Elon Musk: Kombinasi PLTS - Baterai Jadi Solusi Energi Besih dan Murah
Bos SpaceX dan Tesla Inc Elon Musk menjelaskan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS dan baterai menjadi solusi energi besih di Bumi.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Bos SpaceX dan Tesla Inc Elon Musk menjelaskan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS dan baterai menjadi solusi energi besih di Bumi.
Harga teknologi PLTS saat ini jauh lebih murah 90 persen jika dibandingkan satu dekade terakhir. Untuk harga baterai telah turun 10 kali lipat.
Musk menjelaskan, potensi sinar matahari sangat melimpah bisa menjadi sumber energi bersih yang mencukupi kebutuhan energi manusia.
Setiap harinya, 1 kilometer persegi permukaan bumi menerima radiasi sinar matahari sekitar 1 gigawatt (GW). Jika dimaksimalkan, energi yang bisa dihasilkan mencapai 1 gigatwatt jam (GWh) per 1 kilometer persegi.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi sepakat bahwa harga PLTS memang akan semakin turun.
"Kalau demand makin tinggi di seluruh dunia, pasti (harga) makin turun," kata Eniya kepada KONTAN, Selasa (21/5/2024).
Baca juga: PLTS Terapung Cirata Kurangi 214 Ribu Ton Emisi Karbon Per Tahun, Jadi Pembangkit EBT Skala Besar
Ia menuturkan, PLTS Atap dan PLTS Apung tambahan di non-PLTA DAM/Waduk menjadi tambahan kuota. Selain itu, Permen ESDM No 2 tahun 2024 menjadi payung hukum PLTS Atap.
Hampir di seluruh negara-negara sudah menggunakan dua kombinasi ini seperti di China, sebagai negara dengan pertumbuhan PLTS tertinggi.
Di Eropa yang memiliki empat musim pun menggunakan dua kombinasi ini seperti di Jerman, Polandia, dan negara Eropa lain.
Negara seperti Amerika Serikat dan negara-negara Asia seperti China, India. Untuk di Asia Tenggara, Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan PLTS tertinggi.
Adapun di Australia, jumlah PLTS rooftop hampir mencapai 2,5 juta rumah tangga menggunakan PLTS.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) Arthur Simatupang menilai bahwa harga PLTS akan semakin murah ke depan.
PLTS rooftop sekarang mulai berkembang dengan adanya peraturan baru untuk pemakaian pribadi.
"Untuk meningkatkan jumlah PLTS diperlukan insentif supaya ada akselerasi," ujar Arthur kepada KONTAN.
Adapun, Managing Director Energy Shift Institute Putra Adhiguna mengatakan, di seluruh dunia biaya PLTS selama 10-15 tahun terakhir sudah menurun drastis. (Tribun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/210524-panel-surya.jpg)