Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Doa Islam

Bacaan Doa Bulan Rajab Lengkap Niat Puasa dan Keutamannya

Puasa Rajab dapat dilakukan di antara tanggal 1 Januari 2025 hingga 30 Januari 2025.

Editor: Indry Panigoro
destinationksa.com
Doa di Bulan Rajab 

TRIBUNMANADO.CO.ID - 1 Rajab 2025 jatuh pada tanggal 1 Januari 2025.

Bulan Rajab memiliki keistimewaan yang berbeda dari bulan lainnya.

Umat Muslim dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa sunnah selama bulan Rajab atau puasa Rajab sebelum bulan Ramadhan datang.

Puasa Rajab dapat dilakukan di antara tanggal 1 Januari 2025 hingga 30 Januari 2025.

Berikut doa menyambut bulan Rajab :

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَب وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya'ban wa ballighna Ramadhan.

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di Bulan Rajab dan sya’ban, serta perjumpakanlah kami dengan bulan ramadhan".

Dikutip dari laman NU, bahwa hadits tentang Doa Bulan Rajab berstatus dhaif (lemah).

Namun tetap bisa diamalkan sebab tingkat kedhaifannya yang tidak terlalu parah, menurut pendapat Imam An-Nawawi.

Keutamaan Bulan Rajab

Bulan Rajab adalah satu dari empat bulan mulia, sebagaimana hadist Nabi dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Selain berdoa, umat Islam dianjurkan melakukan puasa sunnah, namun diutamakan melaksanakan puasa qadha apabilan memiliki utang puasa Ramadhan tahun lalu.

Selain puasa amalan lain di bulan Rajab yang menambah keimanan adalah Shalat Sunnah, membaca dzikir atau bersedekah.

Niat Puasa Rajab

Puasa di bulan Rajab hukumnya adalah sunnah.

Diriwayatkan dari mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia).” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Berikut niat Puasa Rajab yang dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah karya Ust Muhammad Syukron Maksum:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

"Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT".

Bacaan Niat Puasa Rajab ketika Sahur

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma syahri Rajaba sunnatan lillahi ta'aala.

Artinya:

“Saya berniat puasa Rajab sunah karena Allah ta'ala.”

Bacaan Doa Buka Puasa Rajab

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.

Artinya:

"Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih."

Doa berbuka puasa berdasarkan Hadis Riwayat Imam Abu Dawud yakni:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

Artinya:

"Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."

Bacaan Istighfar Rajab

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ.

أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ.  وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta rabbi, la ilaha illa anta khalaqtani. Wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘udzu bika min syarri ma shana‘tu. Abu’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abu’u bidzanbi. Faghfirli. Fa innahu la yaghfirudz dzunaba illa anta.

Artinya:

“Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau. 

(Bangkapos.com/Tribun-Medan.com/Surya.co.id)

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com 

Baca Berita Lainnya di: Google News

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved