Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Terancam Krisis Demografi, Begini Jumlah Kelahiran di Sulawesi Utara Periode Januari - Juni 2024

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemprov Sulut, kelahiran terbanyak terjadi di kota Manado yakni sebanyak 3.169.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Pexels.com/Rene Asmussen
Ilustrasi - Sulawesi Utara terancam krisis demografi. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 19.556 orang lahir di Sulawesi Utara (Sulut) pada periode Januari hingga Juni 2024.

Sementara ada 10.306 kematian dalam kurun waktu tersebut.

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemprov Sulut, kelahiran terbanyak terjadi di kota Manado yakni sebanyak 3.169. 

Disusul Minahasa Utara 3090.

Kemudian Minahasa 2004, Bolmong 1845 dan Bitung 1684.

Kelahiran paling sedikit terjadi di Sitaro yakni 371 dan Tomohon 566.

Sementara jumlah kematian terbanyak terjadi di Manado yakni 1932. 

Kemudian Minahasa 1381.

Lalu Minut dengan 1027, Minsel 1005 dan kota Bitung 927.

Kematian terendah tercatat di Boltim yakni 200.

Tanda awas bagi Sulawesi Utara dibeber Wagub Sulut Steven Kandouw dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa di Hotel Peninsula Manado beberapa waktu lalu.

Menurut Steven Kandouw, angka kelahiran di Sulut menurun.

"Ada fenomena di mana angka kelahiran di Sulut menurun, masih lebih tinggi angka kematian," katanya.

Sebut Steven Kandouw, ini terbaca pada situasi di kebanyakan SD.

Di mana muridnya banyak berkurang.

"Dari ratusan jadi puluhan," kata dia.

Ia mengatakan, penambahan penduduk di Sulut umumnya terjadi dari migrasi.

Hal ini dipicu UMP di Sulut yang tertinggi nasional. Wagub menilai ini kondisi yang serius. (Art)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved