Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut, Wanita Muda Tewas Tertabrak Kereta, Hendak ke Rumah Tetangga Bantu Masak Hajatan

Terjadi kecelakaan maut di Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada kemarin hari Sabtu pagi.

DOKUMEN POLRES GROBOGAN
Seorang wanita pejalan kaki, Fitriana Dewi (24) tewas tertabrak kereta api barang di rel perlintasan tanpa palang pintu tak jauh dari rumahnya di Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (27/7/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada kemarin hari Sabtu pagi.

Kecelakaan itu melibatkan kendaraan kereta api dengan korban.

Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan seorang wanita muda tewas.

Kecelakaan merupakan suatu insiden yang dihindari semua orang.

Untuk itu diimbau agar selalu waspada dan berhati-hati ketika berkendara di jalan raya.

Baca juga: Kecelakaan Maut Hari Ini, Anggota Polisi Tewas, Motor Tabrak Pembatas Jalan Ketika Pulang Piket

Patuhi peraturan yang telah ditetapkan pihak berwajib dan taati rambu-rambu lalu lintas.

Jangan lupa untuk selalu menjaga keselamatan bersama agar terhindar dari marabahaya.

Seorang wanita pejalan kaki, Fitriana Dewi (24) tewas tertabrak Kereta Api barang di rel perlintasan tanpa palang pintu tak jauh dari rumahnya di Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (27/7/2024).

Kapolsek Gubug, AKP Sunarto menyampaikan, korban sebelumnya berpamitan dengan keluarganya hendak ikut membantu memasak persiapan hajatan tetangganya.

Saat pagi sekitar pukul 10.00 WIB, korban yang mengenakan kaus hijau dan celana hitam berjalan kaki dari rumahnya, arah Selatan menuju Utara.

Namun nahas, ketika korban yang berupaya menyeberangi rel perlintasan di Kilometer 34+2 justru tertemper KA.

Meski demikian, beberapa saksi sempat melihat korban berhenti berjalan dengan jarak satu meter dari rel perlintasan sebelum KA melintas.

"Korban bermaksud ke rumah tetangganya, Siti Karmiya untuk membantu memasak hajatan.

Diduga korban lengah tidak melihat kanan kiri pada saat menyeberang rel kereta api hingga tertabrak," terang Sunarto saat dihubungi melalui ponsel.

Petugas Polsek Gubug yang menerima laporan insiden kecelakaan tersebut langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Merujuk pemeriksaan medis tim Puskesmas Gubug, tidak ditemukan adanya unsur penganiayaan pada fisik korban.

"Korban terpental sejauh 3 meter dan masuk ke selokan.

Kepala korban juga terbentur batu.

Murni tertabrak Kereta Api.

Jenazah korban kemudian diserahkan keluarga untuk dimakamkan," pungkas Sunarto.

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan, korban tertemper KA Barang Anggrek rute Jakarta-Surabaya sekitar pukul 10.14.

Sebelumnya, dari kejauhan masinis sudah berulangkali membunyikan klakson lokomotif, namun tak diindahkan.

"Kami imbau masyarakat untuk membantu memperingatkan apabila ada orang yang berada di jalur KA, karena sangat membahayakan keselamatan perjalanan KA dan masyarakat," kata Franoto.

(Kompas.com)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

Kecelakaan Lalu Lintas Lainnya

WA TribunManado.co.id : KLIK

Tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved