Kotamobagu Sulawesi Utara
Pedagang Beras Keliling di Kotamobagu Sulawesi Utara: Utamakan Kualitas
Rudy menawarkan beberapa varian beras, seperti Superwin, Serayu, Apel, dan Pulo, dengan harga bervariasi mulai dari Rp14.000 hingga Rp 21.000 perkilo
Penulis: Diki Cahya Mulya Gobel | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Rudy, seorang pedagang beras keliling di Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut) tetap mengutamakan kualitas beras lokal yang dijualnya meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Rudy menawarkan beberapa varian beras, seperti Superwin, Serayu, Apel, dan Pulo, dengan harga bervariasi mulai dari Rp14.000 hingga Rp 21.000 per kilogram.
Rudy mengungkapkan bahwa beras yang dijualnya berasal dari wilayah Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Ia memilih beras lokal dibandingkan menggantinya dengan beras impor demi menjaga kualitas yang diinginkan konsumen.
"Saya lebih percaya pada kualitas beras lokal. Ini juga membantu petani di daerah kita," kata Rudy, Minggu (15/12/2024).
Namun, meskipun beras yang dijualnya berkualitas, Rudy mengaku pendapatannya belum stabil.
Faktor cuaca yang sering hujan menjadi salah satu kendala utama, mengingat ia berjualan dengan mobil pickup di tempat terbuka, seperti di simpang empat lampu merah Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.
"Kadang sulit dapat konsumen karena hujan terus. Tapi tetap berusaha," ucapnya menambahkan.
Rudy berharap situasi akan membaik jelang Nataru, sehingga permintaan beras meningkat.
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>
Simak Berita di Google News Tribun Manado di sini >>>
Baca Berita Update TribunManado.co.id di sini >>>
| Terlibat Kasus Penganiayaan, Bos Tambang Kotamobagu Gusri Lewan Divonis 4 Bulan Penjara |
|
|---|
| Bertahun-tahun Tak Diperbaiki, Warga Keluhkan Jalan Rusak di Terminal Bonawang Kotamobagu |
|
|---|
| Miris! Pasar Terbesar di Bolmong Raya Dikepung Sampah, Warga dan Pembeli Ngeluh: Bau Busuk Menyengat |
|
|---|
| DLH Kotamobagu Mulai Angkat Gunung Sampah di Pasar 23 Maret, Janji Jumat Sudah Bersih |
|
|---|
| Petugas Sebut Sampah di Pasar 23 Maret bukan Hanya dari Pedagang, Ada Warga dari Luar Kotamobagu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Rudy-seorang-pedagang-beras-keliling-di-Kotamobagu-Sulawesi-Utara-Sulut.jpg)