Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Olimpiade Paris 2024

Gregoria Mariska Raih Medali Perunggu, Ini Kata Pelatih Tunggal Putri

Gregoria Mariskan Tunjung membawa pulang medali tunggal putri pertama Indonesia setelah Maria Kristin mendapatkan medali perunggu di Olimpiade Beijing

Tayang:
PBSI/Badmintonphoto/Mikael Ropars
Gregoria Mariska Raih Medali Perunggu, Ini Kata Pelatih Tunggal Putri 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gregoria Mariska Tunjung resmi mendapat medali medali perunggu Olimpiade Paris 2024 setelah Carolina Marin yang seharusnya menjadi lawan di babak perebutan tempat ketiga mundur karena cedera lutut.

Hal tersebut diumumkan Federasi Badminton Dunia (BWF) dalam situs resmi mereka.

Pelatih tunggal putri PBSI, Herli Djaenudin, mengatakan bahwa penampilan Gregoria Mariska Tunjung di Olimpiade Paris 2024 ini menjadi ajang pembuktian bagi atlet berusia 24 tahun tersebut. 

Baca juga: Arti Mimpi Dipeluk, Bisa Jadi si Pemimpi akan Menghadapi Fase Tersulit

Gregoria Mariskan Tunjung membawa pulang medali tunggal putri pertama Indonesia setelah Maria Kristin mendapatkan medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008.

"Tentunya puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas kehendaknya atas ridhonya juga, setelah sekian lama tidak dapat medali di tunggal putri sekarang alhamdulillah Jorji bisa dapat medali perunggu," ujarnya dalam rilis yang diterima Kompas.com.

"Ini juga berkat tim yang bagus, bukan karena saya sendiri, kalau saya lihat PBSI timnya sudah bagus, ada Tim Ad Hoc yang diisi oleh orang-orang  kompeten di dalamnya, yang memang dibentuk oleh bapak Fadil (Imran, Sekjen PP PbSI), tujuannya untuk menjaga tradisi medali."

"Target saya memang medali, kita tidak berpikir apa, yang penting medali dulu, karena lihat dari ranking di atas dia masih banyak. Ini jadi ajang pembuktian Jorji." 

Gregoria Mariska Tunjung menjadi pemain tunggal putri Indonesia pertama yang menembus semifinal Olimpiade dalam 16 tahun terakhir usai menyudahi perlawanan Ratchanok Intanon dalam dua gim langsung 25-23 dan 21-9 pada laga perempat final.

Kendati demikian, Gregoria harus mengakui keunggulan pebulu tangkis nomor satu dunia, An Se-young, pada laga semifinal.

Duel berdurasi 61 menit itu tuntas dengan skor 11-21, 21-13, dan 21-16 buat kemenangan An Se-young.

Jorji sedarinya akan menghadapi pemenang laga Carolina Marin lawan He Bing Jao (China).

Namun, Marin tak bisa menuntaskan laga karena menderita cedera lutut.

Padahal, Marin mampu memenangi gim pertama dengan skor 21-14 dan unggul 10-8 saat memutuskan untuk mundur.

BWF kemudian memutuskan bahwa peraih medali emas di Olimpiade Rio 2016 tersebut mundur dari Olimpiade dan medali perunggu diberikan kepada Gregoria.

Perasaan Campur Aduk Gregoria Mariska Usai Mendapat Medali Perunggu

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, mengaku punya perasaan bersalah karena memenangkan medali perunggu Olimpiade Paris 2024 setelah Carolina Marin (Spanyol) cedera pada laga semifinal, Minggu (4/8/2024).

Gregoria Mariska Tunjung harus mengakui keunggulan An Se-young 21-13, 11-21 dan 16-21 di babak semifinal yang bergulir di Port de la Chapelle Arena, Paris, pada sore hari WIB tersebut.

Dirinya lalu harus menunggu laga semifinal satu lagi antara Carolina Marin dan He Bing Jao (China) untuk mengetahui siapa yang bakal ia hadapi di partai perebutan medali perunggu.

Marin tampak akan menjadi lawan Jorji karena unggul 21-14 atas He Bing Jao pada gim pertama. Namun, pemenang medali emas Olimpiade 2016 tersebut mengalami cedera serius ketika gim kedua tengah berada di skor 10-8.

Berdasarkan keputusan medis, Marin pun harus mundur dari Olimpiade Paris 2024 dengan BWF mengesahkan bahwa laga perebutan peringkat ketiga tak akan bergulir dan medali perunggu menjadi milik Gregoria.

Pebulu tangkis asal Wonogiri tersebut pun berbicara soal momen ia mengetahui bahwa dirinya menjadi pemenang medali perunggu.

"Tadi aku lagi stretching, terus Marin jatuh, kebetulan hari ini aku ada tes juga, jadi  tidak sempat lihat keputusannya bagaimana, cuma katanya diputuskan Retired," ucap Gregoria dalam keterangan dari Komite Olimpiade Ingdonesia.

"Bingung ya, salah banget aku happy dengan penderitaan orang lain."

"Ini musibah untuk Marin, tapi aku  bingung bereaksi saja, kaya tidak mau ini terjadi. Junut banget aku bersyukur medalinya, tapi bukan happy gitu," lanjutnya. 

Gregoria melanjutkan tradisi nomor tunggal putri yang selalu berhasil memenangkan medali apabila berhasil lolos ke semifinal.

Ini juga medali pertama Merah Putih di nomor tunggal putri setelah Maria Kristin Yulianti yang juga mendapatkan perunggu pada Beijing 2008.

Jorji bergabung bersama para legenda, Susi Susanti, Mia Audina, dan juga Maria Kristin para tunggal putri Tanah Air yang membawa pulang medali Olimpiade.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved