Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Kejadian 2:2-3 TB, Hari Ketujuh
Saat Tuhan pertama kali menciptakan dunia, Dia menyelesaikan semua yang Dia ingin lakukan dalam enam hari.
Penulis: Erlina Langi | Editor: Erlina Langi
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Harian Kristen hari ini
Kejadian 2:2-3 TB
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Hari Ketujuh
Dari mana asalnya ide seminggu-tujuh hari? Sepanjang sejarah, budaya telah mencoba dengan berbagai jumlah hari dalam seminggu, tapi pola yang paling bertahan untuk manusia bekerja dan istirahat terjalin dalam cara Sang Pencipta menciptakan kita.
Saat Tuhan pertama kali menciptakan dunia, Dia menyelesaikan semua yang Dia ingin lakukan dalam enam hari.
Dia bisa saja melanjutkan karya-Nya, namun sebaliknya, Tuhan sengaja beristirahat dan menikmati ciptaan-Nya. Ini adalah pola standar kerja dan istirahat yang diciptakan bagi kita sejak semula.
Bagaimana kita berkreasi dan berkarya mencerminkan bagaimana kita diciptakan menurut gambar-Nya. Seperti halnya Tuhan, kita membuat sesuatu dan menamainya. Kita bekerja dan kemudian beristirahat.
Saat kita sengaja berhenti bekerja untuk menikmati berkat dalam hubungan dengan Tuhan, satu sama lain, dan dunia-Nya, kita juga mencerminkan citra-nya.
Saat Tuhan beristirahat, itu bukan indikasi kemalasan atau kelelahan bekerja. Sejak semula, Tuhan menunjukkan contoh ritme kerja yang diikuti dengan istirahat dan perenungan (refleksi).
Daripada berhenti karena kelelahan atau saat kita akhirnya telah menyelesaikan daftar panjang proyek kita, Tuhan meminta kita merencanakan waktu istirahat setiap minggunya.
Untuk mengetahui kapan saat yang tepat untuk beristirahat, pilihlah ritme yang dilakukan Sang Pencipta kita daripada rutinitas yang disebabkan oleh kelelahan. Dia ingin memberkatimu.
| Renungan Pemuda Kristen, Ibrani 1:5-14, Takhtamu Ya Allah Tetap Untuk Seterusnya dan Selamanya |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Senin 18 Mei 2026, Ibrani 1:6, Yesus Kristus Pusat Penyembahan |
|
|---|
| Obor Pemuda GMIM, Renungan Senin 18 Mei 2026, Ibrani 1:5, Status Istimewa |
|
|---|
| Renungan Malam Yohanes 21:20-25, Jangan Bandingkan Diri dengan Orang Lain |
|
|---|
| Pakatuan Wo Pakalawiren, Renungan Lansia GMIM 17-23 Mei 2026, Takhtamu Ya Allah Tetap Selamanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-Harian-Kristen-Yoel-223-24.jpg)