Pilpres AS
Pakar Sejarah Prediksi Hasil Pilpres AS: Allan Lichtman Sukai Harris Ketimbang Trump
Allan adalah seorang sejarawan yang tepat meramalkan hasil sembilan Pilpres AS. Kini telah mempertimbangkan pertarungan Donald Trump vs Kamala Harris.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Allan Lichtman yang sering dijuluki "Nostradamus Pilpres AS" membuat prediksinya berdasarkan 13 kunci Gedung Putih miliknya.
Allan adalah seorang sejarawan yang tepat meramalkan hasil sembilan Pilpres AS. Kini telah mempertimbangkan pertarungan Donald Trump vs Kamala Harris.
Metode ini terdiri dari 13 pertanyaan benar atau salah, dan jika enam atau lebih kunci melawan partai yang sedang berkuasa, sejarawan Universitas Amerika berusia 77 tahun itu memprediksi kekalahan mereka. Jika kurang dari enam kunci melawannya, maka partai itu akan menang.
Kunci tersebut menilai berbagai faktor, termasuk kinerja ekonomi, stabilitas sosial, dan karisma petahana.
Melalui analisis cermat yang mencakup data historis sejak era mantan presiden AS Abraham Lincoln, Lichtman telah menyusun model prediktif yang melampaui metode konvensional yang digunakan oleh para psefolog tradisional.
Dari kemenangan terpilihnya kembali Ronald Reagan di tengah resesi ekonomi hingga kemenangan Bill Clinton melawan George HW Bush, Lichtman telah dengan tepat meramalkan kontes survei yang krusial di AS.
Berikut 13 kunci Gedung Putih Allan:
- Mandat Partai
Setelah pemilihan paruh waktu, partai petahana memperoleh lebih banyak kursi DPR AS dibandingkan pemilihan paruh waktu sebelumnya.
- Kontes Nominasi
Tidak ada tantangan signifikan terhadap pencalonan partai petahana.
- Petahana
Presiden yang sedang menjabat mewakili partai petahana.
- Faktor Pihak Ketiga
Tidak ada kampanye pihak ketiga atau independen yang penting.
- Stabilitas Ekonomi Jangka Pendek
Perekonomian tidak menghadapi resesi selama periode pemilu.
- Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang
Pertumbuhan ekonomi riil per kapita sama dengan atau melampaui pertumbuhan rata-rata dua periode sebelumnya.
- Perubahan Kebijakan
Pemerintahan yang sedang berkuasa memberlakukan perubahan besar dalam kebijakan nasional.
- Stabilitas Sosial
Tidak ada keresahan sosial yang berkepanjangan sepanjang masa jabatan.
- Bebas Skandal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/310724-harris-22.jpg)