Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Euro 2024

Demam Final Euro 2024 Landa Sulut, Ini Kata Bahasa Melayu Manado yang Berasal dari Spanyol

Paulus Heydemans, penggiat budaya yang menekuni sejarah Etnis Borgo, beberapa waktu lalu menuturkan cukup banyak Bahasa Spanyol, Portugis, Belanda.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
HO/FB
Pendukung Timnas Spanyol dalam Laga Euro 2024 di Manado, Sulawesi Utara. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Partai puncak Euro 2024 bakal mempertemukan Spanyol Vs Inggris, Senin (15/7/2024) dini hari.

Spanyol dijagokan karena mengalahkan timnas Jerman dan Prancis.

Pun karena menampilkan penampilan rancak.

Telisik punya telisik, Spanyol pernah meninggalkan jejak sejarah di Sulawesi Utara.

Jejak itu masih ada. Bahkan bertebaran di antara kata-kata yang digunakan warga Manado sehari hari.

Paulus Heydemans, penggiat budaya yang menekuni sejarah Etnis Borgo, beberapa waktu lalu menuturkan cukup banyak Bahasa Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris yang jadi pembentuk Bahasa Melayu Manado. 

Ia menunjukkan sebuah bukunya tentang Kampung Sindulang.

Pada satu bab terdapat kata-kata Bahasa Melayu serapan dari Bahasa Spanyol, Portugis, dan Belanda.

Jumlahnya puluhan, dan paling banyak Bahasa Belanda. 

Berikut beberapa contoh daftarnya dalam bahasa Spanyol dan Portugis.

Forsa - kuat

Garida - perempuan nakal

Bapontar - berkeliling

Burako - laki laki nakal

Pai - ayah

Mai - ibu

Cakodidi - genit

Capeo - topi

Golojo - serakah 

Testa - dahi

Kapseti - mahkota ayam

Vara - tahi lalat

Pombo - merpati 

Fastiu - bosan

Enteru - semua

Figura - pesta

Gargantang - kerongkongan

Martelu - palu.

Kota Manado, Sulawesi Utara, memiliki etnis namanya Borgo. Kata Borgo berasal dari istilah Belanda kepada warga Manado keturunan Eropa yakni Vrijburger atau warga negara bebas. 

Dari sitilah tersebut berkembang menjadi Burger, kemudian Borgor dan akhirnya lewat lidah warga pribumi menjadi Borgo.

Etnis Borgo unik karena merupakan hasil perkawinan antara turunan Spanyol, Portugis, Belanda, dan Eropa dengan orang dari Manado dan Sulawesi Utara lainnya, terutama Sangihe dan Minahasa. 

Etnis Borgo mewarnai sejarah Manado yang sudah berumur 399 tahun.

Sumbangsih mereka tidak sedikit pada Manado. (Art)

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved