Rangkuman Materi
Rangkuman Materi Bab 3 IPAS Kelas 10 SMA, tentang Mengatasi Stunting
Materi Bab 3 Buku IPAS untuk SMA Sederajat Kelas 10, tentang Mengembangkan Teknologi Pertanian dan Pangan untuk Mengatasi Stunting.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut rangkuman materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk Kelas 10 SMA sederajat, Kurikulum Merdeka.
Dalam artikel ini kami sajikan rangkuman materi IPAS SMA tentang Stunting.
Materi ini dibahas dalam Bab 3 Buku IPAS untuk SMA Sederajat Kelas 10, tentang Mengembangkan Teknologi Pertanian dan Pangan untuk Mengatasi Stunting.
Buku ini diterbitkan oleh Kemdikbudristek RI 2023 dan diterbitkan secara daring di buku.kemdikbud.go.id.
Simak ringkasan materi tentang Stunting selengkapnya.
Stunting merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan kekurangan gizi dan nutrisi di masa tumbuh kembang anak.
Faktor utama penyebab masalah stunting di Indonesia diduga adalah kekurangan gizi.
Masalah gizi berhubungan dengan kehidupan ekonomi, tingkat pendidikan, ketersediaan bahan pangan, kerusakan alam, dan lainnya.
Gizi dan nutrisi diperoleh dari konsumsi makanan sehari hari. Tidak hanya asal kenyang, makanan yang dikonsumsi harus
mengandung gizi seimbang yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang dan menjaga kesehatan. Permasalahannya adalah, tidak semua keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisinya.
Kemampuan setiap keluarga untuk memenuhi makanan bergizi berbeda-beda tergantung kondisi ekonominya. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi baik, tidak sulit untuk memenuhi gizi dan nutrisi keluarganya. Namun bagi keluarga dengan ekonomi kurang, maka kenyang saja sudah cukup tanpa harus dipikirkan gizinya.
Pencegahan stunting dapat dilakukan sejak awal kehamilan.
Pencegahan terbaik stunting adalah dengan memenuhi kecukupan gizi dan nutrisi pada ibu hamil dan balita.
Upaya yang dilakukan adalah dengan mengusahakan sendiri, tidak membeli dari tempat lain misalnya pasar.
Caranya dengan menanam bahan makanan yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi tinggi, seperti sayur dan buah-buahan di rumah.
A. Indonesia Darurat Stunting
Jumlah penderita stunting Indonesia pada tahun 2021 adalah kedua terbanyak di kawasan Asia Tenggara, yaitu sebesar 24 persen.
Kementerian kesehatan mencatat satu dari tiga bayi yang dilahirkan mengalami stunting. Pada tahun 2022, menurut Ali (2023), pada tahun 2022 angka stunting di Indonesia turun menjadi 21,6%.
Ini berarti tingkat penderita stunting di Indonesia masih tinggi.
Berikut ini ciri-ciri stunting yang ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia:
- Adanya keterlambatan pertumbuhan anak
- Anak mengalami penurunan tingkat kecerdasan, gangguan berbicara, dan
kesulitan dalam belajar - Anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga lebih mudah sakit, terutama penyakit akibat infeksi.
B. Stunting di Sekitar Kita
Berikut ini ciri-ciri stunting pada anak:
- Pertumbuhan melambat, tinggi badan di bawah anak seusianya
- Berat badan sulit bertambah
- Pertumbuhan gigi terhambat
- Wajah tampak lebih muda dari usianya
- Perkembangan kognitif dan motoriknya terhambat
- Memiliki gangguan berbicara
- Sistem kekebalan tubuh rendah
- Usia 8-10 anak menjadi lebih pendiam, tidak banyak melakukan eye contact
Stunting dapat mengakibatkan terganggunya perkembangan kognitif dan motorik anak.
Anak yang menderita stunting cenderung memiliki prestasi yang rendah, dan keterlambatan motorik seperti bergerak, merespon, meraih benda, memegang, berbicara, sedikit kosakata, dan kurang fokus.
Stunting tidak hanya menyebabkan terhambatnya pertumbuhan badan, tetapi juga berdampak serius terhadap perkembangan motorik dan kecerdasan anak.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), stunting disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik.
Faktor lingkungan yang dapat mempertinggi risiko stunting:
- Gizi ibu selama hamil
- Pola pemberian makan pada anak
- Kebersihan lingkungan
- Angka kejadian infeksi pada anak.
Stunting merupakan kondisi permanen, tidak dapat disembuhkan.
C. Solusi Mengatasi Stunting
Stunting tidak dapat disembuhkan, tetapi stunting dapat dicegah.
Pencegahan stunting dilakukan sejak masa kehamilan. Asupan gizi yang cukup pada ibu hamil dapat mencegah
terjadinya stunting pada bayi.
Pencegahan stunting harus terus dilakukan pada saat bayi telah lahir. Agar asupan gizi terjamin, tentunya setiap keluarga perlu meningkatkan ketahanan pangan keluarganya.
Ketahanan pangan adalah keadaan tersedianya pangan yang cukup setiap saat di semua daerah. Pangan mudah diperoleh dan harganya terjangkau oleh masyarakat. Ketahanan pangan dapat dimulai dari keluarga.
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP tentang Teks Eksplanasi dalam Pidato |
|
|---|
| Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP tentang Teks Eksplanasi |
|
|---|
| Rangkuman Materi Mapel Informatika Kelas 9 SMP Bab 1A tentang Struktur Data Tree |
|
|---|
| Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP tentang Diskusi |
|
|---|
| Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP tentang Fakta, Asumsi, dan Opini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Rangkuman-Materi-Bab-3-IPAS-Kelas-10-SMA-tentang-Stunting.jpg)