Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Obor Pemuda GMIM, Renungan Selasa 30 Juli 2024, Daniel 6:5-10, Konspirasi

Obor pemuda GMIM, renungan Selasa 30 Juli 2024.Pembacaan alkitab terdapat pada Daniel 6:5-10.

Editor: Chintya Rantung
Chintya Rantung/Tribun Manado
Obor pemuda GMIM Selasa 30 Juli 2024. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Obor pemuda GMIM, renungan Selasa 30 Juli 2024.

Pembacaan alkitab terdapat pada Daniel 6:5-10.

Tema perenungan Konspirasi.

Apakah kita ingat soal konspirasi yang dilakukan oleh TuaYahudi, Ahli-Ahli Taurat dan orang Farisi yang berusaha Tua untuk menuduh, menjatuhkan,
bahkan membunuh Yesus?

Popularitas dan kehebatan Yesus ternyata membuat mereka sangat iri dan mencoba melakukan segala cara walaupun sebenarnya tidak didapati satu
kesalahan pun yang dilakukan oleh Yesus. Akhirnya, dengan upaya-upaya bahkan mendesak pemerintah, maka Yesus dijatuhi hukuman mengerikan.

Kisah konspirasi yang dilakukan terhadap Yesus memiliki kemiripan dengan apa yang dialami oleh Daniel.

Dapat dilihat bahwa Daniel adalah pribadi dengan kualitas spiritual dan intelektual yang hebat, dipercayakan jabatan dan popularitas yang luar biasa.

Bukannya senang, ternyata para pejabat yang lain menjadi iri kepada Daniel. Para pejabat tinggi mencari alasan untuk menjatuhkan Daniel, tapi ternyata mereka tidak mendapati satu kesalahan pun.

Akhirnya, konspirasi mereka semakin kotor dan licik ketika mendesak raja untuk mengeluarkan undang-undang supaya semua isi kerajaan sepenuhnya harus menyembah raja.

Tujuannya yaitu supaya mereka dapat membuat Daniel masuk di dalam perangkap yang mereka buat, yaitu Daniel tetap menyembah Allahnya dan hal itulah yang akan dijadikan dasar dakwaan untuk menghukum Daniel.

Usaha mereka terlihat berjalan lancar karena Daniel tidak mau meninggalkan imannya dan tetap menyembah Tuhan Allah.

Sobat obor, renungan hari ini memotivasi kita supaya menjadi generasi muda yang tidak suka berkonspirasi/merancang hal-hal jahat, menjatuhkan orang, dan membuatnya menderita.

Selain itu, kita juga diajarkan untuk menjauhi sikap iri hati karena itu adalah penyakit rohani. Bahkan, "penyakit iri hati" lebih berbahaya dari penyakit-penyakit seperti asam lambung, asam urat, darah tinggi, dan kolestrol.

Mengapa? Karena penyakit-penyakit ini memiliki obat yang yang dijual di apotik, tapi sebaliknya tidak ada obat di apotik yang dapat menyembuhkan iri hati. Oleh karena itu, milikilah hati yang penuh kasih, jauhilah hati yang dipenuhi iri.

Memang sulit untuk selalu hidup penuh kasih tapi yakinlah bahwa hidup jauh lebih sulit jika selalu iri hati. Amin.

Sumber:Obor Pemuda GMIM edisi Juli 2024

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved