Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Matius 6:10 TB, Berharap pada Janji Allah

Bagaimana jika Yesus mengajar kita untuk beristirahat dengan tenang saat ini, selama kita masih hidup, dan berharap pada janji Allah

Editor: Erlina Langi
Istimewa
Renungan Harian Kristen Matius 6:10 TB, Berharap pada Janji Allah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Harian Kristen hari ini

Matius 6:10 TB
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berharap pada Janji Allah

Di hari yang panas terik, kita secara naluri mengharapkan tempat untuk berteduh.

Dan ketika terjadi kekerasan, kita secara otomatis mengharapkan keamanan.

Demikian juga ketika kita menghadapi penderitaan dan kejahatan di dunia, kita sering berharap untuk lari ke Surga, di mana kita bisa beristirahat dengan tenang setelah kematian.

Namun, bagaimana jika pengharapan itu salah?

Bagaimana jika Yesus mengajar kita untuk beristirahat dengan tenang saat ini, selama kita masih hidup, dan berharap pada janji Allah tentang Bumi yang baru, dan bukannya pada rencana pelarian?

Perjanjian Baru memang memberikan beberapa gambaran yang samar tentang orang-orang yang bersatu dengan Allah di surga setelah kematian, tetapi itu bukanlah fokus Alkitab.

Dari awal (Kitab Kejadian) hingga akhir (Kitab Wahyu), Alkitab bercerita tentang Allah yang menyatukan Surga dan Bumi ke dalam satu dunia yang indah, di mana semua kebaikan dari kerajaan-Nya ada di Bumi seperti di Surga.

Pengharapan kita merupakan pelarian dari kematian dan kejahatan di dunia, dan bukan dari dunia itu sendiri.

Di dalam kerajaan surga milik Allah, ciptaan-Nya yang baru akan terbebas dari kematian dan kerusakan, dan dipenuhi dengan pemberian yang tak ada habisnya serta kasih di antara semua makhluk hidup.

Yesus berdoa kepada Bapa: ""Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga"" (Matius 6:10). Secara umum Ia tidak mengajar kita berharap agar dapat berlari ke tempat yang lebih baik; Ia secara spesifik mengajar kita berharap pada janji Allah untuk memperbarui segala sesuatu.

Dengan berharap seperti ini, kita belajar untuk lebih mengasihi dan memberkati orang lain, dan bukannya menghindari atau menghakimi mereka.

Kita belajar untuk peduli pada dunia ciptaan Allah, dan bukannya meninggalkannya.

Kerinduan kita akan pembaruan yang dijanjikan Allah ini menjadi pengharapan yang benar-benar hidup, yang membuat kita bisa beristirahat dengan tenang saat ini di dunia yang sedang diperbarui oleh Allah.

(*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved