Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Populer Sulut

3 Berita Populer Sulawesi Utara, Pengacara di Manado Klarifikasi, Kondisi Pasar di Pusomaen

Berikut ini daftar berita terpopuler di Tribunmanado.co.id hingga hari ini, Jumat 9 Agustus 2024.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Glendi Manengal
TribunManado
Berita populer Sulawesi Utara hari ini, Jumat (9/8/2024) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini daftar berita terpopuler di Tribunmanado.co.id hingga hari ini, Jumat 9 Agustus 2024.

Dimana berita-berita berikut ini termasuk paling banyak dibaca di portal TribunManado.

Terkait hal tersebut Tribun Manado kali ini akan membagikan berita populer yang hingga saat ini masih banyak dibaca khususnya di Sulawesi Utara.

Lantas kali ini Tribunmanado.co.id akan menyajikan tiga berita populer dari Sulawesi Utara ( Sulut ) yang sudah tayang  dan menjadi berita paling banyak dibaca hingga hari ini, Jumat 9 Agustus 2024.

Berita populer ini mulai dari berita Pengacara di Manado Sulawesi Utara Klarifikasi Dugaan Rudapaksa Seorang Wanita, Kantongi Bukti Foto.

Harga Cengkih Masih Murah, Pemilik Kebun di Minahasa Sulawesi Utara Merana.

Kemudian Kondisi Pasar di Pusomaen Minahasa Tenggara Sulut Memprihatinkan, Dana Pembangunan Ratusan Juta.

Berikut Daftar selengkapnya:

1. Pengacara di Manado Sulawesi Utara Klarifikasi Dugaan Rudapaksa Seorang Wanita, Kantongi Bukti Foto

Baru-baru ini Sulawesi Utara dihebohkan dengan dugaan rudapaksa seorang wanita yang dilakukan dua pengacara di Kota Manado.

Dugaan rudapaksa ini terjadi pada 8 Juni 2024 di sebuah penginapan di wilayah Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.

Korban berinisial LI (39) sudah membuat pengaduan ke Polresta Manado.

Terkait hal tersebut, Tim Kuasa Hukum terlapor Toar alias TM, yaitu Ronald Aror, angkat bicara.

Dia mengatakan peristiwa yang diadukan bukan terjadi pada 8 Juni 2024, melainkan tanggal 7 Juni 2024 sekitar pukul 03.10 Wita.

Ronald pun membantah bahwa LI tidak sadar dan dibopong usai minum miras.

"Dapat kami sampaikan hal tersebut adalah tidak benar. Kami para teradu sudah siapkan bukti foto yang bersangkutan tidak dibopong, melaikan pengadu terlihat tampak sehat berdiri gaga berjalan masuk melewati pintu depan hotel," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (8/8/2024). Baca Selengkapnya

2. Harga Cengkih Masih Murah, Pemilik Kebun di Minahasa Sulawesi Utara Merana

Petani cengkeh di Desa Kinaleosan, Kombi, Minahasa, Sulawesi Utara, merana karena harga cengkih yang masih murah.

Apalagi, harga cengkih anjlok di saat panen raya.

Hal itu membuat petani pemilik kebun cengkih mengeluh.

Akibat harga yang murah, ada yang sudah membagi dua hasil panen antara pemilik kebun cengkih dan pemetik cengkih.

"Sebelum panen, harga berkisaran di Rp 125 ribu sampai Rp 130 ribu, tapi saat pamen raya turun sampai Rp 83 perkilo kering," ucap Sandy Swarsz pemilik kebun cengkih di Desa Kinaleosan, Kamis 8 Agustus 2024.

Ia menyebut, mendapat info dari teman petani harga per hari ini sudah Rp 88 ribu perkilo kering.

Saat harga cengkih Rp 83 ribu perkilo, di desanya ada yang membeli cengkih mentah perliter tinggal Rp 11 ribu.

"Bagaimana petani cengkih tak membagi dua hasil panennya, pemetik saat itu diberi upah Rp 6 ribu perliter, kalau harganya hanya Rp 11 ribu perliter yang untung pemetik, jadi lebih baik dibagi dua," sebutnya. Baca Selengkapnya

3. Kondisi Pasar di Pusomaen Minahasa Tenggara Sulut Memprihatinkan, Dana Pembangunan Ratusan Juta

Dibangun di masa kepemimpinan Almarhum Telly Tjanggulung, pasar di Desa Tatengesan, Kecamatan Posumaen, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut), kini tak terpakai.

Dari pantauan Tribunmanado.co.id, Kamis 8 Agustus 2024, pasar tersebut sudah tertutup rumput hingga rusak. 

Bahkan lapak jualan yang dibangun untuk pedagang sudah rusak.

Beberapa kios yang ada di pasar tersebut juga sudah rusak.

Mulai dari atap hingga pintu sudah banyak yang copot. 

Menurut beberapa warga, pasar tersebut memang dibangun untuk memenuhi kebutuhan berdagang warga di Desa Bentenan, Tumbak, hingga Tatengesan.

"Tapi karena pasar ini jauh, jadi tidak ada yang mau jualan disini," ujar Milce salah satu warga.

Ia mengatakan pasar tersebut juga sering dilanda banjir. Baca Selengkapnya

(TribunManado.co.id)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved