Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut, Seorang Bocah Tewas, Tabrakan Sepeda dengan Mobil Pikap

Terjadi kecelakaan maut di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali kemarin pada hari Minggu sore.

Tribun Bali/Istimewa
Anak berusia 10 tahun asal Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Ketut Agus D (10) meninggal dunia, setelah terlibat kecelakaan dengan mobil pikap, Minggu sore (18/8/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali kemarin pada hari Minggu sore.

Kecelakaan itu melibatkan kendaraan mobil pikap dengan sepeda.

Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan seorang bocah tewas.

Kecelakaan merupakan suatu insiden yang dihindari semua orang.

Untuk itu diimbau agar selalu waspada dan berhati-hati ketika berkendara di jalan raya.

Baca juga: Kecelakaan Maut, 2 Orang Sepasang Kekasih Tewas, Korban Sudah Tunangan dan Hendak Liburan

Patuhi peraturan yang telah ditetapkan pihak berwajib dan taati rambu-rambu lalu lintas.

Jangan lupa untuk selalu menjaga keselamatan bersama agar terhindar dari marabahaya.

Anak 10 tahun asal Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, Ketut Agus D (10) meninggal dunia.

Setelah terlibat kecelakaan dengan mobil pikap, Minggu sore (18/8/2024).

Korban mengalami cedera kepala berat (CKB), dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Berdasarkan informasi, sebelum kejadian korban (Ketut Agus D) bersepeda di jalur menurun dari arah utara (Nangka) menuju selatan (Bhuana Giri).

Namun saat melintas, laju sepeda yang dikendarai korban tiba-tiba oleng ke arah kanan.

Korban kemudian kehilangan kendali atas ke sepedanya.

Dari arah berlawanan, melaju mobil pikap Nopol DK 8022 TD yang dikemudikan oleh I Kadek Budi sehingga terjadilah kecelakaan.

"Korban yang menaiki sepeda gayung masuk ke kolong mobil dengan titik tabrak di kanan as Jalan dari arah selatan (Bhuana Giri)," ungkap Kasat Lantas Polres Karangasem, AKP. Komang Sapta Pramana, Senin (19/8/2024).

Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi pikap selamat tanpa mengalami luka.

Sedangkan korban yang menaiki sepeda gayung, dinyatakan meninggal dunia.

Ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bali Med Karangasem, karena mengalami CKB beserta sejumlah luka lecet dan robek pada alisnya.

10 Cara Menghindari Kecelakaan Saat Berkendara

Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya.

1. Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.

2. Kurangi potensi distraksi saat berkendara.

3. Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.

4. Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah pindah jalur.

5. Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.

6. Antisipasi blindspot pada kendaraan.

7. Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.

8. Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.

9. Jangan lawan arus.

10. Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.

(Tribun-Bali.com/Eka Mita Suputra)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

Kecelakaan Lalu Lintas Lainnya

WA TribunManado.co.id : KLIK

Tayang di Tribun-Bali.com

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved