Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut Hari Ini di Sulawesi Barat dan Banten, 2 Orang Wanita Meninggal

Terjadi kecelakaan maut di Sulawesi Barat dan Banten pada hari ini Minggu.

Kompas.com
Ilustrasi kecelakaan. Kecelakaan Maut Hari Ini di Sulawesi Barat dan Banten, 2 Orang Wanita Meninggal 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Sulawesi Barat dan Banten pada hari ini Minggu 1 September 2024.

Kecelakaan di Sulawesi Barat terjadi di Jalan Tobadak 7, Mamuju Tengah menyebabkan seorang wanita meninggal.

Dan, kecelakaan maut di Banten tepatnya di Jalan Raya Banten Lama mengakibatkan seorang wanita tewas.

Berikut insiden kecelakaan maut hari ini yang dirangkum TribunManado.co.id:

1. Kecelakaan maut di Sulawesi Barat

Mobil mengangkut rombongan majelis taklim jatuh ke jurang kedalaman puluhan meter di Mamuju Tengah. 

Majelis taklim ini diangkut memakai mobil pick up.

Kecelakaan di penurunan jalan Tobadak 7, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Akibatnya mobil yang memuat ibu-ibu majelis taklim tersebut terguling ke jurang sekitar 20 - 50 meter.

Mobil Pick Up Gran Max dengan nomor polisi DP 8505 PZ mengalami kecelakaan sekira pukul 08:00 Wita, Minggu, (1/9/2024).

Diketahui, kecelakaan tunggal terjadi saat kendaraan melintas di jalan menurun dari Desa Saloadak (Tobadak 7) ke Desa Mahahe (Tobadak 2), Kecamatan Tobadak, Mateng untuk menghadiri pengajian.

Adapun total penumpang sebanyak 14 orang, di antaranya 3 anak-anak 10 orang dewasa dan 1 supir.

Kepada Tribun-Sulbar.com, Lamisan (63) Supir mobil pickup mengatakan, saat berangkat, mobil dalam kondisi normal.

"Namun, pada saat menuruni turunan yang curam, tiba-tiba rem mobil blong," ujarnya kepada Tribun-Sulbar.com saat ditemui, Minggu (1/9/2024).

“Saya mau ambil kanan itu tebing, kerusakan akan tambah parah, jadi saya ambil kiri, dengan harapan rerumputan dapat mengurangi laju mobil,” terangnya.

Akibat insiden tersebut, seorang ibu majelis taklim meninggal dunia bernama Jumrotu Sholeha (50) Warga Desa Saloadak, Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah.

Sementara korban lainnya mengalami patah tulang dan luka-luka.

Salah satu saksi mata, Partolaga (73) mengatakan, mobil tersebut sudah berada di jurang dengan kedalaman sekitar 20 Meter.

"Saat terjatuh ke jurang, keadaan mobil mengarah ke atas,"

Ia jelaskan, kecelakaan tersebut murni kecelakaan tunggal.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, evakuasi berjalan lancar.

Kini, korban meninggal dunia dipulangkan ke rumah duka. 

Sedangkan yang mengalami luka berat, di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mamuju Tengah.

2. Kecelakaan maut di Banten

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Banten Lama, Lingkungan Pamindangan, Unyur, Kota Serang, Banten, Minggu (1/9/2024) sekitar pukul 08.55 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan bus pariwisata yang membawa para peziarah dengan sebuah motor yang ditumpangi oleh satu keluarga dari Lingkungan Kebaharan, Lopang, Kota Serang.

Akibat kecelakaan ini, TS (25), seorang ibu rumah tangga, tewas di tempat.

Suaminya, NH (27), yang mengendarai motor, tidak mengalami luka-luka, sementara anak mereka yang berusia enam bulan dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Lantas Polresta Serang Kota, AKP Bevan Rega Utama, menjelaskan kronologi kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata King Trans dengan nomor polisi A7577S, yang dikemudikan oleh As, dan motor Honda Scoppy A4731DR.

"Sebelum kejadian, bus melaju dari arah Banten Lama menuju Serang. Diduga, ruang untuk mendahului sempit, sehingga setang motor mengenai bodi bus."

"NH terjatuh ke sebelah kiri, sedangkan penumpangnya, sang istri TS, terjatuh ke tengah badan jalan, sehingga terlindas oleh roda belakang sebelah kiri bus," kata Bevan.

Bevan menyamaikan keterangan didampingi KBO Laka Polresta Serang, Ipda Dedi Yuanto.

Akibatnya, korban tewas di lokasi dengan luka parah di tubuhnya.

Sementara, sang anak langsung dibawa ke RSUD dr. Drajat Prawiranegara Serang untuk mendapatkan perawatan.

"Dua kendaraan yang terlibat kemudian diamankan di kantor Unit Laka Lantas Polresta Serang Kota," tandas Bevan.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan serta tindakan hukum yang akan diambil.

10 Cara Menghindari Kecelakaan Saat Berkendara

Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya.

1. Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.

2. Kurangi potensi distraksi saat berkendara.

3. Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.

4. Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah pindah jalur.

5. Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.

6. Antisipasi blindspot pada kendaraan.

7. Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.

8. Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.

9. Jangan lawan arus.

10. Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.

(Tribunsulbar.com/Kompas.com)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

Kecelakaan Lalu Lintas Lainnya

WA TribunManado.co.id : KLIK

Tayang di Tribunsulbar.com dan Kompas.com

Sumber: Tribun sulbar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved