Berita Populer Sulawesi Utara
Populer Pagi Selasa 12 November 2024, Keringanan Pajak, Status Gunung Lokon, Harga BBM dan Cengkeh
Berikut 4 berita populer pagi ini Sulawesi Utara Selasa 12 November 2024. Keringanan Pajak, Status Gunung Lokon, Harga BBM dan Cengkeh.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Handhika Dawangi
MANADO, TRIBUN - Semangat pagi tribunners, selamat beraktivitas untuk hari ini. Simak info terkini di tribunmanado.co.id.
Berikut berita populer pagi ini Selasa (12/11/2024).
Ada berita soal harga BBM terbaru, harga cengkeh yang naik di Manado dan daerah lain di Sulawesi Utara, berita terkait keringanan pajak kendaraan dan update status Gunung Lokon di Tomohon.
Simak berita selengkapnya.
1. Gunung Lokon Siaga
Sudah dari tanggal 10 November 2024, Pukul 22:00 WITA Status Gunung Lokon di Kota Tomohon meningkat dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Peningkatan status Gunung Lokon berdasarkan pemantauan aktivitas vulkanik terbaru.
Tim pengamat di Gunung Lokon kini terus melakukan pengamatan intensif untuk memahami dan memastikan kondisi vulkanik terkini.
"Kami melakukan pengamatan, penelitian, dan analisis lebih lanjut untuk memastikan apakah peningkatan aktivitas ini stabil atau akan berlanjut," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Dr. P. Hadi Wijaya,
Senin (11/11/2024).
Hadi berharap status gunung tidak semakin naik, karena apabila status meningkat ke Level IV (Awas), maka diperlukan langkah evakuasi.
“Kalau bisa, saya harapkan jangan naik ke level empat, karena jika itu terjadi, masyarakat harus segera diungsikan,” tambahnya.
Sudah Ada Larangan
Dilarang mendekati radius 3 kilometer dari kawah Tompaluan. Berlaku untuk masyarakat, wisatawan, dan pendaki.
Selain itu, Warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah apabila terjadi hujan abu, dan menggunakan masker serta kacamata jika harus beraktivitas di luar ruangan.
Ancaman lahar dingin di musim hujan juga perlu diwaspadai, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lokon.
Ia beber, tim pengamat dan pemerintah setempat terus memantau perkembangan situasi serta siap memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
Mereka berharap semua warga tetap tenang dan mengikuti instruksi demi keselamatan bersama. (Pet)
2. Ada Keringanan Pajak Kendaraan
Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) segera manfaatkan keringanan pajak kendaraan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulut.
Kepala Bapenda Sulut, June Silangen mengatakan keringanan pajak ini adalah hadiah natal atau Christmas Gift untuk masyarakat Sulawesi Utara.
Christmas Gift for wajib pajak berlaku mulai 11 November hingga 30 Desember 2024."Kita adakan ini untuk masyarakat wajib pajak di Sulut," ujar Kepala Bapenda Sulut, June Silangen Senin (11/11/2024).
Keringanan yang dimaksud adalah:
- Keringanan pokok PKB atau Pajak Kendaraan Bermotor
- Pembebasan tarif progresif
- Pembebasan denda PKB 100 persen.
- Pembebasan pembebanan setara BBNKB II serta
- Diskon Pokok PKB termasuk pembebasan denda SWDKLLJ
(tarif progresif : penerapan tarif pajak kendaraan kepemilikan kedua dan seterusnya yang lebih besar dari tarif pajak kendaraan kepemilikan pertama)
(BBNKB II : Bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor
SWDKLLJ : Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan)
(Tribunmanado.co.id/art)
3. Harga BBM
Update informasi harga BBM terbaru di seluruh Pertamina di Indonesia. Info terkini Selasa (12/11/2024).
Ada penyesuaian harga BBM yang kembali dilakukan PT Pertamina (Persero) di bulan November 2024 ini.
Ada beberapa jenis BBM yang alami kenaikan.
BBM jenis Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina DEX. Untuk Pertamax tidak ada perubahan harga.
Daftar Harga BBM Pertamina di seluruh Indonesia pada Selasa 12 November 2024, dilansir dari mypertamina.id.
