Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Doa Islam

Bacaan Doa Islam yang Memiliki Keutamaan Mendakwahkan Kebenaran

Bagi Anda yang ingin mengamalkan Surat Al-Ashr berikut bacaannya. Doa seperti mendakwahkan kebenaran.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
HO
Ilustrasi orang berdoa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini adalah Bacaan Doa Islam yang memiliki keutamaan seperti mendakwahkan kebenaran.

Doa Islam merupakan doa yang adalah dalam 30 juz.

Doanya ada bagian dari Doa Islam di Alquran.

Doa tersebut merupakan Surah Al-Ashr.

Bagi Anda yang ingin mengamalkan Surat Al-Ashr berikut bacaannya.

Simak Bacaan Surah Al-Ashr.

1. وَالْعَصْرِۙ

2. اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

3. اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Latin: 

1. Wal ashr.

2. Innal insaana lafii khusr.

3. Il lal ladziina aamanuu wa ‘amiluush shalihaati wa tawaashau bilhaqqi wa tawaashaubish shabr.

Arti:

1. Demi masa.

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. 

3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Berikut keutamaan Surat Al-Asr dalam Bahasa Arab, Tulisan Latin dan Terjemahan.

Berikut keutamaan Surat Al-Asr menurut Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym dilansir melalui kanal YouTube iNews Religi.

Ada empat kunci agar tidak rugi menurut Surat Al-Ashr yakni :

Jadi kita sama jatahnya 24 jam sehari, ada yang dengan 24 jam bisa mnengurus dunia, ada yang mengurus perusahaan besar.

Tapi ada yang mengurus diri saja tidak sanggup, padahal waktunya sama.

Hafidz Qur'an 24 jam sehari, kita yang tidak hapal satu pun surat juga 24 jam sehari.

Tapi seperti apakah yang dinamakan orang berntung dalam menggunakan waktu?

Allah bersumpah atas nama waktu berkali-kali, begitu seringnya menandakan waktu itu merupakan kunci penting dalam kehidupan.

Dan dahsyatnya kita tidak diberitahu kapan mati.

Sehingga kita harus efektif menggunakan waktu.

1. Disebut orang beruntung menggunakan waktu adalah aamanun, menurut Imam Ibnu Qoyyib adalah paham kebenaran, jadi wajib bagi kita memamhami hidup ini apa.

Jangan sampai kita ini hidup dan tidak mengerti hidup ini apa.

Maka Rasulullah pernah bersabda

"Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan baginya, Allah pahamkan agama."

Jadi kalo orang diberikan harta, gelar, pangkat, jabatan, popularitas, penampilan itu tidak identik dengan diberi kebaikan, itu baru cobaan.

Tapi diberikan paham kebenaran, itulah awal orang itu dikehendaki kebaikan.

Ilmu itu butuh iman, ilmu itu butuh pemahaman.

Jadi bagi kita setiap hari wajib menggunakan waktu kita untuk semakin paham kebenaran.

2. Mengamalkan kebenaran

Kita tidak cukup hanya tahu, buat apa kita tahu sholat tapi kita tidak pernah sholat.

Buat apa kita sodaqoh dan tidak sodaqoh.

Justru kita tahu ilmu sebagai pemandu amal kita.

Jadi orang yang berntung sudah paham kebenaran dan mengamalkan kebenaran.

Syaratnya amal itu hanya dua, satu niatnya ikhlas dan yang kedua caranya benar.

Dan inilah yang kita bawa mati. Kita pasti mati dan tidak membawa dunia berikut isinya.

Maka bekerja adalah amal sholeh, bermah tangga adalah amal sholeh, kuliah adalah amal sholeh.

Segala aktivitas kita kalau diniatkan dengan cara yang benar dan niatnya benar jadi amal.

3. Mendakwahkan kebenaran

Jadi sudah paham, kita amalkan, kita sampaikan.

Saling berwasiat dalam kebenaran. Senang menerima nasehat, itulah orang yang bisa memberi nasehat.

Kalo kita tidak suka dinasehati, tentu pasti sulit kita memberi nasehat.

Karena kita tidak tahu apa yang akan kita sampaikan.

Oleh karena itu tidak cukup kita hanya paham dan beramal, tapi kita pun ingin orang lain bisa berbuat kebaikan.

Oleh karena itu, orang yang beruntung selalu ikut dalam dakwah menyampaikan, dakwah tak harus ceramah, dakwah dengan memberikan keteladanan itu pun dakwah.

Dakwah tidak mempersulit orang lain dan tidak menyusahkan itu dakwah.

4. Saling berwasiat dalam kesabaran

Sabar itu adalah menahan diri, sabar itu mengendalikan diri.

Sabar dalam ketaatan, sabar di dalam menjauhi maksiat dan sabar dalam menghadapi musibah.

Andai kata waktu kita digunakan untuk terus melatih diri dari waktu ke waktu semakin terkendali, lisan, pikiran, nafsu, syahwat, amarah.

Semakin kita bisa mengendalikan diri, semakin indah hidup kita dengan kesabaran.

Baca Berita Lainnya di: Google News

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved