Profil Tokoh
Profil Mohammad Nasser, Komandan Top Hizbullah yang Dibunuh Israel, 40 Tahun Umur Perjuangan
Pembunuhan Haji Abu Nehme adalah kejadian ketiga di mana pasukan pendudukan Israel membunuh seorang komandan utama Hizbullah.
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Mohammad Nasser merupakan komandan top Hizbullah.
Ia mengabdi selama 40 di dalam kelompok perlawanan yang berbasis di Lebanon itu.
Selama berjuang bersama Hizbullah, dirinya beberapa kali terlibat dalam operasi-operasi penting.
Ia mengakhiri tugas dengan gugur sebagai pejuang bersama asistennya pada Rabu, 3 Juli 2024, di daerah al-Haouch di barat daya Tirus.
Pembunuhan Haji Abu Nehme adalah kejadian ketiga di mana pasukan pendudukan Israel membunuh seorang komandan utama Hizbullah.
Mendiang Nasser menggantikan rekan-rekannya yang gugur dan sesama komandan, pemimpin Wissam Hassan Tawil dan komandan Unit Nasr Hizbullah Talib Sami Abdallah.
Profil
Unit Media Militer Hizbullah merilis biografi singkat mendiang Mohammad Nehme Nasser atau disapa "Haji Abu Nehme".
Dia merupakan satu di antara komandan militer paling terkemuka di gerakan Hizbullah Lebanon.
Nasser dilaporkan terbunuh dalam sebuah serangan udara pasukan pendudukan Israel di Tirus, Lebanon pada Rabu (3/7/2024).
Lahir pada tanggal 6 Mei 1965, di kota Hadatha, Lebanon selatan, mendiang Nasser adalah salah satu pejuang pertama yang bergabung dengan Hizbullah di Lebanon.
Saat secara resmi bergabung dengan barisan gerakan politik dan militer Hizbullah pada tahun 1986, usianya masih 20 tahunan.
Dalam kiprahnya di Hizbullah, Nasser telah mengambil bagian dalam beberapa operasi tempur, sebagai bagian dari perjuangan Hizbullah untuk membebaskan kota-kota dan desa-desa yang diduduki di Lebanon dari cengkeraman militer Israel.
Dalam salah satu operasi tersebut, Haji Abu Nehme adalah salah satu dari beberapa pejuang yang memimpin serangan infiltrasi di situs militer Israel di Beit Yahoun, sebuah desa yang bertetangga dengan Hadatha dekat Beit Jbeil.
Menurut unit Media Militer Hizbullah, mendiang terluka beberapa kali selama perjuangan pembebasan, yang dicapai pada tanggal 25 Mei 2000.
Pembebasan ini menandai berakhirnya hampir 18 tahun pendudukan Israel.
Berkat keberaniannya, Nasser pangkat di sayap militer Hizbullah sambil terlibat dalam beberapa pertempuran selama hampir 40 tahun kariernya sebagai pejuang dan pemimpin Perlawanan.
Penghargaan Mohammad Nasser Pasca-Pembebasan
Meskipun mengalami banyak cedera, Nasser dinilai berkontribusi dalam pertahanan Lebanon dari agresi Israel
Dia juga termasuk orang yang ikut serta dalam konfrontasi perang Israel di Lebanon tahun 2006.
Selama partisipasinya dalam pertahanan Hizbullah melawan organisasi teror di Suriah, Irak, dan perbatasan timur Lebanon, Nasser kembali terluka di medan perang pada tahun 2015.
Pertempuran di pegunungan timur, yang terjadi antara Lebanon dan Suriah, termasuk yang paling sengit, karena sifat geografis wilayah tersebut yang kompleks.
Hizbullah akhirnya berhasil membebaskan wilayah tersebut dari gerakan Suriah pada tahun 2017.
Komandan Unit Aaziz Hizbullah
Pada tahun 2016, mendiang Mohammad Nasser menjadi komandan salah satu unit teritorial Hizbullah, unit Aaziz.
Selama kariernya, sang anumerta menerima beberapa penghargaan militer dari Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah, sebagai pengakuan atas karyanya yang luar biasa di medan perang.
Dalam konfrontasi terbaru dan berkelanjutan terhadap pendudukan Israel, Pertempuran Banjir Al-Aqsa, mendiang Haji Abu Nehme memerintahkan dan mengawasi berbagai operasi terhadap situs, pangkalan, infrastruktur, dan posisi militer Israel.
Pembalasan Hizbullah
Ketika Lebanon bersiap untuk memperingati kehidupan pejuang dan pemimpin perlawanan besar lainnya, para pejuang Hizbullah melancarkan empat operasi sebagai pembalasan atas pembunuhan Haji Abu Nehme, dan operasi lainnya diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa jam atau hari berikutnya.
Atas kematian Mohammad Nasser, jalan diplomasi untuk meredakan eskalasi di perbatasan Lebanon-Israel dinilai hampir tertutup sepenuhnya.
Hizbullah diyakini, dan sudah terjadi, akan terus menerus menyerang teritorial Israel sebagai pembalasan.
Sementara Israel, yang berharap Hizbullah berhenti mengebom, juga segera meluncurkan operasi skala besar ke Lebanon.
Baca juga: Tentara Israel Otw Lebanon, IDF Serang Besar-besaran Pusat Kota Rafah, Bombardir Sheikh Ajlin
Terkait situasi itu, Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran untuk urusan internasional, Kamal Kharazi, mengatakan Iran dan semua faksi poros perlawanan akan mendukung Hizbullah Lebanon jika terjadi perang dengan Israel.
Ia menegaskan Iran akan mengerahkan segala cara untuk membantu Hizbullah jika hal itu terjadi.
"Jika Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Hizbullah, hal ini dapat memicu konflik regional," kata Kamal Kharazi kepada Yalla, Selasa (2/7/2024).
“Dalam situasi seperti ini, kami tidak punya pilihan selain mendukung (Hizbullah) dengan segala cara dan kemampuan yang tersedia bagi kami," lanjutnya.
Namun, ia mengatakan Iran tidak menginginkan terjadinya perang antara Israel dan Hizbullah.
"Kami tidak menginginkan konflik regional, dan mendesak Amerika Serikat untuk memberikan tekanan pada Israel untuk mencegah eskalasi lebih lanjut," tambahnya, merujuk pada sekutu terdekat Israel.
Ia menilai, memperluas perang yang terjadi di Jalur Gaza antara Israel dan faksi perlawanan Palestina, Hamas, hingga ke Lebanon bukanlah hal yang diharapkan Iran dan AS.
“Memperluas perang bukanlah kepentingan siapa pun, termasuk Iran dan Amerika Serikat," ujarnya.
Israel Siap Hadapi Potensi Perang Lawan Hizbullah
Posisi Iran ini muncul bersamaan dengan ancaman Israel untuk memperluas perang dan persiapan tentara Israel di utara untuk perang skala besar di Lebanon.
“Kami bertekad untuk terus berperang sampai tujuan perang untuk menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas, kembalinya para penculik, dan kembalinya penduduk di utara dan selatan dengan selamat ke rumah mereka tercapai," kata militer Israel pekan lalu.
“Kami memperkuat persiapan perang di front utara melawan Hizbullah," lanjutnya, dikutip dari Aawsat.
Israel dan sekutunya, AS, yakin Iran melalui Pasukan Quds telah membantu dan mendanai kelompok perlawanan yang disebut Poros Perlawanan termasuk Hizbullah Lebanon, Perlawanan Islam Irak, Houthi Yaman, Hamas, hingga faksi perlawanan Suriah untuk melawan Israel dan kepentingan AS, serta mempertahankan pengaruh Iran di wilayah tersebut.
Sejak 8 Oktober 2023, Hizbullah menyatakan bergabung dengan perlawanan membela rakyat Palestina yang menghadapi agresi Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Hizbullah menyerang sasaran militer Israel di perbatasan Israel utara, wilayah Palestina yang diduduki, dari wilayah Lebanon selatan yang merupakan basis militer Hizbullah.
Hizbullah berjanji akan berhenti menyerang perbatasan jika Israel menghentikan serangan militernya di Jalur Gaza.
Namun, belakangan perang besar tampaknya tidak terhindarkan karena pembunuhan Mohammed Nasser.
Jumlah Korban
Saat Israel masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza, jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi lebih dari 37.900 jiwa dan 87.060 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Senin (1/7/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, seperti dilaporkan Anadolu Agency.
Sebelumnya, Israel mulai membombardir Jalur Gaza setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023) untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa sejak tahun 1948.
Israel memperkirakan kurang lebih ada 120 sandera yang hidup atau tewas dan masih ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.
Sementara itu, lebih dari 21.000 warga Palestina yang masih berada di penjara-penjara Israel, menurut laporan The New York Times pada awal Juli 2024. (oln/almydn/*)
• Israel Hujani Gaza Palestina dengan Roket, Masjid Bersejarah Berusia Lebih 600 Tahun Hancur
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Sosok Gustika Jusuf, Cucu Bung Hatta yang Sebut Presiden Penculik dan Wakil Anak Haram Konstitusi |
![]() |
---|
Sosok Darius Bayani, Rambo Papua Prajurit Kopassus Kepercayaan Prabowo yang Terima Bintang Sakti |
![]() |
---|
Sosok Chairil Anwar, Penyair yang Mengubah Wajah Sastra Indonesia: Aku Mau Hidup Seribu Tahun |
![]() |
---|
Profil Erry Juliani Pasoreh, Alumni Unsrat yang Jadi Kepala BPN Sulawesi Utara, Ini Prestasinya |
![]() |
---|
Sosok Kevin Sumendap: Dari Pebisnis Kopra Muda hingga Jadi Wakil Ketua DPRD Boltim |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.