1. Provinsi Jakarta
- Harga Pertalite: Rp10.000
- Harga Bio-solar: Rp6.800
- Harga Pertamax: Rp 12.100
- Harga Pertamax Turbo: Rp 13.500
- Harga Dexlite: Rp 13.050
- Harga Pertamina Dex: Rp 13.440
- Harga Pertamax Green: Rp13.150
2. Provinsi Banten
- Harga Pertalite: Rp10.000
- Harga Bio-solar: Rp6.800
- Harga Pertamax: Rp 12.100
- Harga Pertamax Turbo: Rp 13.500
- Harga Dexlite: Rp 13.050
- Harga Pertamina Dex: Rp 13.440
- Harga Pertamax Green: Rp13.150
3. Provinsi Jawa Barat
- Harga Pertalite: Rp10.000
- Harga Bio-solar: Rp6.800
- Harga Pertamax: Rp 12.100
- Harga Pertamax Turbo: Rp 13.500
- Harga Dexlite: Rp 13.050
- Harga Pertamina Dex: Rp 13.440
- Harga Pertamax Green: Rp13.150
4. Provinsi Jawa Tengah
- Harga Pertalite: Rp10.000
- Harga Bio-solar: Rp6.800
- Harga Pertamax: Rp 12.100
- Harga Pertamax Turbo: Rp 13.500
- Harga Dexlite: Rp 13.050
- Harga Pertamina Dex: Rp 13.440
- Harga Pertamax Green: Rp13.150
5. Provinsi Jawa Timur
- Harga Pertalite: Rp10.000
- Harga Bio-solar: Rp6.800
- Harga Pertamax: Rp 12.100
- Harga Pertamax Turbo: Rp 13.500
- Harga Dexlite: Rp 13.050
- Harga Pertamina Dex: Rp 13.440
- Harga Pertamax Green: Rp13.150
6. Provinsi DI Yogyakarta
- Harga Pertalite: Rp10.000
- Harga Bio-solar: Rp6.800
- Harga Pertamax: Rp 12.100
- Harga Pertamax Turbo: Rp 13.500
- Harga Dexlite: Rp 13.050
- Harga Pertamina Dex: Rp 13.440
- Harga Pertamax Green: Rp13.150
7. Provinsi Sulawesi Utara
- Harga Pertalite: Rp10.000
- Harga Bio-solar: Rp6.800
- Harga Pertamax: Rp12.400
- Harga Pertamax Turbo: Rp13.800
- Harga Dexlite: Rp13.350
- Harga Pertamina Dex (Pertadex): Rp13.730
BACA SELENGKAPNYA : Disini (Klik Link)
4. Cerita Petani Soal Harga Cengkeh
Jadi kabar baik untuk pentani cengkeh maupun yang menjual cengkeh. Harga cengkeh saat ini sudah menyentuh 100 ribu rupiah.
Cerita Petani
Karel Monto menyebut kenaikan harga cengkeh hingga Rp 100 ribu ini adalah angin segar.
Karel adalah petani asal Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Karel menceritakan soal getirnya masa lalu ketika harga cengkih anjlok hingga Rp 80 ribu per kilogram beberapa bulan lalu. Itu seperti bencana bagi Karel dan petani lainnya.
Lanjut Karel harga cengkeh saat itu tidak memberi untung sama sekali dan tidak menutup biaya operasional.
Meski demikian Karel harus tetap menjual cengkeh hasil panen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar pekerja. Karel mengaku kecewa dan merasa perjuangan bertani cengkeh saat itu seakan sia-sia.
Untuk kebutuhan sehari-hari, kata Karel masih tercukupi. Ia katakan, masih ada pekerjaan lain.
Ada harapan ketika harga cengkeh merangkak naik Rp 90 ribu dan Rp 95 ribu per kilogram. Baginya, kondisi ini mulai memberi sedikit harapan, meskipun keuntungannya masih tipis. "Saya jual sekitar 100 kilogram waktu itu dan keuntungan cukup bagus," ujar Karel.
Dari hasil tersebut, ia mendapat keuntungan yang cukup untuk membeli berbagai keperluan.
Hampir Berpindah ke Tanaman Lain
Ketika harga cengkeh turun hinggal 80 ribu di pertengahan tahun 2024, tak sedikit petani yang mengeluh dan kecewa. Owen satu di antara petani tersebut.
Petani cengkeh asal Minsel ini sempat berpikir akan berhenti menanam cengkeh. Owen mengaku hampir beralih menanam Nilam. “Sempat pasrah, saya simpan cengkeh dua bulan sambil menunggu harga naik,” cerita Owen.
Kini, dengan harga cengkih di Gudang Wanea mencapai Rp 100.500, Owen merasa senang, namun bimbang.
Dia mempertimbangkan apakah ini saat terbaik untuk menjual, atau menunggu jika harga akan naik lagi.
"Resiko petani itu ya begini, harga naik-turun tidak pasti," ujarnya.
Ia berencana menjual sekitar 150 kilogram cengkihnya. Saat ini dia masih bimbang apakah akan menjual sekarang atau nanti. (pet)
(Tim Tribun Manado)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Berita Populer Sulawesi Utara, Hein Arina Akan Dipanggil dan Dimintai Keterangan Polda Sulut |
|
|---|
| Berita Populer Sulawesi Utara: Janny Rende Tersangka Dugaan Pemalsuan Surat |
|
|---|
| Berita Populer Sulawesi Utara: Tronton Milik ASN Terlibat Mafia Solar, Dugaan Pelecehan Oknum Brimob |
|
|---|
| Berita Populer Sulawesi Utara, Istri Dibunuh Suami di Mitra, 5 PPPK Pemkot Manado Diberhentikan |
|
|---|
| Berita Populer Sulut: Vicky Katiandagho Ungkap Perkiraan Kerugian dalam Kasus Dugaan Korupsi Tas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Berita-Populer-Sulawesi-Utara-Pagi.jpg)