Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Sulit Dapat Bensin, Warga Manado Sebut Terpaksa Beli BBM Eceran dengan Harga Tinggi

Pantauan Tribun Manado di Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, sejumlah warung mematok harga BBM pertalie hingga Rp 25 ribu per liter.

Tayang:
Petrick/Tribun Manado
Potret warga beli bensin di warung area Malalayang Manado, Sulawesi Utara, meski harga yang ditawarkan mahal, Jumat (13/12/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Kesulitan mendapatkan bensin di Kota Manado Sulawesi Utara tak hanya memicu antrean panjang di SPBU, tetapi juga membuat para pedagang menjual BBM pertalite dengan harga yang mahal.

Seperti pantauan Tribun Manado di Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, sejumlah warung mematok harga BBM pertalie hingga Rp 25 ribu per liter.

"Harganya Rp 25 ribu per liter, Pak," ujar salah satu pemilik warung, Jumat (13/12/2024).

Ia mengaku terpaksa menaikkan harga karena kesulitan mendapatkan stok bensin

Meski mahal, beberapa warga tetap membeli karena kebutuhan yang mendesak.

Rian, seorang warga asal Minahasa Selatan, rela membeli dua liter bensin eceran dengan harga tersebut. 

"Saya mau pulang kampung. Tidak apa-apa mahal, daripada tidak ada," ungkapnya.

Ia mengeluarkan Rp 50 ribu demi memastikan perjalanan pulangnya lancar.

Kondisi ini menambah tekanan bagi warga yang sudah kesulitan akibat antrean panjang di SPBU. 

Sebelumnya, antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Manado, Sulawesi Utara, terus berlangsung hingga Jumat (13/12/2024). 

Tak hanya pengguna pribadi, para pengemudi ojek online (ojol) juga terdampak.

Gunawan, salah satu driver ojol yang ikut mengantri di SPBU Jalan Piere Tendean, mengeluhkan situasi ini. 

Ia mengaku sudah hampir empat jam menunggu giliran, namun belum mendapatkan bensin.

"Susah cari pelanggan kalau seperti ini. Saya juga harus berhenti bekerja lebih dari setengah hari hanya untuk antre bensin," keluhnya.

Ia juga menyayangkan mahalnya harga bensin yang dijual pengecer. 

“Harga di pengecer itu tidak masuk akal, jadi terpaksa antri meski sampai berjam-jam. Paling tidak, di SPBU harganya wajar,” tambah Gunawan.

Pengendara lain, Opel, menyatakan harapan serupa. 

"Kami hanya ingin situasi ini segera teratasi. antrean seperti ini sangat mengganggu, apalagi untuk pekerjaan yang bergantung pada kendaraan, pendapatan kani turun drastis," ujarnya.

Meski panas terik, mereka tampak dengan sabar menunggu giliran untuk mendapatkan bahan bakar.

Apalagi bagi para Ojol, kondisi seperti ini akan sangat menyulitkan mereka untuk mendapat keuntungan akibat waktu yang terbuang cukup banyak hanya untuk antre bensin.

Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Manado masih berlangsung. (Pet)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved