundanya, Intan akhirnya memilih untuk ikut terjun ke dunia politik di Kabupaten Tangerang.
"Sampai beliau minta saya masuk politik dan lanjuti karir ibu saya di politik, 2004 saya masih muda sekali," kata Intan Nurul Hikmah.
Ketika itu, Intan justru memilih terjun di daerah pemilihan yang cukup jauh, karena dirinya merasa tantangan besar justru menjadi motivasi untuk lebih dekat dengan masyarakat.
"Ibu saya tanya mau dapil mana, saya pilih 1, padahal berat kata ibu saya, lokasi jauh, tapi saya bilang gak masalah karena saya mau tau masyarakat Kabupaten Tangerang seperti apa," kata Intan.
Selama dua periode pada 2004 dan 2014, beliau terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi kemasyarakatan.
Dalam perjalanannya, ia memilih untuk istirahat dari panggung politik dan fokus mengembangkan organisasi yang dipimpinnya serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.
Kendati demikian, Intan akhirnya memutuskan untuk terjun kembali ke politik, khususnya dalam Pilkada Kabupaten Tangerang.
Hal tersebut dilakukannya karena keinginan untuk bisa memberi kontribusi lebih besar untuk masyarakat yang telah membesarkannya.
Banyak yang bertanya-tanya, apakah Intan Nurul Hikmah mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Kabupaten Tangerang karena Zaki Iskandar, atau ayahnya, mendiang Ismet Iskandar, yang pernah menjabat sebagai Bupati Tangerang.
"Gak tau kenapa, tidak bisa lepas dari Kabupaten Tangerang, mengalir saja karena yang saya lakukan dari hati, maju di Kabupaten Tangerang, terlebih lagi, belum ada unsur pimpinan perempuan," kata Intan.
Meskipun begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh keluarga turut memainkan peran penting dalam keputusan politiknya.
Diketahui Ayahnya, Ismet Iskandar, yang telah dua periode 2003-2008 dan 2008-2013 menjabat, serta kakaknya Ahmed Zaki Iskandar yang juga menjabat pada 2013-2018 dan 2018-2023.
-
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
| Harta Kekayaan Joi Oroh Mantan Pj Bupati Sitaro, Terseret Kasus Korupsi |
|
|---|
| Harta Kekayaan Fadly Kasim, Kadisnaker Kota Manado yang Dipanggil BKPSDM |
|
|---|
| Harta Kekayaan Wakil Bupati Sitaro Heronimus Makainas, Diperiksa Kejati Sulut Terkait Dugaan Korupsi |
|
|---|
| Harta Kekayaan Bupati Sitaro Chyntia Kalangit, Diperiksa Kejati Sulut Terkait Perkara Dugaan Korupsi |
|
|---|
| Harta Kekayaan Eva Keintjem, Ketua Bawaslu Minsel Sulut, Punya Tanah dan Bangunan Rp 850 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Daftar-Bupati-Perempuan-Terkaya-di-Banten-Hasil-Pilkada-2024.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.