Komunitas
Fatma Hemeto Bahagia Terima Bibit Pucuk Merah dari KMPA Tansa Sulut
Bibit diserahkan oleh KMPA Tansa Sulawesi Utara dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Fatma Hemeto, warga Kelurahan Sumompo, Lingkungan 3, Kota Manado, tampak sangat bahagia saat menerima bibit tanaman pucuk merah pada Sabtu (9/11/2024).
Bibit tersebut diserahkan oleh Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA) Tindakan Antusias Simpati Alam (Tansa) Sulawesi Utara dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.
"Saya pribadi sangat bahagia bisa mendapatkan bibit pucuk merah ini, sebagai penghias halaman rumah dan tentunya baik untuk lingkungan sekitar," ungkap Fatma dengan senyum bahagia setelah menerima bibit tersebut dari sejumlah anak muda yang tergabung dalam KMPA Tansa Sulut.
Diketahui, pembagian bibit pucuk merah tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, yang diperingati setiap tanggal 5 November.
Ketua KMPA Tansa Sulut, Meikel Pontolondo, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
"Alasan kami memilih Kelurahan Sumompo, Lingkungan 3, untuk melakukan penanaman pucuk merah adalah karena daerah ini rawan terjadinya erosi dan longsor, yang dapat membahayakan kehidupan masyarakat sekitar," jelas Meikel saat diwawancarai.
Meikel menambahkan bahwa berdasarkan hasil observasi di lapangan, beberapa kejadian longsor di Kelurahan Sumompo disebabkan oleh penebangan pohon secara ilegal oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Berdasarkan keterangan dari masyarakat setempat, banyak rumah yang hampir terbawa longsor akibat penebangan pohon-pohon yang tidak terkontrol. Hal ini sangat mengkhawatirkan," tambah Meikel.
Mendengar permasalahan tersebut, KMPA Tansa Sulut berinisiatif untuk membantu masyarakat dengan menanam bibit pucuk merah, yang dikenal memiliki banyak manfaat untuk melindungi lingkungan.
Dirinya menjelaskan, pucuk merah memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) lebih besar dibandingkan dengan tanaman lainnya.
Hal ini disebabkan oleh proses fotosintesis yang lebih efektif serta kandungan timbal yang ada pada daun pucuk merah.
"Selain itu, tanaman ini juga berfungsi untuk mencegah longsor, erosi, dan menyimpan cadangan air," jelas Meikel.
Ia berharap, dengan penanaman bibit pucuk merah di Sumompo, Lingkungan 3, bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi permasalahan erosi dan longsor yang sering terjadi.
Meikel, yang juga dikenal dengan sapaan Eky, menambahkan bahwa kegiatan tersebut berjalan dengan sukses berkat kerja sama yang baik antara anggota dan calon anggota KMPA Tansa, serta dukungan dari masyarakat setempat.
Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh komunitas lain, seperti KPAB Vulcanic Manado dan KPPA Tarantula Adventure, serta beberapa media lokal di Kota Manado.
| Lestarikan Budaya Lokal, Inomasa Study Club Ziarah Kultural ke Makam Raja-raja Bintauna |
|
|---|
| HUT ke-5, KCBD Gelar Konseling Gratis di Megamas Manado: Kamu Tidak Sendiri dan Kamu Berharga |
|
|---|
| Kabut dan Petir Tak Menghalangi 12 Pendayung IATTA Taklukkan Jalur Menuju Pulau Likri |
|
|---|
| Daftar Nama Pengurus DPW IATTA Sulut Periode 2025-2030 yang Baru Dilantik |
|
|---|
| Mengenal Komunitas Dump Truck Bolmong Raya, Baru Terbentuk dan Didukung Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Ketua-KMPA-Tansa-Sulut-Meikel-Pontolondoli99.jpg)