Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan di Manado

Pesan Terakhir Aprilio Lele Korban Lakalantas di GPI Manado Sulawesi Utara

Aprilio adalah korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di Ring Road Perumahan Griya Paniki Indah (GPI).

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
Dokumentasi Keluarga
Aprilio Frengky Lele saat merayakan ulang tahunnya bersama keluarga. Aprilio adalah salah satu korban meninggal dalam kecelakaan di jalan GPI Manado. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepergian Aprilio Frengky Lele (6) meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga.

Aprilio adalah korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di Ring Road Perumahan Griya Paniki Indah (GPI) Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (17/9/2024) 

Oldy Lele ayah dari Aprilio tak menyangka anak bungsunya itu harus pergi selamanya.

Padahal baru beberapa menit sebelum kecelakaan minibus jenis isuzu Elf DB 7030 AA itu, dirinya sempat berbagi kebahagiaan dengan anaknya itu.

Dirinya mengaku ada pesan-pesan terakhir yang disampaikan Aprilio kepada pihak keluarga.

"Sebelum naik ke mobil dia sempat melambaikan tangan dan mengucapkan selamat tinggal kepada kami keluarga.

Tak berselang lama kami mendapat kabar bahwa Aprilio telah meninggal dunia karena mengalmi kecelakaan," tutur Oldy.

Selaku ayah, Oldy mengaku sangat merasa kehilangan sosok Aprilio yang terkenal  periang dan dengar-dengar.

"Tanya saja ke tetangga sekitar dia anak yang baik dan dengar-dengar bahkan rajin sekali pergi ke sekolah Minggu," jelasnya.

Menurutnya, meskipun berat pihak keluarga belajar untuk mengikhlaskan kepergian Aprilio.

"Pasti berat cuma kami tau ini semua dalam rencana Tuhan jadi kami hanya bisa ikhlas saja," pungkasnya.

Pengakuan Tetangga

Salah satu tetangga korban mengaku cukup kaget dengan kabar meninggalnya Aprilio. 

Di mata mereka, Aprilio adalah anak yang sangat baik. 

"Kami tidak menyangka anak sebaik ini bisa cepat dipanggil Tuhan," ujar salah salah satu tetangga Aprilio.

Menurutnya, Aprilio adalah anak yang baik dan periang.

"Baik sekali anaknya kami tidak abis pikir akan pergi secepatnya," jelasnya.

Sopir diamankan polisi

Diketahui, peristiwa ini berawal saat minibus jenis isuzu Elf DB 7030 AA yang dikendarai Ezra Mongkau (24) hendak mengantar siswa dari GPI ke SD GPdi Berea Mapanget, Manado.

Total ada 10 siswa dalam minibus tersebut. 

Saat berada di jalan masuk perumahan GPI Kota Manado, Sulawesi Utara, bus yang melaju cukup cepat itu oleng.

Walhasil kecelakaan pun tak dapat dihindari, bus menabrak pembatas jalan. 

Persitiwa ini mengakibatkan dua orang siswa tewas, yakni Jaziel Sading Siswa Kelas 1 SD Yayasan GPdI Berea Mapanget, dan Aprilio Lele Siswa Kelas 1 SD Yayasan GPdI Berea Mapanget  (Meninggal Dunia).

Sementara delapan siswa lainnya alami luka-luka dan langsung dilarikan di Rumah Sakit Hermina.

Sopir minibus, Ezra Mongkau (24) pun ditahan polisi. 

Saat ini sopir tersebut telah diamankan di Polsek Mapanget.

Kasatlantas Polresta Manado, Kompol Yulfa Irawati mengatakan sopir ini akan dibawa ke Polresta Manado untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

"Kita akan periksa dulu. Nanti informasi lebih lanjut disampaikan," terang dia. 

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>

Simak Berita di Google News Tribun Manado di sini >>>

Baca Berita Update TribunManado.co.id di sini >>> 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved